
"Siapa itu..!!?." Sesepuh Rong menatap ke arah stupa lain.
Terlihat di stupa lain seseorang tengah mencoba memasukinya.
"Benar seperti yang telah aku jelaskan, mungkin selain kita ada kelompok lain yang menerobos dan memasuki tempat ini meski saat ini belum waktunya tempat ini terbuka untuk umum." sesepuh Ling berkata sambil melirik dengan pandangan meremehkan.
Sejenak mereka bertiga mundur untuk melihat apa yang bisa di lakukan oleh penerobos di sebelah.
"Ck, hanya seorang berandalan, bisa apa..ha..ha.." sesepuh Rong tertawa pelan dengan penuh ejekan.
Fen Shanming menatap acuh tak acuh ke arah Yuang Fengying yang tengah mencoba memasuki stupa kecil lainnya itu.
Dari jarak yang demikian juah bagi mereka bertiga, membuat ketiganya tak bisa begitu jelas melihat sosok Yuang Fengying.
"Apa yang di lakukannya?!." sesepuh Ling membulatkan mata tua nya, saat melihat remaja yang berjarak beberapa puluh meter mulai bisa bergerak mendekat ke arah stupa kecil.
Yuang Fengying maju melesat kedepan dimana para prajurit batu sudah menghadang nya.
BAANG...!
Yuang Fengying mengayunkan tangannya, menghantam dada dari sosok batu berbentuk manusia tersebut.
Begitu terhantam sosok itu langsung terdiam, saat aura cahaya tipis yang membentuk sebuah bulatan itu terburai seakan 'pecah' menjadi tak beraturan.
"Apa..!?, jejak cahaya keinginan itu mulai berkumpul kembali??."
Yuang Fengying membelalakkan matanya, rupanya jejak keinginan yang berbentuk bulatan cahaya tak bisa di hancurkannya.
Bulatan cahaya dari jejak keinginan itu dengan perlahan mulai memulihkan diri, artinya jika jejak keinginan yang berujut bulatan cahaya itu kembali seperti semula maka sosok sosok manusia batu akan pulih kembali.
"Hmm, aku harus cepat jika begitu.'' Remaja itu bergumam dan bergerak makin cepat.
Gerakan nya sungguh cepat menghantam sosok sosok batu tersebut.
"Sial..!, rupanya bulatan cahaya 'jejak keinginan' tak selalu di dada." remaja itu mulai mengeluh, begitu menyadari jika 'Nyawa' dari tiap tiap sosok batu tersebut berbeda, dan letaknya tak sama tapi tersebar di sekujur tubuhnya.
"Kepala..!." Yuang Fengying menghantam kepala sosok batu.
__ADS_1
"Dada..!." remaja itu menghantam dada setelah menemukan letak kelemahan sosok tersebut.
"Perut kanan.."
"Dada kiri bawah."
Berturut turut remaja itu menyerang setelah menemukan tempat titik titik dimana itu adalah kelemahannya.
Perbuatan Yuang Fengying tak luput dari pengamatan tiga sosok peri tersebut.
"Berandalan tengik itu mampu mengalahkan pasukan batu sedemikian cepat." sesepuh Rong bergumam pelan, dengan wajah terlihat muram.
"Dari kelompok mana dia?, pasti dari kelompok kuat di benua ini." sesepuh Ling menimpali perkataan rekannya tersebut, menurut pengertian nya pasti Yuang Fengying berasal dari kelompok kuat dan sudah memiliki pengetahuan tentang rahasia kelemahan sosok sosok-sosok batu.
Berbeda dengan dua tokoh tua yang terlihat kesal dengan keberhasilan Yuang Fengying, Fen Shanming menatap dengan penuh ketertarikan.
"Sungguh kekuatan yang luar biasa." gumam nya pelan.
Saat ini Yuang Fengying sudah berhasil menghentikan hampir sembilan puluh persen penjaga stupa kecil tersebut.
"Paha kanan.."
Remaja tersebut makin mempercepat gerakan nya, jangan sampai sosok sosok batu yang di hentikan nya bangkit dan bergerak kembali sebelum dia berhasil mendapatkan roh inti bumi.
"Hmm, tinggal dua sosok lagi yang berada di pintu masuk stupa, aku harus cepat." Yuang Fengying meloncat menendang perut sosok batu, dimana kelemahan nya ada di sana, lalu menghantam pelipis kanan sosok lainnya .
"Akhirnya semua bisa ku hentikan." dengan bibir tersenyum Yuang Fengying melesat masuk ke dalam stupa kecil.
**
"Bajingan keparaat..!." Sesepuh Rong langsung mengumpat kesal, meski berada di samping putri mahkota, pria tua tersebut tak bisa menutupi kekesalan nya melihat Yuang Fengying kini sudah masuk ke dalam stupa.
"Apa kita akan kalah dengan berandalan itu." sesepuh Ling juga geram dengan pencapaian yang di dapatkan oleh orang asing tersebut.
"Ayo kita kembali berjuang lebih keras lagi..!." Sesepuh Rong langsung bergolak darahnya, semangat untuk menaklukan sosok sosok batu kembali berkobar.
"Anak itu bergerak begitu cepat, kita bertiga juga harus cepat menghacurkan sosok sosok ini, sebelum utuh dan bangkit kembali." Sesepuh Ling mulai sedikit menemukan metode untuk kelompok nya.
__ADS_1
Jika Yuang Fengying hanya memukul pada bagian di mana bulatan cahaya samar 'jejak keinginan' yang menjadi 'Nyawa' sosok batu itu, tidak dengan kelompok para manusia peri tersebut.
Ketiganya dengan ganas memukul dan menghancurkan sosok sosok batu hingga cerai berai, meski dalam beberapa saat sosok sosok itu kembali pulih dan bergerak.
**
"Aha..!," Yuang Fengying berteriak kegirangan saat remaja tersebut mampu masuk ke dalam stupa kecil.
Begitu berada di dalam stupa kecil yang memiliki lebar lima meter persegi, Yuang Fengying bisa melihat sebuah kristal batu berwarna kehitaman di tengah tengah stupa tersebut.
Batu kristal berwarna kehitaman itu berada di tengah ruangan di sangga oleh sebuah tongkat dari batu alam dan terlihat berdenyut pelan, seakan memiliki jiwa.
"Hmm, sungguh indah kristal roh inti bumi ini." Yuang Fengying mulai mengambil batu kristal roh inti bumi.
JREEENG...
Begitu remaja itu memegang benda tersebut, kristal roh inti bumi seperti terkoneksi dengan unsur elemen tanah yang di miliki nya.
Saat ini kekuatan unsur elemen tanah yang di miliki Yuang Fengying memang paling lemah di banding unsur elemen yang lainnya.
Dengan lemahnya unsur elemen tanah yang dimiliki saat ini, maka bayi perunggu roh inti bumi bisa langsung terkoneksi dan memberikan manfaat bagi nya.
Namun jika dia sudah menyerap kekuatan unsur elemen tanah dari bayi perunggu roh inti bumi tersebut, maka kristal bayi perunggu roh inti bumi sudah tak memiliki manfaat lagi baginya, dia harus mencari artefak yang lebih tinggi dan kuat lagi, seperti bayi perak roh inti bumi atau bayi emas roh inti bumi dan yang lainnya.
Yuang Fengying mulai duduk di dalam stupa, tak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk segera menyerap kekuatan kristal roh inti bumi, apalagi prajurit batu sepertinya tak berani untuk memasuki stupa ini.
Saat ini Yuang Fengying sudah tenggelam dalam kultivasi nya, menyerap kristal roh inti bumi yang berada di telapak tangannya.
Jika orang lain mungkin tak akan mampu menyerap kekuatan bayi perunggu roh inti bumi dalam sekali waktu, namun tidak bagi remaja tersebut.
Dengan adanya bola cahaya Pagoda Dewa dan Kristal Pelangi maka semua kekuatan yang di serap nya, akan di tampung di dua kristal tersebut sebelum di olah dan di distribusikan nantinya.
Namun jika itu orang lain, melakukan penyerapan dalam sekali waktu, bisa bisa tubuhnya akan meledak karena luapan kekuatan yang masuk ke dalam tubuh nya tak terkira.
Saat ini di ruang jiwa khususnya bilik unsur elemen tanah terlihat lebih bergolak, meski demikian kekuatan yang melimpah dari unsur tanah tersebut, terlebih dahulu di serap dua kristal yang ada di ruang jiwa nya.
_________
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya