
Semua terkejut karena tiba tiba pria yang memanggul pedang besar itu terlempar hingga keluar dari lantai dua bangunan restoran tersebut.
"Siapa yang melakukan itu..?!."
"Ya siapa yang berani ikut campur?." bahkan pria berbaju merah merah yang tadi berada di dekat pria memanggul pedang itu juga terkejut saat rekannya tiba tiba terpental, pria itu menoleh kesana kemari mencari siapa yang kira kira melakukan itu.
Saat semua orang kebingungan.
Tiba tiba.
"Cck dasar payah..!, kemampuan seperti semut saja banyak tingkah." Terlihat Yuang Fengying berkata demikian sambil masih menikmati makanan nya.
Semua mata orang orang yang masih mengelilingi meja Yuang Fengying, kini menatap ke arah remaja tersebut.
Tak percaya jika bocah remaja itu berani berkata demikian, mereka tak menduga remaja itu memiliki keberanian seperti itu.
Semua tak akan mengira apalagi sampai berpikir bahwa remaja itulah yang mengeluarkan serangan tadi.
"A..Apa..k-kau yang melakukan itu..?." meski ragu pria baju merah mulai menyadari keanehan yang terjadi.
"Jika memang benar aku yang melakukan itu, terus kenapa..?." kali ini Yuang Fengying menghentikan makan nya, menatap pria baju merah dan beberapa orang yang menjadi kelompok nya.
Saat itulah, pria yang tadi terlempar dan memanggul pedang besar sudah kembali meloncat masuk ke lantai dua restoran itu.
Wajah nya sudah merah gelap dengan aura kemarahan yang meluap-luap.
"Keparaat..!, jadi kau yang tadi diam diam melakukan serangan itu..!." pria itu berteriak dan langsung menebaskan pedang besar nya.
Weess..
Pedang besar yang sudah di aliri unsur api dan angin dari pemiliknya itu melesat cepat menebas ke arah Yuang Fengying.
Gelombang serangan yang terlihat mengerikan bagi orang lain itu membuat pria penyerang itu tersenyum sinis. "Mati kau bajingan..!."
Namun serangan itu bukan apa apa bagi Yuang Fengying, kecepatan yang di tampilkan pria pemilik pedang besar tersebut tak membuat remaja itu kesulitan untuk menghindari nya.
Hanya dengan menundukkan kepala nya, tebasan senjata itu lewat melintas di atas kepala nya beberapa centimeter dari nya.
Lalu dengan santai tangan remaja itu terayun dan menciptakan sebuah lesatan serangan yang tak di sadari lawannya.
Siuu...
Angin serangan yang bergumpal mengerikan menyambar balik orang tersebut.
__ADS_1
BAAM...
Kultivasi orang orang yang hanya berada di ranah Raja Bumi itu bagi Yuang Fengying ibarat sebuah semut, hanya dengan sekali gerakan bisa di musnahkan jika memang menghendaki.
"Ugh..," pria dengan pedang besar kembali terpental terkena serangan Yuang Fengying.
Kali ini pria itu terlempar sangat jauh, mengalami luka yang cukup serius, dadanya serasa hancur beserta tulang tulang nya.
Namun bukannya takut, teman teman pria itu makin meradang melihat rekannya kembali di lemparkan, termasuk pria baju merah merah.
"Keparaat Sialan..!, berani berulah di depan Paviliun Badai Abadi..!." pria itu mulai mengancam.
"Bunuh..!!," teriak pria berbaju merah merah itu lagi memerintahkan, lalu mulai mengeluarkan aura membunuhnya.
Beberapa orang langsung berniat melepaskan serangannya begitu ada perintah menyerang, menjadikan remaja itu target sasaran.
Tak ingin merusak tempat itu, Yuang Fengying langsung meloncat keluar dari lantai dua tersebut.
Siuuu.... Laapp...
"Jangan lari kau keparaat..!!." semua anggota paviliun Badai Abadi berloncatan mengejar Yuang Fengying, karena di anggap mau melarikan diri.
Saat ini mereka sudah berada di luar restoran, dengan Yuang Fengying masih di kurung dalam jarak diameter beberapa puluh meter.
"Kalian benar benar ingin mencari masalah rupanya," Senyum sinis tercipta di bibir Yuang Fengying, remaja itu langsung mengeluarkan aura kekuatan nya.
"Haah..!, aura ini?." semua terkejut menyadari itu.
"Mungkinkan bocah semuda ini berada di ranah Kuasa Sejati?."
"Tak salah?, aura ini mengapa begitu kuat, apakah benar ini aura bocah itu?."
Orang orang mulai berpikir dan memucat wajahnya, tekanan yang menguar kini membuat kaki mereka gemetaran.
"Celaka kita pasti mati."
Saat itulah beberapa bayangan terlihat berloncatan dari dalam restoran lantai tiga.
"Siapa yang berani mengacau di acara Aliansi Pertengahan..!." bentak seorang pria tua dengan ikat kepala hitam sambil menatap dengan garang ke arah Yuang Fengying, pria itu memakai pakaian dari kulit harimau.
Nampak para tokoh yang tengah melakukan pertemuan di dalam restoran lantai tiga merasa terganggu, dengan sebaran aura yang terpancar dari wilayah pertempuran tersebut.
Pria dengan ikat kepala hitam dan berbaju kulit harimau itu terlihat sangat garang, menatap dan menelisik kultivasi Yuang Fengying.
__ADS_1
"Hmm, hebat juga kau, masih terlihat muda namun sudah memiliki kultivasi Kuasa Sejati, mungkin itu yang membuatmu besar kepala."
Orang orang langsung riuh, begitu sosok tua dengan ikat kepala hitam berkata demikian.
**
Di wilayah lain.
Tandu yang membawa pria tua berbaju katun bersih kini mulai makin dekat dengan buruannya, itu bisa terlihat dari kristal yang menjadi penunjuk jalan makin terang kembali pancaran sinar nya.
"Sedikit lagi, pasti keparat itu bisa kita susul." suara pria itu terkirim melalui transimisi suara kepada seluruh bawahannya.
"Jika demikian kita percepat laju terbang kita Tuan."
"Benar tuan, sebelum berandalan keparaat itu menghilang lagi."
Sahut para bawahan itu sambil mempercepat terbang nya.
Pria tua itu lalu mengedarkan tenaga sejati nya, membantu mendorong tandu yang masih melayang di udara, agar semakin melesat cepat diikuti para bawahan nya.
**
"Dari mana kau berasal?, mengapa begitu berani mengacau di pertemuan ini." tuan kota yang juga sudah menuju ke arah itu bertanya penuh selidik.
"Aku berasal dari mana tak perlu kalian tahu, tapi yang perlu kalian tahu aku tak mengacau dan tak mau tahu urusan kalian disini, hanya saja orang orang tak punya aturan itu yang memulai." balas Yuang Fengying.
Pria berbaju merah merah tambah murka saat mendengar perkataan tersebut.
"Dasar berandalan tengik, sekarang kau ketakutan bukan," dengan penuh provokasi pria itu kini mengejek Yuang Fengying, mencoba memancing amarah nya.
"Ha..ha.. Mengapa harus takut?." seperti tak ada takut takutnya remaja itu tertawa.
Pemimpin kota sedikit menekuk wajahnya, bahkan tokoh tokoh pemimpin lainnya juga mulai meradang.
"Sombong sekali kau bocah..!," para petinggi dari Paviliun Badai Abadi yang terlihat murka sudah tak lagi bisa menahan amarahnya.
"Apa jangan jangan kau utusan dari pihak lain yang ingin memata matai gerakan kelompok ini.." pria dengan ikat kepala hitam sudah melangkah maju beberapa langkah kedepan.
"Ya, itu bisa saja benar." seperti mendapat angin segar salah satu pemimpin paviliun Badai Abadi langsung membenarkan anggapan tersebut. "Jika demikian maka kau harus mati."
"Cuih..!, kalian para pemimpin tapi otak kalian tak bisa berpikir jernih."
Namun orang orang itu tak mengindahkan perkataan remaja tersebut, beberapa orang sudah mulai mendekat dan mengaktifkan unsur kekuatan.
__ADS_1
___________
Jangan lupa dukungannya...