
"Coba tetua ceritakan padaku tentang legenda masa lalu, biar menambah wawasan untuk ku." Yuang Fengying terlihat antusias untuk mempelajari sejarah perkembangan kehidupan.
Ming Tse tersenyum, melihat remaja di depannya, meski terlihat masih muda namun terlihat jelas bahwa pemuda di depannya tak sesederhana itu.
"Coba tuan muda tebak berapa usia ku?."
Yuang Fengying terkesiap, tak menyangka malah akan mendapatkan pertanyaan yang di luar perkiraan nya.
"Mengapa saya bertanya demikian, karena agar tuan muda bisa menangkap apa yang nanti ku ceritakan, karena sebagian hanyalah rumor, mitos dan legenda dari kakek dan kekek buyut nya, namun sebagian lagi adalah kenyataan yang ku lihat dan ku alami."
Yuang Fengying mengangguk, akhirnya paham maksud dari pertanyaan tetua kurcaci tersebut.
"Sebutkan berapa usiaku." Ming Tse tersenyum sambil mengelus jenggot panjang nya.
"Tujuh puluh tahun?." sebut Yuang Fengying asal setelah meneliti sejenak wajah pria tua tersebut.
Ming Tse tertawa, sambil menggelengkan kepalanya.
"Terlalu tua ya..?."
Ming Tse malah tertawa terbahak bahak, pria tua itu membusungkan dada, seakan menyombongkan sesuatu. "Usia tujuh puluh tahun terlalu sedikit untuk ku."
"Apa??!, sedikit?."
"Kaum biasa kami saja bisa lebih panjang umur di banding jenis mu, tuan muda."
Yuang Fengying kembali membelalakkan matanya, tak percaya dengan apa yang di dengarnya.
Memang ras manusia kerdil, ras peri, ras manusia naga, ras manusia raksasa serta ras iblis memiliki usia yang lebih panjang secara alamiah di banding manusia biasa.
"M...m.mungkin seratus tahun?."
"Empat ratus tujuh puluh enam tahun ini." Ming Tse menjawab dengan cepat karena Yuang Fengying tak mampu menjawab dengan benar.
"Apa..!? 476 tahun?."
"Hmm, benar tuan muda, tak percaya?."
Yuang Fengying kini terdiam, mau tak percaya tapi ini sesuatu yang nyata.
"Baik aku akan bercerita, biar tuan muda sedikit memahami tentang semua ini."
Ming Tse mengambil duduk di sebuah batu yang ada di pinggiran danau Biru, lalu di ikuti Yuang Fengying.
Pria tua tetua manusia kerdil suku Kulit Biru itu mulai bercerita, "Ini pengetahuan yang ku dapatkan dari leluhur ku secara turun temurun."
__ADS_1
"Sesungguhnya benua di bentang alam kita ini sangat banyak, tak hanya benua Tanah Tengah, dan benua di empat arah mata angin saja, tapi ada ribuan."
Yuang Fengying terkejut dan makin tertarik.
"Tempat yang kita sebut benua Tanah Tengah, sesungguhnya bukan benar benar sebuah benua, meski ini sudah sangat luas, tempat ini hanya setitik wilayah di bentang alam yang maha luas."
"Jagat bentang alam yang sesungguhnya terbagi dalam sembilan benua yang sebenarnya." Ming Tse menghentikan sejenak perkataan nya, menelan ludah lalu melanjutkan kembali.
"Yakni Benua Tai Yang, benua Sue Liang, benua Xing Xing, benua Xingxi, dan lima benua lainnya."
"Empat benua yang aku sebutkan adalah yang terdekat dan berdekatan, selainnya aku sendiri lupa namanya."
Yuang Fengying masih menyimak cerita tersebut dengan sangat antusias, pengetahuan remaja itu kini makin bertambah.
"Tanah Tengah yang kita sebut benua, sesungguhnya hanyalah sebuah pulau kecil yang berada di kawasan benua yang sesungguhnya, yakni Benua Tai Yang."
"Jadi di Benua Tai Yang, ada ratusan bahkan ribuan wilayah seluas tempat kita ini."
Yuang Fengying kembali mengangguk anggukkan kepala nya, remaja itu baru menyadari jika bentang alam ini begitu luasnya.
Yang kata orang benua Tanah Tengah saja, hingga saat ini belum seluruh nya bisa di jelajahi nya.
Kini bahkan tetua Ming Tse bercerita tentang hal yang spektakuler seperti ini, membuat remaja itu makin terpana dan takjub.
"Itu baru wilayah bentang alam nya." Ming Tse menghentikan cerita nya, menatap Yuang Fengying yang masih antusias mendengarkan.
Yuang Fengying mengangguk membenarkan anggapan tersebut, karena memang seperti itu kemungkinan nya.
"Penghuni tiap tiap wilayah pastinya juga memiliki kekuatan sendiri sendiri."
Yuang Fengying kembali mengangguk.
"Yang kita tahu unsur elemen hanya ada tujuh, sesungguhnya tidak demikian."
"Ada banyak unsur elemen yang masih belum terungkap di alam ini, seperti unsur elemen cahaya, unsur elemen Kegelapan, unsur elemen ruang dan waktu serta masih banyak lainnya."
"Hah, memang ada yang demikian?." Yuang Fengying terkejut dengan kenyataan tersebut.
"Ya, itu nyata, aku pernah bertemu dengan penguasa cahaya, juga penguasa unsur elemen kegelapan."
"Jika penguasa unsur elemen cahaya mampu menciptakan cahaya, kebalikannya unsur elemen Kegelapan akan memakan unsur cahaya dan menciptakan dunia tanpa cahaya tersebut."
Yuang Fengying tak henti hentinya untuk terkejut dan terpana, apa jadinya jika dunia tanpa cahaya?, dan Kegelapan menguasainya? pasti mengerikan.
"Menurut cerita nenek moyangku, sesungguhnya dahulu kala beberapa ilmu pengetahuan dan kekuatan di turunkan oleh sosok yang sama."
__ADS_1
"Sosok itu menyebar kekuatan nya di jagat raya ini."
"Untuk apa..?."
"Hmm, itu aku tidak tahu, karena ini juga merupakan cerita turun temurun dan untuk kebenaran nya aku tak bisa menjamin."
Ming Tse menghela nafasnya, menghentikan sejenak cerita nya.
"Nenek moyangku dahulu adalah salah satu pengikut dari seseorang yang mendapat kan sebaran kekuatan sosok tersebut."
"Eum, jadi sosok itu menyebar kekuatan nya, lalu seseorang mendapatkan 'takdir' menerima sebagian kekuatan sosok tersebut?, dan nenek moyang tetua Ming menjadi pengikut orang yang beruntung itu?."
"Kurang lebih begitu," Ming Tse mengangguk dan tersenyum.
"Jadi kekuatan spiritual dari kolam pemurnian Meridian yang kini sudah menghilang berasal dari leluhur tetua Ming?."
"Ya lebih tepatnya leluhur semua manusia Kurcaci," sahutnya pelan.
"Artinya secara tidak langsung kekuatan di tempat ini berasal dari sosok yang menyebar kekuatan?."
"Benar."
Yuang Fengying mengangguk angguk, wawasan nya kini bertambah.
"Dan aku kira kamu juga sudah paham jika kekuatan tertinggi bukan lagi tingkatan ranah Kuasa Sejati, bukan?." Ming Tse yang kini bertanya kepada Yuang Fengying.
"Ya aku sudah mengira hal itu."
"Bagus, tuan muda Fengying memang pria yang berwawasan luas."
"He..he.. aku masih sedang belajar tentang seluruh yang ada di bentang alam ini," remaja itu memerah wajahnya, sedikit malu di sebut memiliki 'wawasan luas'.
Dua orang itu kini terdiam, lalu beranjak berdiri dari duduknya, kembali melangkahkan kakinya mengelilingi wilayah danau Biru.
"Maaf tetua, apakah aku boleh mendekati patung Leluhur yang masih memegang bejana itu?." Yuang Fengying menunjuk ke arah patung yang kini terlihat tak terawat tersebut.
"Ha..ha.. tentu saja boleh, saat ini patung itu sudah tidak lagi istimewa seperti waktu zaman leluhur ku."
"Aku akan mencoba mencari 'pemahaman' disana." jujur Yuang Fengying berkata tentang tujuan nya.
Meski saat ini kekuatan spiritual sudah tak mengalir dari bejana patung itu, namun jejak keinginan dari sisa kekuatan spiritual masih tercetak di sana, dan Yuang Fengying jelas masih tertarik dengan itu.
"Silahkan tuan muda pergi kesana jika begitu." Ming Tse mempersilahkan remaja tersebut untuk menghampiri patung dengan bejana tersebut, sementara Ming Tse kembali ke rumah utama yang ada di tengah pemukiman.
__________
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya...