
Gua tempat pertarungan kini sudah luluh lantak.
Dari ujung paling dalam yang di katakan perut gua hingga ke mulut gua terlihat terkoyak, terburai karena ledakan dari dalam tersebut.
Saat ini bekas gua itu malah terlihat seperti parit raksasa dengan puing puing berserakan di sekitar nya.
Ying Zhi Dao yang saat ini kembali ke gua tak bisa menyembunyikan ketakjuban nya, sisa pertarungan itu sungguh mengerikan.
Tempat itu seperti lorong yang di congkel oleh senjata raksasa yang maha kuat.
"Bagaimana dengan Fengying?, mengapa aku tak bisa menemukan jejaknya?."
"Begitu juga dengan dua lawannya, kemana mereka semua?."
Dengan kekuatan spiritual nya Ying Zhi Dao mencoba memindai tempat itu dan sekitarnya, namun tak di temukan juga tanda tanda aura kehidupan.
"Mungkinkah semua pergi dan bertarung di tempat lain?."
"Atau mereka semua mati tertimbun sisa sisa reruntuhan?."
Pria paruh baya itu meloncat ke sana kemari mencoba mencari keberadaan Yuang Fengying, namun tetap tak menemukan apapun.
Bahkan Ying Zhi Dao mencoba mencari dengan mengerahkan kekuatan spiritual nya, untuk mencari kekuatan jejak spiritual remaja tersebut, itu pun tak berhasil.
"Aah, apakah memang mereka sudah mati?.'' dengan muram Ying Zhi Dao mengeluh pelan, sambil duduk istirahat di reruntuhan.
**
Yuang Fengying masih memulihkan diri di sebelah kotak kristal transparan yang ada di atas altar gua.
Saat terjadi ledakan dan Yuang Fengying terlempar di atas altar dan sesungguhnya altar tersebut bergeser masuk jauh ke dalam tanah, seakan ada kekuatan yang menarik dan melindungi altar tersebut dari kehancuran.
Saat ini Yuang Fengying tengah duduk bersila di atas altar di samping kotak kristal transparan yang memancarkan cahaya pelangi.
Altar tersebut berada jauh di kedalaman tanah, hingga beberapa ratus meter jauhnya, itu sebabnya Ying Zhi Dao tak mampu mendeteksi keberadaan Yuang Fengying bahkan jejak auranya sekali pun.
Di Palung Jiwa Yuang Fengying, kristal Pagoda Dewa terus bersinar, memancarkan cahaya ke seluruh ruang jiwa, terutama kristal pelangi yang ada di bawahnya.
__ADS_1
Lalu dari kristal pelangi memancarkan cahaya aneka warna ke seluruh bilik bilik yang kemudian di pancarkan kekuatan nya ke tubuh Yuang Fengying.
Nampaknya pancaran warna warni di ruang jiwa remaja itu membuat kotak transparan juga bersinergi dengan tubuh remaja tersebut.
Seperti satu kesatuan dengan Kristal Pelangi yang ada di ruang jiwa, kotak kristal transparan yang ada di samping Yuang Fengying juga memancarkan cahaya nya menyelimuti raga remaja tersebut, Cahaya pelangi itu seperti mencoba menyembuhkan raga Yuang Fengying dari luar.
**
Satu hari berlalu...
Ying Zhi Dao yang masih mencoba menemukan Yuang Fengying tak juga berhasil.
Bahkan pria itu mencoba menggali di beberapa tempat untuk mencoba menemukan badan remaja itu jika memungkinkan, namun tetap nihil.
"Akan ku coba di sudut sana, seharusnya itu tempat altar itu berada."
Ying Zhi Dao meloncat ke arah ujung wilayah yang di sinyalir pusat gua di mana altar tersebut berada.
Lelaki itu mengerahkan kekuatan Kuasa atas unsur elemen Air-Es nya, sebuah lengan panjang dari unsur tersebut tercipta dan mencoba membuka reruntuhan yang ada, namun tak juga menemukan tanda tanda keberadaan Yuang Fengying, itu membuat Ying Zhi Dao mulai menyerah.
"Maafkan aku nak, aku bahkan tak bisa menemukan tubuh mu." dengan lemas pria paruh baya itu menghentikan semua usaha nya, saat ini Ying Zhi Dao terlihat meninggalkan tempat tersebut dengan wajah muram.
**
Pria tua berbaju katun bersih terlihat muram, dua orang anak buahnya yang berpamitan melakukan patroli tak kunjung kembali hingga saat ini.
"Kemana Bong dan Roa pergi?, sudah tiga hari tak kunjung kembali, apa mungkin ada yang menghentikan nya?."
Pria tua itu berkata kepada beberapa orang yang ada di sekeliling nya.
"Maaf tuan Pendamping Satu.., siapa yang bisa menghentikan Bong dan Roa dari tempat ini?, kemungkinan itu sangat kecil." Sosok dengan baju zirah emas terdengar menyangkal nya.
Memang kekuatan kedua orang bawahan pria tua itu bukan sembarangan, ranah Kuasa Sejati level puncak sangat jarang di temui di wilayah ini, apalagi mereka pergi berdua itu bisa di katakan kehebatan keduanya sulit di tandingi, lantas siapa yang mampu menghentikan keduanya?.
"Tapi kita tidak pernah tahu dengan apa yang terjadi,Tuan..?." Li Chung yang pernah mengalami kesusahan pada tugas terdahulu nya mencoba memberikan masukan.
"Cuih..!, itu karena kau yang lemah..!." Pria kurus dengan tatapan tajam di samping pria berbaju zirah emas mendengus dan mengumpat.
__ADS_1
"Benar kau terlalu lemah, jika di banding dengan Bong atau Roa," kali ini seorang wanita dengan wajah di tutup cadar jala yang menyahut.
Tiga orang itu lalu menatap Li Chung dengan pandangan meremehkan, Li Chung hanya menunduk dan tak berani lagi menyangkalnya.
Semetara empat orang memakai jubah hitam dengan simbol tertentu, hanya diam menunggu pria tua berbaju katun bersih memberikan perintah nya.
Dari sepuluh orang yang di bawa tuan Pendamping Satu kini tinggal delapan termasuk Li Chung.
"Sebaiknya kau pulihkan dirimu, dan jangan keluar dari ruang kultivasi jika belum pulih." Pria tua dengan baju katun bersih memandang Li Chung, jika Li Chung bukan orang kepercayaannya mungkin saat ini sudah di singkirkan nya.
Li Chung menunduk penuh penghormatan, "terima kasih tuan Pendamping Satu." kemudian Li Chung meninggalkan tempat itu setelah pria tua itu melambaikan tangan nya, menyuruh pergi.
Dari aura wanita itu bisa di rasakan jika kekuatannya juga berada di puncak Kuasa Sejati, dua pedang di punggung nya menggambarkan jika di tokoh yang kuat.
"Cari dan temukan Bong dan Roa, kirimkan berita yang kalian dapatkan secepatnya," Pria tua dengan baju katun bersih melempar sebuah lempengan logam dengan ornamen kristal, itu adalah benda yang mampu mengirimkan transmisi suara kepada pria berbaju zirah emas. "Pergilah kalian bertiga, aku tak mau kejadian Bong dan Roa terulang."
Pria berbaju zirah emas, pria kurus dengan tatapan mata tajam serta wanita dengan wajah tertutup cadar jala mengangguk dan menghormat sebelum pamit meninggalkan tempat tersebut.
**
Saat ini Yuang Fengying masih duduk bersila, luka luka di sekujur tubuhnya sudah pulih seperti sedia kala.
Hanya dalam waktu kurang dari lima hari remaja itu sudah mampu memulihkan kekuatan nya, itu berkat adanya Sinar Pagoda Dewa yang di padu dengan Kristal Pelangi serta pancaran cahaya warna warni dari kotak kristal transparan di sisi nya.
Saat ini kesadaran remaja itu masih berada di Ruang Jiwanya, masih mengamati perubahan yang terjadi di ruang jiwa nya itu.
"Ruang ini makin terasa luas dan lapang, semua bilik unsur elemen juga makin luas dengan masing masing unsur elemen terlihat meningkat tajam."
"Apa ini juga pengaruh dari kekuatan dari luar? Cahaya warna warni itu?."
"Kekuatan ku sudah pulih, mungkin ini juga berkat cahaya itu."
Yuang Fengying menatap kristal Pagoda Dewa, ingin rasanya kembali masuk ke alam dimensi itu, sayangnya saat ini bukan waktu yang tepat.
"Lebih baik aku menyelidiki kotak transparan yang memancarkan cahaya warna warni." begitu remaja itu memutuskan apa yang akan di lakukan nya.
_________
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya