Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
113. Senjata Berjiwa


__ADS_3

Kelompok pangeran mahkota saat ini tengah berada di tepi lembah kabut pelangi.


Kabut warna warni yang terpancar di wilayah tersebut cukup menarik para pencari harta Karun.


Tak hanya kelompok dari istana Darah Besi saja ternyata yang sudah berada di sana, tapi beberapa kelompok yang tak bisa di remehkan juga sudah berdatangan di sana.


Kabut yang ada di Lembah Kabut Pelangi juga sama seperti kabut hutan larangan bersifat korosif dan penuh tekanan.


Semua yang berada di bawah ranah Bumi bahkan mulai tak tenang dengan aura kuat yang menyebar dari luapan kekuatan kabut tersebut.


"Hati hati.. semua yang merasa tak sanggup jangan di paksakan.." Long Duan memperingatkan anggota lainnya, dia berkata demikian karena tak ingin anggota pangeran mahkota mati sia sia.


Pangeran mahkota berpaling kepada pria dengan zirah keemasan, "Panglima Sen, atur anak buahmu."


Pria dengan zirah keemasan itu mengangguk, "Baik Pangeran."


Ternyata dalam rombongan pangeran mahkota memang ada prajurit yang masih berada di ranah Awal Tinggi, dan itu berbahaya jika memaksa masuk ke dalam kabut pelangi.


Setelah meninggal kan hampir seperempat anggotanya, rombongan pangeran mahkota memasuki ketebalan kabut korosif tersebut.


Makin ke dalam kekuatan tekanan dari kabut itu memang makin kuat, apalagi di tambah dengan daya korosif yang kian menghebat.


Beberapa mayat sudah terlihat bergelimpangan dalam ketebalan kabut tersebut, nampak nya beberapa kelompok juga sudah mendahuluinya bergerak memasuki tempat tersebut.


Kini makin lama kabut makin menipis, seiring makin dekatnya orang orang itu ke pusat lembah Kabut Pelangi.


Setelah kabut menipis kini tampak lah sebuah bangunan besar dan menjulang di tengah tengah kabut tebal tadi.


Bangunan itu terdiri dari lima lantai dengan puncak bangunan memiliki banyak jendela, yang memancarkan warna berbeda beda, selayaknya pelangi.


"Pagoda pelangi lima lantai.."


Orang orang langsung terpaku dengan penampakan tersebut.


Biasanya pagoda terdiri dari tiga hingga tiga belas lantai, semakin tinggi lantainya semakin banyak warisan yang tersimpan di dalamnya tentu saja.


Keserakahan langsung terpancar dari mata orang orang itu.


Pagoda lima lantai itu memiliki delapan pintu sesuai dengan delapan arah mata angin.


"Ayo kita lewat pintu timur," Long Duan mulai memimpin orang orang yang di bawa pangeran mahkota.

__ADS_1


Sementara kelompok lain mulai memasuki pagoda itu dari arah pintu pintu yang lain.


**


Yuang Fengying saat ini sudah berada di atas altar, Dia merasa sedikit kebingungan.


Melihat banyaknya senjata, artefak dan benda benda lainnya benar benar membuatnya kebingungan untuk memilihnya.


"Sayang sekali hanya boleh membawa satu benda saja," keluhnya dengan muram.


Sosok yang 'terlihat tua' itu menajamkan kekuatan visualisasinya mencoba mencari dan memilih benda yang sesuai dengan kekuatan matanya itu.


Menyisir semua benda benda berharga yang ada di sana, terlihat beberapa benda yang menarik perhatian nya ada di sana, tampak sebuah pedang berwarna putih gading dengan aura dingin mungkin itu senjata tingkat Bertuah, lalu sebuah tombak dengan kekuatan panas yang menakutkan dengan tingkatan yang sama.


"Ugh ." anak itu mengeluh, keserakahan sesungguhnya menghampiri nya, namun melihat akibat yang mengerikan Yuang Fengying sadar diri, tak ingin melanggarnya.


Pandangan anak itu kembali berputar, dalam pandangan Yuang Fengying tiba tiba sebuah senjata terlihat bergerak di arah sudut dari tempat itu, senjata itu tertutup oleh senjata lainnya.


"Apa itu..?, senjata berjiwa? benarkah?."


Senjata berjiwa adalah senjata yang bisa memiliki keterikatan dengan pemilik nya, senjata seperti ini akan lebih bermanfaat jika sang pemilik yang menggunakan nya, jika senjata itu di curi yang lain, maka fungsinya akan menurun sebelum bisa menaklukan nya.


Mulai dari tingkatan senjata Raja mistik, senjata senjata itu memiliki jiwa, puncak kehebatan dari senjata berjiwa tentu saja senjata di tingkat Spiritual Illahi, karena senjata ini mampu berkomunikasi dan berbicara dengan tuan nya.


Ternyata itu adalah sebuah sabit tanpa gagang pegangan, nampak seperti boomerang, namun itu bukan Boomerang meski sama sama senjata lempar.


"Hmm, ini sangat menarik..," Yuang Fengying memegang senjata itu dan mengambilnya lalu pergi keluar dari altar.


Perwujudan senjata sejenis boomerang yang buluk dan terlihat berkarat, tak menarik semua orang saat Yuang Fengying membawanya.


**


Yuang Fengying berjalan keluar dari gua tersebut setelah mendapat kan senjata lempar tersebut.


Menyimpan senjata itu kemudian melihat sekeliling setelah keluar dari gua, "Ada di mana ini?."


Terlihat 'sosok tua' itu kebingungan dengan lingkungan sekitar nya.


Saat ini dia merasa berada di sebuah puncak gunung yang memancarkan elemen logam yang kuat, ya dia saat ini berada di gunung Logam, sebuah wilayah dari kerajaan Darah Besi yang berada di bagian barat laut, dari benua tanah tengah.


Belum hilang keterkejutan Yuang Fengying dengan apa yang di alami nya, beberapa bayangan terlihat melesat kearahnya.

__ADS_1


Beberapa orang kini sudah terlihat mengepung Yuang Fengying, melihat simbol di baju yang mereka kenakan nampak nya mereka berasal dari perguruan Cakar Iblis, sebuah perguruan yang sama dengan wanita cantik yang di kalahkan Yuang Fengying saat akan naik ke altar.


"Mau apa kalian?." Yuang Fengying bertanya dengan acuh tak acuh.


"Kami akan menghukum mu pria tua, karena sudah berlaku tak sopan kepada nona kami." kata salah satu pengepung nya.


"Ya kau sudah menyinggung nona Angsa perak, yang juga salah satu tetua kami." sahut yang lain. "Maka kau harus mati..!."


Wanita cantik yang di kalahkan Yuang Fengying selain tetua di perguruan Cakar Iblis juga nona muda perguruan itu, karena dia anak dari tetua Agung nya.


Orang orang yang mengepungnya saat ini rerata berada di ranah Bumi Dasar dan Bumi Jiwa, seluruh nya ada lima orang.


"Atau jika ingin selamat serahkan harta benda mu, maka kami anggap lunas.." kata anggota lainnya lagi sambil menyeringai.


Semua berlalu seperti itu karena melihat Yuang Fengying yang kini tengah menyamar menjadi sosok tua hanya seorang diri.


Melihat ada orang tanpa kelompok mampu memiliki harta Karun membuat keserakahan langsung timbul di hati orang orang itu.


"Kau ingin hartaku?, kau ingin merampok ku?." Yuang Fengying berkata dengan mencibir, niat bertarung langsung terpancar dari mata nya.


"Ya benar, bisa di katakan begitu.." jawab hampir semua orang pengepung sambil tertawa mengejek.


Begitu para pengurung nya berkata demikian, Yuang Fengying langsung mengaktifkan unsur elemen logam - petir -Api, menggabungkan tiga elemen dalam serangannya.


"Menebas Angin Menghadang Badai - Tebasan Kematian..!."


Begitu Yuang Fengying berteriak, sebilah senjata tajam terbentuk dari kibaskan tangannya dengan unsur ketiga elemen tersebut, gambaran pedang yang mengalirkan kekuatan petir dan api didukung kekuatan kerasnya logam.


Craaass.....!


Craaass......!


Para Begal itu langsung di tebas dengan hati dingin oleh Yuang Fengying.


Para pengepung tersebut langsung terbelah dan terpotong dalam sekejap mata, bahkan sebelum orang orang itu sempat berteriak dan bertindak.


Kecepatan gerakan Yuang Fengying yang di dukung oleh unsur elemen angin itu membuat lawan lawan nya tak mampu bereaksi apapun.


Darah berceceran dan mengalir deras menimbulkan genangan serta tumpukan anggota badan di sana.


_________

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya....


__ADS_2