
Para pengeroyok baru menyadari jika kekuatan remaja yang di keroyok nya sungguh luar biasa.
Semula mereka tak akan mengira jika lawan demikian kuat, mereka hanya berpendapat dengan mereka mengeroyok pasti akan membawa hasil positif, namun itu salah.
Dari serangan awal itu mereka mulai menyadari kekuatan lawan yang sesungguhnya, dan itu sungguh sudah terlambat.
Crash...
Crash...
Lesatan angin serangan itu ibarat sebuah pisau yang melesat dan membelah badan para pengeroyok nya tanpa adanya belas kasihan.
Hanya dalam beberapa ayunan saja, dua mayat langsung jatuh bergelimpangan di pinggiran hutan itu, membuat para pengeroyok Ying Zhi Dao yang ada di sisi berbeda langsung terkesiap dan kaget.
"Monster ... Ini kekuatan monster yang sesungguhnya."
Para binatang siluman yang menjelma menjadi manusia itu makin terbakar dengan pemandangan itu.
"Lakukan sesuatu..!." Jin Jia Feng yang berada di pinggiran langsung berteriak sambil mengatur pola serangan, tujuh orang yang tersisa.
"Garis Darah Keturunan - Ras Kera Putih Bulu Perak..!." teriak beberapa orang yang masih mengeroyok itu.
Saat ini hanya ada dua sosok yang mengeroyok Ying Zhi Dao, sisanya sudah mengarah kan serangan kepada Yuang Fengying yang di ketahui memiliki serangan lebih kuat.
Dalam waktu sekejap saja orang orang itu sudah berubah wujud nya, tak lagi memiliki sosok fisik manusia murni namun berubah.
Setelah mengaktifkan garis darah keturunan nya, mereka kini berwujud manusia kera dengan tinggi dua kali lebih besar dari semula, sekujur tubuh nya di penuhi oleh bulu bulu putih keperakan, dan otot otot tubuh yang kekar dan mengerikan.
"Kau memaksa kami melakukan ini, aku akan mencabik cabik tubuh mu." satu sosok manusia kera di sisi kanan Yuang Fengying menggeram memamerkan taring taring tajamnya.
Dengan perwujudan seperti ini kekuatan mereka menjadi beberapa kali lipat kuatnya.
Siu.. Siu...
Sosok sosok itu menebaskan senjata di tangan mereka ke arah Yuang Fengying.
Gelombang kekuatan senjata itu melesat dari segala arah, mencacah ke arah remaja itu.
Jika orang biasa menerima serangan seperti ini sudah pasti akan menjadi cacahan daging giling.
Yuang Fengying hanya menggeleng pelan, melihat lesatan serangan yang melesat ke arahnya, remaja itu masih saja tenang.
"Seribu Perisai...!."
Begitu dia berteriak lapisan tipis tiba tiba tercipta dari sekujur tubuh nya, membuat seluruh badan Yuang Fengying terlapisi semacam selaput warna warni tipis di seluruh tubuh nya.
__ADS_1
Jika sebelumnya Yuang Fengying menciptakan teknik pertahanan tersebut secara kasar yakni berwujud semacam pelindung atau tameng, namun seiring meningkatnya kultivasi jiwa dan raganya, jurus tersebut makin sempurna, tak lagi berwujud perisai tapi malah seperti selaput tipis yang menempel di badannya.
Badan Yuang Fengying terlihat berkilau layaknya kristal berlian terkeras.
BAM..
BAM..
Serangan serangan itu seperti air yang membentur karang yang kokoh, tak memberikan kerusakan apapun pada tubuh Yuang Fengying.
"Menebas Angin Menghadang Badai - Lesatan Kehancuran..!."
Pedang unsur logam bercampur petir dan api yang tercipta di tangan Yuang Fengying bergerak acak dan sangat cepat, membentuk pola serangan yang langsung menebas ke arah sosok sosok pengeroyok nya.
Siu.. Siu....
Dalam beberapa gerakan acak itu senjata ciptaan Yuang Fengying langsung menebas tubuh tubuh siluman kera yang mengurung nya.
Crash...
Crash...
Beberapa sosok langsung terbelah senjata Yuang Fengying, membuat Jin Jia Feng yang ada di pinggiran hanya terbelalak ketakutan.
Saat ini hanya tinggal dua pengeroyok Yuang Fengying yang masih berdiri, tiga sosok sudah di tebas nya dan mati berserakan.
Jin Jia Feng mulai ketakutan, wajahnya sudah pucat dan badannya menggigil gemetaran.
Tuan muda yang lemah tapi arogan itu saat ini tengah mempertimbangkan diri untuk kabur meninggalkan tempat itu.
"Aku harus meninggalkan tempat ini.'"
Weeng...
Dengan cepat Jin Jia Feng meloncat berlari secepat nya, melesat meninggalkan lokasi tersebut.
Namun baru beberapa ratus meter dia meninggal kan lokasi pertempuran di kejauhan terlihat sebuah bayangan telah menghadang jalur pelarian nya.
"A-apa..!, b-bagaimana bisa..?!.'
Yuang Fengying sudah menghadang di tengah jalan dengan senyum menakutkan dan tatapan membasmi lawan.
"Mau kemana kau pecundang..!."
Jin Jia Feng tercekat dan menghentikan gerakan nya.
__ADS_1
"A.aku..."
"Dasar sampah pengecut..!, meninggalkan bawahan untuk di bantai ..!."
"A.a.... aaach...!."
Yuang Fengying tak lagi membiarkan lawannya berbicara, langsung mengayunkan lengannya, membentuk lesatan yang mampu memotong badan lawannya menjadi dua bagian, membuat jeritan kematian yang memecah keheningan hutan tersebut.
**
Sekelompok orang tengah berkumpul di sebuah tempat.
Mereka adalah aliansi pelindung yang terdiri dari beberapa orang kuat di benua Tanah Tengah.
"Jika kita tak segera mengambil tindakan, wilayah ini pasti akan di kuasai orang orang dari benua lain." sosok pria tua berbaju hitam berkata.
"Hm, ya memang begitu keadaan nya." sahut sosok lainnya.
"Begitu bagaimana?, apakah kita hanya akan diam dan melihat saja." wanita tua dengan pakaian mewah sudah menaikan suaranya.
Wanita ini adalah Nyonya Ru salah satu anggota dari Paviliun Tangan Keadilan, sebuah kekuatan hebat dari sepuluh kekuatan di benua Tanah Tengah.
Paviliun Tangan Keadilan sudah lama berniat bergerak saat para pengacau dari benua lain datang saat itu, hanya saja kelompok Aliansi Pelindung belum bergerak, serangan kelompok dari benua lain sesaat berhenti.
"Kita tenang dahulu, saudara saudaraku semua, kita bahas lagi apa yang mesti kita lakukan dengan perencanaan yang matang." pria tua dengan jubah putih menengahi pembicaraan yang terkesan memanas itu. "Karena bagaimana pun orang orang dari benua lain yang ku dengar sangat kuat, kekuatannya di atas tingkatan Kuasa Sejati."
Semua orang yang ada di sana mengangguk membenarkan informasi tersebut.
"Untuk itu kita susun lagi, rencana apa yang akan kita lakukan bersama sama ini."
Memang sebagian orang masih belum mengetahui kekuatan para pengacau dari benua lain, namun bukti bukti serangan yang telah mereka lakukan sungguh mengerikan, dan mereka menyadari itu.
**
Sementara itu di atas samudra yang luasnya tak terukur sebuah armada terbang terlihat melayang di wilayah tersebut.
Pria tua dengan baju katun bersih terlihat menatap di kejauhan, pikirannya masih menerawang entah kemana, sementara sepuluh orang yang di bawanya termasuk Li Chung masih duduk berkultivasi di bilik bilik yang ada di armada terbang tersebut.
Hanya para awak kapal armada terbang itu yang terlihat sibuk mengikuti arahan kapten kapal tersebut untuk menjalankan pesawat itu.
"Kekuatan apa yang ada di wilayah itu?," Pria tua dengan baju katun bersih itu menatap lempengan segi tiga yang di bawanya.
Sebuah artefak yang mampu mendeteksi adanya sebuah benda yang diinginkan oleh tuan Penguasa.
___________
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya