
Di kediaman master Xingguang Yuang Fengying merasa semua lebih terjamin, bahkan ruang latihan khusus tersedia di sana.
Selain dirinya di tempat tersebut ada juga Song Yang, Bao Yu dan Liu Changhui, jumlah total murid pribadi master Xingguang ada sepuluh anak, enam orang senior dan empat tambahan sebagai yunior.
Keberadaan Annchi entah di mana, Yuang Fengying tak pernah lagi bertemu dengan gadis muda tersebut.
Apa mungkin Annchi juga tinggal di keluarga besar An seperti anggota keluarga yang lain, entah.
Song Yang saat ini sudah berada di ranah Menengah 1 awal anak dari tetua perguruan Tameng Jiwa itu termasuk anak jenius dan gila berlatih, tak heran tingkatan kultivasi nya lebih baik dari yang lain.
Sedangkan Bao Yu, gadis manis berumur 16-17 tahun itu berada Dasar 8 pada kultivasi nya, penguasaan kendali atas unsur elemen kayunya juga makin meningkat pesat.
Lalu ada Liu Changhui yang saat ini berada di ranah Dasar 7, anak berunsur elemen angin tersebut terlihat hebat atas kuasa unsur elemen angin nya.
Hanya Yuang Fengying yang masih berada di ranah Dasar 4, meski demikian saat berlatih tanding dengan ketiga nya, semua tak mampu mengalahkan Yuang Fengying.
Semua tak habis pikir dengan itu, kekuatan tempur Yuang Fengying seakan tak selaras dengan tingkatan kultivasi nya. ini memang terasa aneh mungkin.
"Aku harus berlatih di ruang kultivasi." kata Yuang Fengying, dirinya menyadari jika kenaikan ranah kultivasi nya berbeda dengan yang lain. Ada tujuh ruang di 'Palung Jiwa'nya yang harus diisi dengan seimbang mesti nya, makanya setiap tarikan kekuatan alam yang mengalir masuk ke dalam tubuhnya seakan susah meningkatkan kultivasi nya, karena banyaknya ruang yang mesti diisi, meski dia berlatih dengan giat melebihi yang lainnya terlihat tingkatan kultivasi nya masih sama saja.
Namun jika tolok ukurnya kemampuan bertarung Yuang Fengying sangatlah luar biasa, dia mampu mengalahkan seseorang dengan tingkatan kultivasi beberapa level di atasnya.
Saat ini Yuang Fengying sudah berada di ruang khusus latihan.
Semua terasa beda jika di banding kan huniannya dahulu, di tempat itu aliran kekuatan alam sekitarnya terasa begitu kental, meski dengan tingkatan kultivasi di ranah Dasar saat ini, Yuang Fengying belum bisa menarik kekuatan alam tersebut namun suasana disana tetap saja menguntungkan untuk kultivasi nya.
Baru kali ini Yuang Fengying merasakan suasana yang sangat mendukung bagi kultivasi nya, bahkan saat di perguruan Tameng Jiwa, tak ada tempat yang sebaik tempat tersebut untuk berkultivasi.
Dia duduk dengan santai, lalu membentuk mudra tertentu dan mulai mengatur pernafasan nya.
Hanya dalam beberapa tarikan nafas saja dia sudah tenggelam dalam kultivasi nya.
**
Yuang Fengying membuka mata, saat ini dia terbangun entah di mana, sebuah tempat yang benar benar asing bagi diri nya, tubuh nya serasa sangat ringan sekali, bahkan seandainya ada hembusan angin dia merasa angin itu mungkin bisa menerbangkannya.
"Dimana ini?."
"Kenapa aku bisa berada di sini?.''
Dalam pandangan nya, alam saat ini dirinya berada terasa sangat kuno, banyak tanaman dan pemandangan yang menurutnya aneh dan asing baginya, tanaman tanaman dan bentuk bentuk yang dilihat nya saat ini, seperti pernah di lihatnya, semua itu ada di corakan gambar dalam benda benda kuno yang di temui nya.
"Alam Kuno?."
__ADS_1
Aura di sana juga sangat pekat, bahkan dalam keadaan nya saat ini yang begitu terasa ringan, dia tak mampu untuk sekedar melangkah.
"Apa ini? benarkah alam kuno..? kenapa semua terasa seperti nyata?."
Yuang Fengying kembali menatap alam sekitar nya, lalu menatap ke arah tubuh nya sendiri.
Betapa terkejutnya dia, karena saat itu raganya hanya seperti gelembung tipis yang tak berwujud nyata.
Ketakutan jelas terlihat, "Apa..!, aku sudah mati?, bagaimana bisa aku tiba-tiba mati?."
Melihat penampilan dirinya yang seperti sebuah roh atau jiwa, Yuang Fengying mencoba mengingat ingat kembali apa yang sebelumnya dia lakukan.
"Bukankah aku barusan melakukan kultivasi?." Anak itu mulai mengingat. "Tapi kenapa aku bisa disini dan berujud seperti ini?".
Yuang Fengying kini sudah mengingat itu, namun kecemasan nya tak juga berkurang sedikit pun.
"Apa ini bukan alam kuno?, tapi alam di Jiwaku?," Dia terdiam sejenak, "Bukan.., alam jiwaku tak seperti ini, berkali kali aku melihat kedalam nya." anak itu menggeleng cepat.
Satu detik...
Dua detik...
Tak sampai hitungan tiga detik 'Alam' tersebut makin lama makin terasa pekat, kekuatan di sana mulai tumpang tindih tak beraturan, semua serasa di jungkir balik kan.
Tiba tiba sebuah ledakan sangat keras dan kuat menghancurkan semuanya.
Bahkan perwujudan Yuang Fengying serasa di cabik cabik dan terburai.
Saat ini Yuang Fengying terlempar dari duduknya semula, matanya terbuka dengan lebar, semua yang terjadi seperti hanya mimpi, namun semua terasa sangat nyata.
"Apa itu tadi..?." Yuang Fengying berdiri, badannya terasa berbeda, semua terasa lebih ringan namun menguat, saat ini dia sudah menerobos di ranah Dasar 6.
"Hah..aku menerobos dua level?." Yuang Fengying seakan tak percaya dengan semua peristiwa yang tak masuk di nalar nya.
**
Keluarga An masih penasaran dengan sosok Yuang Fengying, luasnya perguruan Bukit Bayangan membuat keluarga itu tak mudah untuk menemukan Yuang Fengying.
Banyaknya murid yang beribu ribu, dengan puluhan Tetua dan Master, membuat sosok Yuang Fengying seperti tertelan bumi.
Wang dan juga Yong yang sekali kali berkunjung ke perguruan untuk mendapatkan bimbingan dari tetua Sue tak pernah sekalipun bertemu dengan Yuang Fengying, apalagi memang paviliun Master Xingguang dan Tetua Sue berlawanan tempat.
"Kakak Wang, mungkin bocah itu sudah meninggal kan tempat ini, karena takut berurusan dengan keluarga An."
__ADS_1
"Bisa jadi, atau saat itu dia tak berhasil kembali ke perguruan ini, setelah bertarung dengan kita, dia mengalami kemalangan." sahut Wang sambil terkekeh, membayangkan kesialan apa yang menimpa Yuang Fengying.
Keduanya masih berjalan beriringan.
**
Yuang Fengying masih berjalan kearah gedung Misi.
Niatnya ingin mencoba mengambil misi untuk menambah pengalaman bertarung dan tentu saja pundi pundi koin penukar nya.
Saat ini di sudah berada di bagian pendaftaran pengambilan misi.
"Apakah ada misi yang bisa ku lakukan, senior?." pria penjaga bagian pengambilan misi, melihat kristal tabletnya.
"Mm, Dasar 6 ya...," sahutnya sambil mengawasi ranah kultivasi Yuang Fengying.
"Maaf untuk tingkatan yunior belum ada untuk saat ini, jika kamu mau..kamu bisa mengambil misi tingkat ll, tapi tentu saja tantangannya makin kuat dan membahayakan."
Misi tingkat l tugas nya adalah mengumpulkan semacam jamur, tanaman, atau rumput rumputan dan lain sebagainya.
Sedangkan misi tingkat ll, tugas nya antara lain, mengambil sarang Semut Api, mengambil Madu Lebah Setan, memetik bunga Terompet tujuh kelopak yang mana bunga tersebut berada di kumpulan tanaman pemangsa, dan lain sebagainya.
Lalu ada misi tingkat lll, tugasnya tentu saja makin berat dan berbahaya, yakni mencari binatang tingkat Raja, baik inti jiwa binatang tersebut atau badan nya sama sama berharga.
Selanjutnya adalah misi misi tingkat lanjut yang tentunya makin berat lagi.
Yuang Fengying masih terdiam, menimbang, mau mengambil misi yang mana.
" Jika nanti bahan bahan herbal tingkat rendah habis misi tingkat l akan kembali di buka, jangan kuatir." sahut penjaga pengambilan misi, mencoba menghibur Yuang Fengying.
"Aku akan mengambil misi tingkat lll apakah bisa?."
"Apa??, misi tingkat lll?, dengan ranah Dasar enam? sendirian?." tak percaya penjaga pengambilan misi membelalakkan matanya.
"Benar senior, aku mau mencoba mengambil misi tingkat lll itu."
Nampak penjaga pengambilan misi ragu sejenak, menatap sekali lagi Yuang Fengying, seperti mengatakan "Anak ini gila atau memang nekat?."
"Semua resiko akan aku tanggung, senior tak akan di persalahkan, jika perlu aku bisa mengambil sumpah persetujuan." kata Yuang Fengying melihat keraguan di mata penjaga tersebut.
"Baik jika kau mau melakukan ambil sumpah, aku bisa mengeluarkan ijin tersebut," kata penjaga sambil menyerahkan sebuah kertas yang langsung di bacakan isi sumpah tersebut, lalu membubuhkan sebuah tanda di atasnya jika itu legal.
____________
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya...