Wanita Kesayangan Keluarga Millan

Wanita Kesayangan Keluarga Millan
bab 45


__ADS_3

Arsen, Aro dan Lionel bernafas lega. Secara aeris tentu tidak akan melepas mereka begitu saja.


Ai menghampiri mereka dengan mata berkaca kaca. "gak jadi ya perginya?" tanya nya sedih


Biyan meraih Ai hingga tubuh mungil itu sudah berada di pangkuanya. "para abang mau di introgasi dulu sama bunda."


"INTROGASI" jawab Aro, Arsen dan Lionel serempak


"loh, salah ya?" biyan menggaruk kepalanya yg tidak gatal


"daddy gua bodoh juga ternyata" gumam Aro tentu tidak ada yg dengar


"udah udah gak usah ribut, sekarang arsen jujur ke bunda bener apa yg daddy kamu bilang tadi?" tanya aeris


Mau tidak mau Arsen mengangguk setuju. "iya bun. Tapi aku gak papa kok, buktinya masih ada sekarang kan." jawabnya


Aeris mendengus. "bukan permasalahan kamu ada atau tidak nya sekarang. Tapi ini masalah nyawa kamu. Punya nyawa berapa kamu sampai masuk rumah sakit setelah tawuran?"


Diam, arsen menunduk mendapat omelan gratis dari bunda. "Arsen salah bun" cicitnya


"sejak kapan kamu bemar?" celetuk biyan. Kembali menyulut suasana agar semakin panas.


"mas, diem! Mau aku introgasi juga?" aeris menatap tajam duda tengil di samping nya.


Biyan langsung ciut.." enggal yank"


"ya udah makanya diem" aeris kembali menatap arsen. "lukanya di bagian mana aja? Gak mungkin kan masuk rumah sakit kalau gak ada luka serius.?"


Pasrah, arsen berbalik, mengangkat bajunya menampilkan punggung putih nya yg penuh dengan bekas luka. "Ro, tunjukin, gue gak sampe" dia meminta tolong pada kembaranya.


Aro mendekat pada kembaranya. "angkat lagi baju lo" arsen menurut


"bunda liat garis panjang ini?" Aro menunjuk luka pada bahu hingga pinggang Arsen. "tahun lalu saat tawuran arsen gak sengaja kena tebasan katana dari musuh sekolah kita."


"kenapa gak pernah bilang hm?" aeris menatap sendu pada arsen setelah anak bujang itu kembali berbalik. Dia kira bekas luka itu adalah perbuatan dari ibu kandung putranya empat tahun lalu.


"gak mau buat bunda kepikiran" cicitnya. Ugh. Sebegitu perhatianya arsen pada aeris


"tau gak bun, si arsen dulu udah say hello lih sama malaikat maut. Udah lewat sepuluh menit tapi gak tau kenapa nyawanya di kembaliin lagi." ucap Lionel, cowok itu meninju bahu kiri arsen.


"ck..sakit, dari tadi gua mulu yg di aniaya?" arsen kesal sendiri. Sudah mendapatkan jitakan keras dari biyan sekarang tinjuan dari lionel.

__ADS_1


Aeris tentu terkejut mendengar kenyataan arsen yg nyaris menyandang gelar almarhum. Satu tangan nya mengode agar arsen Mendekat padanya.


"coba cerita yg jujur ke bunda, no sensor sensor!"


Cowok itu menumpangkan kepala nya di paha sang bunda. "arsen koma tiga bulan karena kejadian itu, lima bulan asa pemulihan terus ikut tawuran lagi tiga bulan kemudian heheh..." kata arsen malas menjelaskan panjang panjang


"heh!" refleks aeris menabok kepala arsen. "coba ulangi kamu tawuran lagi padahal baru aja sembuh?" dia kesal seketika, perasaan sedih dan kasihanya menguar begitu saja mendengar jawaban santai arsen.


"tau tuh bun, udah di bilangin istirahat aja malah ngeyel anaknya" lionel mulai mengompori


Aro mengangguk memebenarkan perkataan lionel. "bener tuh bun katanya dia gabut"


"gak usah cosplay jadi tabung gas ya lo berdua" arsen menelototi keduanya


"nye nye nye"


"bun, bukan arsen aja ya yg masuk rumah sakit, tuh si lio juga pernah karena balapan liar, ari juga pernah karena sok sokan adu jotos sama begal" adunya. Dia tentu tidak mau mendapat omelan sendiri.


Mampos!


Kan apa Aro dan lionel sudah menduga dari awal, mereka pasti akan terseret juga.


"astaga kalian ini" aeris tidak habis fikir


Enggak ada yg lemah" ucap nya menenangkan


Cowok itu mengelus pelan tangan mungil mamanya dan memberikan senyum menenangkan.


"tapi tetep aja mama khawatir sayang" aeris mengelus lembut tiga kepala di depanya. Banyak kekhawatiran yg tidak bisa aeris jelaskan pada mereka


"jangan tawuran lagi ya, bunda gak mau liat kalian luka lagi, balap liar juga, lawan begal juga, bunda gak habis fikir sama kalian kok gak sayang nyawa sih,"


Aro, Arsen dan Lionel tertawa pelan, melihat betapa menggemaskan nya aeris saat mengkhawatirkan mereka


"bukanya gak sayang nyawa bun, tapi jalan nya emang gutu ya di jalanin" ucap arsen


"pokok nya bunda gak mau denger ada lagi di antara kalian yg masuk rumah sakit karena tawuran. Balap liar atau begal. Kalian gak tau betapa khawatirnya bunda kalau hal itu terjadi lagi, apalagi daddy kalian, wlaupun gak pedulian dia orang oaling khawatir kalau sampai kalian kenapa kenapa" nasehat aeris panjang lebar


"denger boys?"


"iya bun"

__ADS_1


"Denger ma"


Meligat pertikaian aeris dan ketiga bujangnya, biyan dan Ai malah diam diam mengungsi di sofa lain sembari memakan cemilan yg di sediakan. Mereka menikmati pertunjukan live di depanya.


"daddy gak ada niat gabung gitu?" tnya Ai . Mendongak menatap sang daddy yg Asik menonton aeris yg mengomeli Aro, Arsen dan lionel


"enggak.. Mending jadi penonton" jawabnya


Pukul 13.30


tepatnya di salah satu mall milik biyan, mereka jalan bersama mengelilingi mall mencari sesuatu yg tampak menarik di mata mereka


"bun ke timezone ya" kata si bunsu keluarga millan itu setelah mereka selesai makan siang di salah satu kafe yg ada di mall itu


Aeris menganggik. "gimana?" dia kenatap ketiga anaknya meminta persetujuan


aro, arsen dan lionel mengangguk "yes!" Ai sudah bersorak senang di temoat nya.


HAP!


"Let's go princes" lionel mengangkat tubuh mungil Aiie gendonganya.


Mereka berempat jalan terlebih dulu menuju tempat bermain itu sedangkan aeris dan biyan mengikuti tidak jauh di belakang mereka.


Saat mereka sudah sampai di timezone. Aro langsung membeli tiket, saat masuk. Mata Ai berbinar cerah melihat berbagai permainan di sana.


"abang, ayo ke sana!" tunjuk ai pada salah satu wahana


"oke, let's go"


Banyak pasang mata tertuju pada mereka ber empat, menatap kagum dengan visual mereka yg tidak main main. Aeris dan Ai yg bisa di kelilingi oleh tiga cogan selaligus. Rasanya mereka ingin berada di posisi gadis kecil itu.


Lain hal nya dengan anak anak biyan. Duda satu itu mengajak aeris menuju salah satu store barang branded di salah satu lantai mall itu. Tadi setelah melihat anak anaknya sudah masuk ke timezone, dia langsung menarik gadis itu pergi dari sana.


"kamu mau yg mana?" biyan menunjuk beberapa tas dan berbagai aksesoris untuk wanita yg di pajang di depan mereka.


Aeris diam, dia menatap satu persatu benda menggiurkan kaum hawa namun sangat menguras dompet kaum adam.


"yg ini aja!" aeris menunjuk salah satu tas keluaran terbaru didepanya. Dengan cepat pegawai yg setia mendampingi mereka langsung membungkus tas itu setelah biyan berkata "bungkus!"


"mau yg mana lagi?" tanya biyan

__ADS_1


Aeris menggeleng. sebenarnya dia tidak suka berbelanja di tempat seperti ini. Selain menguras dompet juga snagat tidak cocok dengan aeris yg anti boros. Dia memilis asal saja tas tadi, karena sebelumnya biyan selalu memaksanya untuk mengambil barang barang yg sudah di seidakan di depanya jadi dia pilih asal saja tas tas disana. Masalah pembayaran ya itu urusan biyan.


****


__ADS_2