
Air mata aro entah sejak kapan telah membasahi wajah tirusnya. Rasa sakit hati dan memori kelam masa kecil nya kembali bermunculan karena wanita di depanya ini.
Naomi diam mematung mendengar ucapan salah satu putranya. Tatapan yg tadinya tajam berubah sendu. Saat akan meraih tubuh bergetar aro, cowok itu malah menepis kasar tanganya. "sayang"
"tolong pergi, kehadiran lo gak di terima lagi di rumah ini. Begitupun dengan penghuninya." setelahnya aro berlalu dari sana, mencari aeris untuk menenangkan diri. Hanya bunda nya yg dia butuhkan saat ini.
"sudah dengar apa yg aro bilang tadi? Kehadiran kamu tidak di butuhkan disini naomi." ucap tegas biyan
saat hendak memanggil salah satu bodyguard nya yg berjaga. Naomi mencekal tangan nya namun dia hempaskan begitu saja "keluar dari sini dengan suka rela atau dengan paksaan?"
Naomi menggeleng. "Enggak"
Tatapan biyan semakin menajam. Sosok naomi tidak pernah berubah sejak dulu, sangat keras kepala.
"hanya sebulan biyan, setelah itu aku tidak akan ganggu kalian lagi" naomi memohon penuh harap.
Biyan diam. Banyak hal yg biyan pertimbangkan sekarang. Reaksi anak anaknya, aeris bahkan keluarga besar millan saat mengetahui naomi tuba tiba muncul kembali.
"biyan, tolong beri aiu satu kesempatan untuk memperbaiki semuanya"
"memperbaiki? Apa mau mu sebenarnya sialan!" biyan emosi kembali naik hingga tidak sadar mendorong tubuh naomi hingga membentur tembok dan mencekik wanita itu.
Naomi mwnggeleng. Biyan sangat menyeramkan sekarang. "lep..akh..pas.."
Bukanya melepas cekikanya, biyan malah semakin mengeratkan tangan nya di leher naomi. "kalau niatmu ingin menghancurkan keluarga ku lebih baik kau ku kirim ke neraka" tentu ancaman biyan tidak pernah main main
"tidak..akh..to..long..lepas"
Tidak ingin membuat naomi mati dengan secara percuma. Biyan dengan berbaik hati melepas cekikan nya pada naomi
Naomi langsung terduduk dan menghirup oksigen sebanyak banyaknya. "tolong..beri aku satu kesempatan, biyan aky hanya ingin memperbaiki kesalahan ku pada anak anak"
"aku tidak akan memberi kesempatan itu" biyan beranjak dari sana. Dia tidak peduli lagi dengan wanita itu lagi.
"biyan. Aku mohon" langkah biyan tercekat saat naomi memeluk salah satu kakinya
Ternyata wanita ini tidak menyerah
"berapa uang yg kau butuhkan? aku akan memberikan mu sekarang juga dan segera pergi dari sini!"
Naomi lagi lagi menggeleng. "aku tidak membutuhkan uang mu biyan. Aku hanya ingin bersama anak anak selama sebulan, hanya itu." pintanya
"tidak!" biyan tentu tidak akan tertipu dengan kedua kalinya. Trik murahan seperti ini sudah wanita itu lakukan empat tahun yg lalu dan berakhir arsen di bawa pergi oleh naomi untuk menjadi pelampiasan kemarahanya.
Beruntung arsen bisa kabur dari sana setelah mendapat siksaan parah selama dua minggu. Untung dia pernah bertemu dengan aeris yg menolongnya hingga dia kembali pada biyan.
__ADS_1
"biyan... Aku mohon" naomi sudah menangis memeluk kaki biyan tapi seperti nya pria itu tidak perduli.
"aku ingin memperbaiki semua kesalahan ku pada anak anaknya. Aku memintanya sebagai ibu yg melahirkan mereka." naomi memeluk erat kaki biyan
BRUGHH
Naomi tersungkur saat biyan menarik paksa kakinya. Menatap datar mantan istrinya yg sudah bersujud mencium sepatunya.
"hanya sebulan biyan"
"biyan masih diam, menimbang permintaan naomi. "baiklah" putusnya. Entahlah apa yg ada di kepalanya hingga mengijinkan naomi mendekati anak anaknya lagi.
Naomi mendongak menatap mantan suaminya. Memaskian pendengaran nya tidak salah.
"hanya sebulan.. Jangan coba coba melakukan hal gila pada anak anak seperti empat tahun lalu atau kau akan merasakan hadiah dariku."
Naomi mengangguk cepat tidak peduli dengan ancaman biyan. Senyum nya terbit dan menghapus air mata nya yg membanjiri wajahnya.
Biyan berjongkok tepat di depan naomi. Tersenyum miring dan menatap tajam pada netra hitam wanita itu. "jika kau mengungkit masalah itu lagi, maka siap siap saja"
Naomi masih diam masih di posisi yg sama. Dia menatap punggung biyan yg perlahan mulai menjauh. "itu salah satu alasan ku datang ke sini biyan"
____
Sebulan lagi!
Segala sumpah serapah mereka layangkan pada biyan saat mengetahui keputusan bodoh daddy mereka.
Jangan harap mereka berdua akan luluh dengan wanita ular itu.
Seakan tidak menganggap keberadaan naomi. Aro teru memeluk bundanya di hadapan wanita itu begitupun dengan arsen.
Biyan? Tidak peduli tentunya. Mengijinkan naomi untuk tinggal seatap dengan mereka bukan berarti dia care dengan mantan istrinya itu, dia ingin melihat sampai mana naomi bisa bertahan menghadapi sifat ketiga anaknya.
Dia ingin tau seberapa benci anak anaknya dengan ibu kandung mereka. Anggap saja biyan membiarkan naomi mendapat rasa penyesalan dari perlakuan anak anak mereka terhadapnya.
Terutama Aro dan Arsen yg belasan tahun hidup di siksa oleh ibu kandung nya sendiri tentu punya rasa sakit yg besar.
"lepasin dulu sayang pelukanya, ini tolong bawa ke meja makan ya." aeris memberikan aro mangkuk besar berisi sup buatanya.
Pagi ini entah mengapa aeris sangat ingin membuat sup hangat dan teoat sekali pagi ini sedang hujan
"morning ma.." sapa lionel
"pagi bunda!" Ai yg berada di gendongan lionel memberikan satu kecupan hangat di pipi aeris.
__ADS_1
"pagi juga. Duduk gih" aeris menarik satu kursi di samping nya untuk lionel duduk sedangkan Ai berada di pangkuan cowok itu.
Seperti biasa, mereka sudah berkumpul terkecuali biyan
Naomi yg sedari tadi diam menatap lekat gadis kecil di pangkuan lionel. "Aiora" panggil nya.
Ai menoleh saat namanya di panggil. Menatap wanuta asing yg duduk di kursi sebrang sana. "tante siapa?" tanyanya
"tante mommy kamu sayang" nada naomi melembut, tatapanya juga terlihat sendu pada gadis kecil itu.
Aro dan Arsen diam diam menyimak tapi tangan mereka terkepal erat. Mendengar suara sok lembut wanita itu saja membuat telinga mereka tiba tiba panas dan muak.
Kembali pada interaksi naomi dan Ai. Gadis kecil itu mengerutkan alisnya. Entah mengapa dia tidak suka
Pada wanita yg tersenyum padanya itu. "Ai gak punya mommy, Ai cuma punya bunda" ucap nya lugas
Lihat bahkan Ai saja tidak menganggap naomi sebagai ibunya.
Mempertahan kan senyumnya. Naomi maklum "tante ibu kandung kamu sayang"
Raut wajah Ai berubah datar. "daddy bilang ibu kandung ai sudah tenang di neraka"
Byuurrr
"pfhhttt.." arsen hampir tersedak susunya sedangkan aro menyemburkan teh yg baru akan di telan mendengar perkataan polos Ai.
"sayang" Aeris menegur Ai saat perkataan putrinya itu sudah keterlaluan.
Ai menoleh. "kenapa bun?"
Aeris mengelus oelan surai Ai. " gak boleh ngomong gitu ya sama momny" gadis itu menasehati.
Twins mrngerutkan alisnya, merasa tidak suka denan teguran bunda mereka untuk Ai. "bun, kali ini gk usah terlalu baik sama orang asing. Kita gak tau niat dia apa" kata arsen sembari melirik naomi yg duduk berjarak tiga kursi darinya.
"tapi-"
"aro selesai." pemuda itu berdiri dan berlalu dari sana. Telinga nya tidak ingin di buat semakin panas mendengar nasehat lembut aeris. Yg seakan memihak pada naomi.
Begitupun dengan kembaranya, Arsen beranjak dari sana tanpa menghabiskan sarapanya. di kursinya, Naomi menatap sendu di meja depanya.
"kita juga sudah selesai ma, kami pamit" kata lionel. Pemuda itu banyak diam setelah kedatang naomi di rumah ini.
"hati hati" pesan aeris, lionel mengangguk masih menggendong Ai dia pergi dari sana.
****
__ADS_1