Wanita Kesayangan Keluarga Millan

Wanita Kesayangan Keluarga Millan
bab 48


__ADS_3

Sekarang hanya tinggal Aeris dan Naomi di meja makan, tidak ada yg membuka suara karena aeris yg canggung dengan mantan istri biyan sedangkan naomi hanya diam saja dikursinya.


Dia tidak habis fikir dengan anak anak nya yg langsung berubah setelah kedatangan naomi di mansion ini, hal itu tentu menunjukan seberapa besar rasa sakit yg telah naomi torehkan pada anak anaknya.


"mbak.." akhir nya aeris membuaka suara


naomi mengangkat wajahnya, ekspresi wanita itu menampakan kebencian secara terang terangan kepada aeris. "senang kamu melihat melihat anak anak bersikap tidak sopan pada ibu kandung nya sendiri?"


Aeris diam berusaha sabar menghadapi wanita tempramental di depan nya. "saya gak ada maksud seperti itu mbak" terangnya


"alah, saya gak peduli. Kehadiran kamu di sini benar benar membuat anak anak membenci saya, dan itu semua karena kamu!" naomi menunjuk aeris sembari berseru marah.


BRAK


"cukup naomi" itu suara biyan. Dia menghampiri aeris setelah mengebrak meja makan. "selain tidak sadar diri kamu juga tidak tau diri. Aeris lebih baik dari pada kamu." bentaknya


"mas" aeris mengelus pelan lengan biyan. "jangan marah marah"


Di sebrang sana naomi menatap tidak suka interaksi dua manusia di depanya. "memang nya dia bida apa? Apa kamu sudah tertipu dengan wajah polos nya itu? Dia hanya mengincar harta mu saja. gadis dari kelas rendahan seperti nya pasti sudah menjual diri nya di club malam. Seberapa bisa dia memuaskan mu di ranjang biyan.?"


"tutup mulut busuk mu sebelum aku benar benar merobek nya. Aku memberi mu kesempatam untuk memperbaiki hubungan mu dengan anak anak. Bukan mencari perkara lain dengan menghina aeris. Dia lebih baik dari dirimu yg hanya tau menjual ************ pada pria hidung belang di luar sana.


Savage!


"benarkah aku tidak percaya dengan wa-"


BRAKK


PRANG


"Astaga mas!" pekikan aeris mewakili betapa terkejutnya dia saat melihat wajah naomi penuh dengan darah setelah mendapatkan lemparan mangkok dari biyan.


"jangan pikir aku tidak bisa bebuat kasar pada mu setelah mengijinkan mu untuk tinggal di sini" setelah itu biyan langsung menarik paksa aeris pergi dari sana. Meninggalkan naomi yg terduduk memegangi kepalanya yg terus mengucurkan darah segar.


Biyan tidak sebodoh itu untuk tidak menyiksa naomi. Hitung hitung melampiaskan dendamnya sebelum dia bemar benar membunuh naomi.


Cara nya untuk balas dendam anti mainstrem

__ADS_1


Banyak rencana yg biyan susun untuk wanita gila itu saat menerima kembali naomi di mansionya.


"dasar wanita sialan..."


____


Rooftoop SMA kejayaan bangsa


Lima orang cowok tengah berkumpuldi rooftop gedumg kelas XII , Fyi setiap tingkatan mempunyai gedung masing masing yg berjumlah empat lantai.


Di rooftop ini, hanya bisa di akses oleh mereka berlima. Temoat itu yg sebelumnya kotor dan terbengkalai dan di sulapoleh mereka menjadi bascamp kecil kecilan. Tempat pelarian mereka sat bolos selain kantin dan markas eagler.


"ngapain tuh bocah ninju samsak mulu? Gak capek apa?" tanya zayyan dia menatap ngeri Aro yg terus meninju samsak sejak setengah jam yg lalu.


"marah kali. Biasanya kan suka gitu" alas angkasa yg duduk di sebelah zayyan


Hari ini Aro dan Arsen tampak aneh, aura keduanya begitu pekat hingga mereka hanya diam dan tak bisa berkutik, tidak berani menanyakan perihal suasana hati dua budak kembar itu.


Jika Aro sibuk melampiaskan amarahnya dengan meninjuk samsak, lain lagi dengan arsen. Cowok itu hanya diam tidak pernah berbicara sejak datang ke sekolah.


"aneh" gumamnya


Di tempat lain..


HELION CORP RUANGAN CEO


"Sayang aku harus apa?" pertanyaan entah itu sudah puluh ke berapa masuk ke telinga aeris.


Saat mereka sampai ke ruangan, biyan langsung memeluk aeris dengan erat. Beban pikiran nya semakin banyak saja sejak kedatangam naomi.


Aeris membawa mereka untuk duduk di sofa. Mengelus punggung biyan berharap agar pria itu sedikit tenang.


"huft.." aeris menarik kepala biyan agar menatap nya. "solusinya hanya satu mas... Jangan lari dari masalah"


Seperti nya mau tidak mau aeris harus terlibat dengan masalah keluarga millan. Khususnya dengan ketakutan yg pria di depanya ini alami.


Sedangkan biyan. Dia mengerti ucapan aeris, namun sangat susah untuk jujur, dan dia juga bingung harus mulai dari mana.

__ADS_1


"sebenernya aku gak mau terlubat dengan urusan pribadi mas, tapi ini ada kaitanya dengan anak anak dan aku gak mungkin tinggal diam saja saat traum mereka kembali muncul karena kehadiran mbak naomi kembali ." dia tahu betul sifat anak anaknya berubah drastis setelah kedatangan naomi.


Biyan diam, masalah ini pasti akan menyakiti banyak pihak baik itu keluarga millan atau keluarga Tanubarta.


"aku akan selalu di samping mas apa pun yg terjadi" aeris tersenyum menenangkan


"mas bingung mau mulai dari mana.. Mas,"


___


MANSION KELUARGA MILLAN PUKUL 16.00


Ai, Lionel Dan twins berjalan memasuki mansion, dengan raut wajah datar tanpa ekspresi. Sangat berbeda dari hari hari sebelumnya naomi datang.


Para pekerja di mansion itu tentunya juga merasakan dampak dari keberadaan naomi, mereka kembali mendapatkan perlakuan semena mena dari wanita itu di saat penghuni mansion ini tidak ada. Padahal baru kemarin menetap di mansion mewah ini.


Pekerja lama tentu tidak kaget lagi dengan sifat buruk naomi satu ini, namun bagi pekerja baru yg tidak pernah merasakan sikap semena mena naomi tentu tidak punya dendam oribadi maupun berjamaah pada wanita itu.


Mereka juga tidak takut untuk menggosipi sampai membandingkan nenek lampir sok berkuasa macam pulu pulu itu dengan aeris yg baik, ramah, lemah lembut dan keibuan.


sedangkan nenek lampir macam pulu pulu itu sekarang sedang berada di ruang tengah menikmati cemilan sambil menonton TV. Berasa di rumah sendiri.


"eh, kalian udah pulang." suara sok lembut menyapa gemdang telinga empat anak manusia yg terus berjalan mengabaikan naomi di sana.


"udah tau kita pulang malah nanya" ucap arsen tanpa melihat siapa objek yg di sindir nya.


"maklum sen, SKSD." celetuk Lionel, tumben penerus Tanubarta itu bersuara


Naomi yg merasa di rendahkan pun menggeram marah. Matanya menatap sengit satu pemuda yg terakhir berbicara tadi.


"Aib Tanubarta sudah mulai sok berkuasa ternyata." naomi tersenyum tipis saat keempat orang yg baru menginjakan di undukan tangga berhenti dan menoleh padanya.


Tangan lionel langsung mengepal, dua kata pertama yg di lontarkan wanita di sana berhasil membuka luka lama nya setelah beberapa bulan dia tidak mendengar nya lagi.


Aib Keluarga..


****

__ADS_1


__ADS_2