Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
149. Menghadapi Kelabang Pemangsa


__ADS_3

KRAAKK...!


Perisai ciptaan Luang Yiang benar benar pecah.


Pertahanan yang di ciptakan dari unsur elemen api itu buyar di hantam oleh serangan dari perwujudan Kelabang dari garis darah keturunan yang sudah di aktifkan lawan.


Kekuatan yang berasal dari hukum kekuatan kuno itu sungguh dahsyat dan menakutkan.


"Mati lah kau..!," Kelabang Pemangsa berteriak dengan penuh kesombongan.


Luang Yiang terlempar setelah perisai nya pecah oleh serangan lawan.


"Hoeek..!." Darah segar menyembur dari mulut pria paruh baya itu.


"Kekuatan Leluhur ku akan menghabisi mu," Kelabang Pemangsa menatap lawannya dengan tatapan penuh kemenangan.


*


Sementara Kelabang Pemangsa terlihat memenangkan pertarungan melawan Luang Yiang, anggota kelompok yang lain justru berkebalikan dengan nya.


Setelah Yuang Fengying berhasil menyingkirkan pria berbaju hijau, saat ini remaja tersebut baju membahu dengan yang lainnya melawan sisa orang orang yang di bawa Kelabang Pemangsa.


Kerja sama orang orang dari perguruan Bukit Bayangan itu terlihat cukup apik, hingga mampu menekan anggota kelabang pemangsa.


Yuang Fengying terbukti menjadi pembeda di pertarungan tersebut, setiap remaja itu melesat di satu sasaran pasti lawannya akan terluka, setelah lawan terluka maka anggota lain yang akan menyelesaikan hingga berhasil membunuhnya.


Satu demi satu anggota yang di bawa Kelabang Pemangsa berhasil di kalahkan, apalagi tingkatan kultivasi nya memang berada di bawah Kelabang Pemangsa dan pria berbaju hijau.


"He..he.. sekarang kondisi kita berbalik, jika semula kau menekan kami, maka kali ini kami lah yang berada di atas angin." seorang senior dari perguruan Bukit Bayangan terlihat mengejek lawannya.


Kelompok Kelabang Pemangsa mulai sedikit gelisah, "Bocah itulah penyebab semua ini." seru salah satu anggota kelompok tersebut.


"Biar aku yang menghadapi nya, kalian serang yang lainnya." seorang lelaki tinggi besar kini mendekat ke arah Yuang Fengying.


Lelaki yang mengolah kekuatan petir kegelapan itu kini menghadang Yuang Fengying, lelaki yang berada di ranah Bumi sejati tersebut percaya diri mampu menundukkan lawanya.


"Sudah cukup sampai di sini peran mu, anak muda..!, aku akan menghentikan mu." pria itu mencibir Yuang Fengying.

__ADS_1


Lengan pria itu mengayun ke arah remaja tersebut dengan diiringi oleh gelombang kekuatan petir hitam.


"Pengikisan Petir Hitam..!."


Kilatan petir hitam menerjang ke arah Yuang Fengying, namun remaja itu masih terlihat acuh tak acuh.


"Celaka Yuang Fengying pasti akan kalah, kekuatan petir hitam sangat kuat dan terkenal hebat." orang orang yang sempat melirik pertarungan itu mulai terlihat cemas.


Yuang Fengying mengaktifkan kekuatan unsur elemen Petir nya, lonjakan kekuatan petir yang lebih murni mulai berputar di tubuhnya, kekuatan itu terlihat cerah dan menakjubkan.


"Mati...!." pria tinggi besar itu tertawa dalam hatinya, melihat lawannya tak bergerak sama sekali bahkan hanya terlihat menyelimuti tubuhnya dengan kekuatan yang di rasa sama.


Blaaazz....


Kilatan petir hitam yang menerjang Yuang Fengying terlihat hilang begitu saja, saat menyentuh selaput tipis kekuatan petir yang lebih murni tersebut, Seperti setetes air yang di lemparkan ke dalam kolam dan langsung tenggelam menyatu dengan lingkungan nya.


"Apa..!, kekuatan petir ku tak memiliki pengaruh apapun padanya..!," pria tinggi besar itu terbelalak, kini badannya bergetar begitu menyadari kekuatan lawan sungguh jauh darinya, meski mereka setingkat dalam kultivasi.


"Tebasan Awan..!." Lengan Yuang Fengying terayun begitu saja, remaja itu melepaskan kekuatan petir yang lebih murni ke arah pria tinggi besar itu dengan cepat.


BLAAAR...


"Aarggh..!." pria itu menjerit lalu berusaha untuk melarikan diri, namun itu tak mungkin terjadi karena orang orang dari kelompok Bukit Bayangan sudah mengepungnya.


Satu demi satu anggota Kelabang Pemangsa di musnahkan dengan di awali oleh serangan kekuatan Yuang Fengying.


*


Kelabang Pemangsa tertawa senang saat melihat lawannya terlempar tak berdaya.


Luang Yiang benar benar dalam keadaan yang terdesak dan merugi, kekuatan lawan sungguh luar biasa, Dengan kekuatan saat ini tak mungkin dirinya memenangkan pertarungan tersebut, apalagi dengan lawan yang memiliki garis darah keturunan dan sudah di 'aktifkan'.


Kelabang pemangsa kembali menggerakkan tangannya, seakan sedang mengendalikan kelabang raksasa yang kini berputar putar terbang di udara untuk kembali menyerang lawan nya.


"Musnahkan..!." teriaknya.


Kelabang raksasa itu kembali melesat, menerjang kedepan ke arah Luang Yiang.

__ADS_1


Gelombang kekuatan panas menyebar saat binatang dari ras kuno itu melesat, membakar apapun yang di lewati nya.


Kelabang Besi Mata Api adalah binatang kuat yang memiliki aura panas sangat menakutkan, saat ini lawannya hanya seorang yang berada di ranah Bumi Sejati akhir, akan sangat mudah bagi makhluk kuno itu untuk memusnahkan nya.


"Mati aku.'' Tetua Luang Yiang sudah pucat pasi, dirinya yang tak memiliki garis darah keturunan tentu saja tak akan sanggup menahan serangan lawan kali ini.


Garis darah keturunan bisa di ibaratkan sebuah kartu andalan bagi seseorang yang memiliki nya, lewat kekuatan yang di dapatkan dari kekuatan kuno itu, seseorang bisa menjadikannya andalan di saat saat terakhir pertempuran nya.


Luang Yiang sudah memejamkan matanya, pria itu sudah pasrah akan kematiannya, setelah seluruh kekuatan nya terkuras saat di keluarkan lewat pertarungan tadi.


Tiba tiba...


Sebuah cahaya melesat dari arah samping nya, Lesatan kekuatan itu menerjang ke arah Kelabang raksasa yang berniat menyerang Luang Yiang.


BAAMM....!


Lesatan kekuatan itu menghantam dan meledak di depan Kelabang raksasa.


"Keparaat..!, siapa ikut campur pertarungan ini..!." Kelabang pemangsa meraung keras, lelaki itu sangat marah, usaha untuk mengakhiri pertarungan dengan membunuh lawan kini terganggu.


Saat ini antara Kelabang Pemangsa dan Luang Yiang sudah berdiri remaja tanggung yang tak lain adalah Yuang Fengying.


Kelabang raksasa sudah kembali melayang di sekitar tuannya, setelah tadi terpukul mundur.


Kekuatan garis darah keturunan memang bisa di wujudkan dalam bentuk apapun, kekuatan itu bisa muncul dan melapisi fisik seseorang, bisa juga berwujud semacam hewan piaraan yang bisa membantu penyerangan, atau bahkan mewujudkan diri pada kekuatan senjata baik senjata serangan atau perlindungan.


"Bocah berandalan..!, belum tahu apa artinya kematian yang mengancam, berani ikut campur pertarungan orang lain." Kelabang pemangsa berteriak dengan murka, pria itu memancarkan gelombang aura kekuatan nya, mengancam remaja yang di anggap nya menganggu tersebut.


Yuang Fengying menatap acuh tak acuh, getaran kekuatan yang di pancarkan lawan tak memiliki efek apapun untuk nya.


Bukan tak memiliki efek, tapi memang aura kekuatan yang di lepaskan lawan sudah di singkirkan oleh aura kekuatan yang di keluarkan Yuang Fengying.


"Dasar manusia pengacau..!, dimana mana hanya bisa membuat kerusakan," Yuang Fengying menimpali perkataan itu dengan santai.


Saat ini semua unsur elemen nya sudah aktif dan siap untuk bertarung dengan lawan nya tersebut.


___________

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya


__ADS_2