
Yuang Fengying terus berlari mengejar benda yang melayang layang dan terkadang mengepak seperti sayap burung itu.
Pandangan mata tajam Yuang Fengying yang biasanya bisa sangat hebat anehnya di tempat itu sungguh tak berfungsi.
Dan seperti mempermainkan remaja itu benda terbang itu terus bergerak cepat dengan jarak yang selalu terjaga dari jangkauan Yuang Fengying.
"Aneh, aku sudah berlari dengan cepat namun mengapa jaraknya tak berkurang?." Dengan kesal remaja itu bergumam.
Entah berapa lama Yuang Fengying kejar kejaran dengan benda tersebut, memutari lantai pertama pagoda dewa yang seperti tak berujung dan berbatas itu.
"Kurang ajaar..!, apa sebenarnya benda itu," Yuang Fengying berhenti sejenak saat nafasnya sudah ngos-ngosan.
Entah berapa ratus kilometer sesungguhnya jarak yang sudah di tempuh Yuang Fengying untuk mengejar benda terbang itu, karena sesungguhnya remaja itu sudah berhari hari berlari mengejar benda terbang tersebut.
Begitu Yuang Fengying berhenti berlari benda itu juga terlihat berhenti tak bergerak maju, seperti mengejek remaja tersebut, itu membuat Yuang Fengying makin gemas dan geram tentunya.
"Baiklah, aku akan mencoba mendekati nya dengan menggunakan gelang giok cahaya." Entah darimana pemikiran akan hal itu muncul begitu saja di kepala remaja itu.
Remaja itu konsentrasi sejenak.
CLAAP...
Yuang Fengying tiba tiba bergerak dan muncul beberapa meter dari benda itu.
"Eh, berhasil rupanya.." gumam remaja itu dengan sangat senang, selama ini dia belum pernah berlatih dengan sungguh sungguh tentang bagaimana menggunakan artefak teleportasi tersebut.
Dalam jarak beberapa puluh meter itulah Yuang Fengying mampu melihat benda apa yang selama ini di kejar nya.
Itu adalah sebuah buku yang memiliki kemampuan untuk terbang.
"Hah, buku? Bisa terbang?." jelas Yuang Fengying terkejut mendapati kenyataan tersebut.
"Apa itu sebuah kitab pusaka?."
"Ya pasti nya, tak mungkin berada di sini juga bukan benda pusaka, apalagi mampu terbang seperti memiliki jiwa."
Kitab Itu seperti terkejut saat Yuang Fengying mampu muncul di dekatnya, lalu benda itu langsung terbang selayaknya burung yang terkejut mendengar tembakan.
CLAAP...!
Yuang Fengying kembali muncul, bahkan hampir menyentuh benda terbang tersebut, namun masih gagal.
**
Pria tua berbaju katun bersih kembali di buat kaget saat kristal pendeteksi nya kembali pudar sinar nya.
"Apa lagi ini?, mengapa saat jarak kita tinggal beberapa belas kilo meter kristal ini meredup?."
"Mana mungkin bajingaan itu bisa bergerak begitu cepat hingga ratusan mil menghindari kita?."
Saat ini rombongan pria itu sudah mendarat di tanah, mereka juga perlu mengistirahatkan diri, meski menggunakan artefak terbang pendukung namun jika di forsir pasti akan terganggu juga, apalagi dengan kondisi saat ini kristal pendeteksi terganggu.
Jujur pria tua itu sedikit kebingungan dengan apa yang terjadi, kristal pendeteksi adalah artefak yang tak pernah salah.
"Bagaimana ini Tuan?, apa yang harus kita lakukan?." pria dengan jubah hitam dengan simbol angka pertama maju dan bertanya.
"Sial, aku sendiri tak mengerti mengapa bisa begini!." pria tua itu menggeram kesal.
__ADS_1
"Berandalan ini memang bisa mengacaukan rencana tuan Penguasa mendapatkan pusaka warisan Dewa di sini." pria tua itu mendengus dan berkata pelan.
Semua bawahan pria tua itu masih menunggu perintah, hanya menatap pria tua itu yang masih mengumpat kesal.
"Kita tunggu tanda dari kristal ini." pria tua itu kini sudah memegang kristal pendeteksi di tangannya.
**
Di lain tempat.
"Kita harus buru bajingan keparaat ini..!." dengan penuh emosi Patriark paviliun Badai Abadi berseru.
"Aku setuju..!." sosok manusia rakasa yang merupakan salah satu pemimpin kelompok perkumpulan ras manusia raksasa juga berkata dengan berapi-api.
"Aku juga penasaran dan ingin mencincang berandalan ini." perwakilan dari Lembah Bulan berkata dengan geram.
Pria dengan baju zirah dari keluarga Xue yang merupakan jendral perang akhirnya berdiri, "Baiklah..dengan demikian maka kita putuskan, jika kita akan memburu bajingan ini sampai dapat, kita bentuk kelompok untuk mempercepat usaha ini."
"Setuju..!."
"Setuju...!!."
"Jangan biarkan lolos bajingan yang telah mempermalukan Aliansi Pertengahan..!."
Kesepakatan sudah di buat oleh aliansi Pertengahan, untuk membentuk beberapa kelompok yang nantinya akan memburu Yuang Fengying.
**
Di lantai pertama pagoda dewa.
Sungguh buku yang sangat aneh, ukurannya saja sudah sangat besar tak selayaknya sebuah buku.
Saat ini Yuang Fengying sudah memegang buku yang lebarnya hampir satu meter persegi itu.
"Kitab apa ini sesungguhnya?." Yuang Fengying sudah duduk dan berniat membuka buku tersebut.
Buku dengan sampul depan bergambar seekor naga dan burung api itu sungguh terlihat sangat menakjubkan.
"Tarian Naga Foniks?."
Yuang Fengying membolak balikan buku tersebut.
"Langkah pertama?."
Remaja itu akhirnya membuka kitab pusaka yang berisi seni beladiri dengan nama tarian naga Foniks.
"Apa..!, dalam satu tahapan langkah pertama saja terdiri dari beberapa gerakan?."
Kembali remaja tersebut menatap gambar dan membaca penjelasan nya, dan anehnya gambar tersebut seperti bergerak memperagakan tarian jurus tersebut saat di lihat.
Seperti ada yang memerintahkan Yuang Fengying langsung berdiri dan mulai memperagakan apa yang di lihat dan di bacanya.
Semakin lama Yuang Fengying mempelajari gerakan tersebut semakin remaja itu merasakan kehebatan jurus tersebut.
"Ah, jurus ini lebih kuat dan lebih dahsyat dari Menebas Angin Menghadang Badai dalam setiap tingkatan nya." jelas kekaguman terpancar dari raut wajah Yuang Fengying.
Dalam setiap gerakan jurus yang di lakukannya seperti menyebarkan kekuatan yang nanti pasti menakutkan bagi lawan lawannya.
__ADS_1
"Sungguh jurus yang luar biasa, entah di tingkat apa seni beladiri tarian naga Foniks ini."
Masih dengan tekun Yuang Fengying mempelajari seni beladiri tarian naga Foniks tersebut, mungkin sudah ada sekitar tiga bulan remaja itu berada di dalam Pagoda Dewa, dan itu hanya setara tiga menit di alam sesungguhnya.
"Hmm, aku rasa sudah cukup aku berada di alam Pagoda Dewa ini, aku harus kembali." Yuang Fengying keluar dari alam pagoda dewa tapi masih di ruang jiwa, dengan sangat gembira.
Remaja tersebut masih melihat apa yang ada ruang jiwanya itu, dimana di sana ada kristal Pagoda Dewa yang memancarkan cahaya selayaknya matahari di alam itu, di bawahnya ada kristal pelangi yang juga berpendar layaknya sebuah bulan, serta kolam lautan energi yang makin meluas serta bilik-bilik unsur elemen.
Pandangan Yuang Fengying beralih ke arah sudut sedikit jauh dimana ada binatang yang tengah meringkuk seperti tidur dengan tenang, siapa lagi jika bukan Boa Moo, Griffin aneh yang di temukannya saat masih bayi.
"Dasar Pemalas..!," Yuang Fengying melangkah ke arah binatang aneh itu, saat ini besar binatang tersebut sudah kian bertambah.
Jika sebelumnya hanya sebesar kambing kini sudah sebesar kerbau muda, dan sayapnya juga makin lebar jika direntangkan mungkin panjangnya empat meter lebih.
"Eh," Yuang Fengying terkejut saat Boa Moo membuka matanya tiba-tiba, "Aku membangunkan mu?." remaja itu mengusap pelan kepala binatang.
"Wooaaaa.." Binantang itu bangkit dan mengusel uselkan kepala nya kearah Yuang Fengying, terlihat jika binatang itu sangat senang dengan kehadiran remaja tersebut.
"Hei..!, kau rindu dengan ku ya."
Boa Moo tampak mengerak gerakan ekornya seperti anjing yang sedang kesenangan mendapatkan perhatian sang majikan.
Namun tiba tiba binatang itu meloncat menjauh.
"Apa..?."
Seperti pamer sosok Boa Moo terlihat ingin memperagakan sesuatu.
"Haah..?." Yuang Fengying membulatkan matanya, kaget dengan kemampuan Binatang spiritual tersebut.
Badan Boa Moo kini bisa membesar hingga setinggi tiga meter lebih, dan panjang badan nya bisa mencapai lebih dari lima meteran.
Namun tiba tiba tubuh binatang tersebut mengecil, sangat kecil hingga sebesar anak kucing, bahkan lebih kecil dari saat Boa Moo bayi yang sebesar induk kucing.
"Ooh kau ingin memamerkan kemampuan mu?."
Boa Moo meloncat loncat dan mengangguk, membusungkan dadanya seperti bilang "Aku..hebat bukan."
"He..he. Kau hebat." puji remaja itu.
**
"AHA..! akhirnya bajingan itu terdeteksi kembali..!," pria tua berbaju katun bersih terlihat sangat gembira.
Bahkan itu membuat para bawahan terkejut karena itu terjadi dengan tiba tiba.
Kristal pendeteksi kini kembali bersinar dengan terangnya, menandakan jika jaraknya tak begitu jauh.
"Cepat kita kejar, jangan sampai dia menghilang lagi."
"Baik Tuan."
Rombongan itu segera melesat layaknya peluru yang di tembakan.
____________
Jangan lupa dukungannya...
__ADS_1