Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
244. Membantu mengatasi masalah


__ADS_3

Kebahagiaan keluarga Yuang Fengying atas kedatangan anaknya menyebar kepada para tetangga nya.


Kini banyak tetangga yang berkunjung ke rumahnya, bertemu dengan remaja itu.


Apalagi mereka tahu jika remaja itu sudah kuat, mereka pasti ingin menjilat.


"Wah..kau hebat Fengying kultivasi mu bisa mencapai ranah Bumi."


"Ya..sungguh luar biasa, bahkan melebihi kepala desa yang memiliki kultivasi ranah Awal Tinggi.." sahut yang lain.


Yuang Fengying hanya tersenyum mengangguk dan menangkupkan kedua tangannya, "terima kasih paman paman semua, aku juga beruntung memiliki kalian sebagai tetangga yang baik."


Bahkan berita kembalinya Yuang Fengying menyebar ke seluruh desa, bukan hanya itu berita tentang kultivasi remaja itu juga turut menyebar.


"Aku dengar anak Hauti sudah kembali dan menjadi kuat."


"Benar kah?."


"Jika benar, berarti bisa membantu desa ini lepas dari tekanan para perampok itu."


"Entahlah, apa memang sekuat itu atau tidak?."


Orang orang mulai berpikir dan menebak nebak beberapa kemungkinan.


**


Di rumah kepala desa, terlihat empat kepala keluarga tengah berkumpul di sana, mereka tengah membahas kembalinya Yuang Fengying yang menurut orang orang memiliki kultivasi tingkat Bumi.


"Apa benar anak Hauti sekuat itu?." Han Shen kepala keluarga Han bertanya kepada empat orang lainnya.


"Entah lah." Fo Tong sang kepala desa menggeleng, "Namun banyak orang berkata demikian."


"Bagaimana jika anak itu kita panggil kemari?." Lu Lan kepala keluarga Lu mengusulkan.


"Mana bisa demikian? Jika anak itu benar benar kuat, apakah kita tidak menyinggung nya jika memanggil kemari?." An Long mendengus mendengar usulan konyol tersebut.


Kekuatan di tempat itu memang segala nya, menyingung orang kuat sama saja mencari kematian.


"Benar, jika dia tersinggung dan menyerang.. kita bisa celaka." Han Shen membenarkan tentang itu.


"Terus apa yang harus kita lakukan?." Yu Ming kepala keluarga Yu menatap keempat orang di depannya.


Semua terdiam sejenak, memikirkan rencana apa yang akan di lakukan.


"Kita datang ke rumah nya, sambil kita bawakan hadiah untuk nya," Fo Tong mengusulkan, "Jika memang dia benar benar kuat, kita sampaikan saja, apa yang menjadi permasalahan di desa ini."


"Ya itu ide yang baik."


"Aku setuju."


"Aku juga."

__ADS_1


**


Hari itu banyak orang desa Bunga Abadi bergerak menuju ke pinggiran desa, tepatnya ke rumah keluarga Hauti yang ada di sudut desa itu.


Mereka mengikuti langkah kepala desa dan empat kepala keluarga terpandang lainnya.


Begitu sampai di rumah Yuang Hauti mereka berhenti, menunggu para tokoh desa itu bertamu di keluarga tersebut.


Yuang Hauti yang baru menyadari kedatangan orang orang itu, tergopoh gopoh menyambutnya.


"Tuan Tong, dan tuan tuan semua selamat datang .." Yuang Hauti menangkupkan tangannya, sedikit membungkuk menghormati tamu tamunya.


Fo Tong dan keempat kepala keluarga terpandang juga membungkuk, mereka harus melakukan itu karena kini anak dari lelaki di depannya di beritakan sangat kuat.


"Ada keperluan apa? Sehingga tuan tuan sudi berkunjung ke rumah kecil ku." Yuang Hauti bertanya setelah mempersilahkan tamu tamunya duduk di rumahnya.


"Hauti, kamu tahu situasi desa kita bukan?," Fo Tong terlihat hati hati dalam berkata. "Selain kami ingin menyerahkan hadiah kepada anakmu, kami juga ingin meminta bantuan nya."


"Bantuan?."


"Ya." Lu Lan mengangguk membenarkan, demikian juga dengan tiga kepala keluarga terpandang lainnya.


"Bantuan untuk menghadapi kelompok yang meneror desa ini." Yu Ming menyerobot perkataan itu karena tak sabar.


Yuang Hauti mengangguk menyadari niat orang orang itu, namun pria itu masih terdiam.


Sesungguhnya dirinya tak rela jika anaknya ikut campur dalam urusan dengan para perampok.


"Bagaimana Hauti?." An Long kembali bertanya.


"Maaf tuan, saya tak berani menyanggupi permintaan ini."


"Mengapa?, kau tak ingin membela penduduk di sini?." Fo Tong sedikit muram wajahnya.


"Bukan tidak ingin membela tuan, namun melawan kelompok kuat dengan anggota ratusan orang itu sangat berbahaya." Yuang Hauti masih bersikeras.


"Coba kamu panggil anak mu, kita akan coba membicarakan ini dengan nya," Yu Ming menurunkan nada suara nya, bagaimana pun juga mereka yang butuh bantuan, bukan?.


Yuang Fengying menangkupkan tangannya, meski sudah memiliki kekuatan hebat, remaja itu tetap berlaku sopan terhadap orang orang yang di kenali nya.


Meski mereka juga tak pernah memperlakukannya dengan sangat baik, tapi mereka juga tak melakukan keburukan kepada keluarga nya, itu yang ada di pikiran remaja tersebut.


"Saya Yuang Fengying, mengucapkan selamat datang di rumah ini."


Kelima orang yang menjadi tamu di rumahnya, mengangguk dengan tatapan menelisik mencari tahu seberapa kuat remaja di depannya itu.


"Ah, Fengying.. kau sudah demikian besar." Fo Tong yang memulai percakapan sedikit kaku itu.


"Heum, sesungguhnya kami ingin membicarakan sesuatu kepada mu." Yu Ming sedikit ragu berbicara, setelah tak mampu melihat kekuatan remaja tersebut.


"Tentang apa itu tuan?." sesungguhnya Yuang Fengying belum mengetahui permasalahan di desa nya.

__ADS_1


"Begini nak," Lu lan menghela nafasnya, menatap Fo Tong, Yu Ming, An Long dan Han Shen. "Kami dengar sekarang kau sudah kuat, dan kami membutuhkan bantuan mu."


Lu Lan terlihat hati hati dalam berkata, dan itu di angguki oleh yang lain.


"Bantuan.?."


"Ya.., desa kita saat ini tengah di peras oleh sekelompok penjahat," Fo Tong menimpali.


"Kita harus membayar upeti tiap bulannya, dan nominal nya sangat banyak."


"Bahkan itu mencekik kami yang memiliki harta lebih dari yang lain.''


Satu persatu orang orang itu menyampaikan apa yang terjadi selama ini.


"Benarkah?." Yuang Fengying terkejut, menatap ayah nya.


"Benar anakku., mereka kelompok yang kuat, ayah sengaja tak menyampaikan ini pada mu, ayah tak ingin kau terlibat dan celaka." Yuang Hauti membenarkan namun juga menyampaikan usulannya.


Yuang Fengying mengangguk, tersenyum ke arah Ayah nya.


"Bagaimana Fengying?." Fo Tong sang kepala desa, terlihat tak sabar menanti jawaban.


Remaja itu masih terdiam, tak mengira akan ada kejadian semacam ini.


"Kami akan membayar mu jika memang kau bersedia mengahadapi mereka." Han Shen memberikan penawaran.


"Benar.."


"Ya."


Yuang Fengying terdiam bukan karena takut, atau ragu apalagi memikirkan tentang imbalan, jika seluruh harta di kampung ini di gabung saja mungkin tak akan bisa mengimbangi setengah harta nya.


"Baik, aku akan mencoba menghentikan mereka."


**


Beberapa puluh kilometer dari desa Bunga Abadi.


Kelompok Ular hijau tengah bergerak ke arah distrik-distrik yang ada di selatan.


Sepanjang perjalanan mereka membuat kekacauan dengan mengambil dan memeras harta penduduk sekitar nya.


"Ha..ha... Rampasan kita sangat melimpah kali ini."


"Ya..kita bisa berpesta dengan ini semua nantinya."


Para begundal itu tertawa senang dengan apa yang di hasilkan dalam misi ini, mereka tak menyadari jika nyawa mereka sudah mendekati ujung tenggorokannya.


___________


Jangan lupa dukungannya

__ADS_1


__ADS_2