Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
130. Gadis Naga (penj Alam Jiwa)


__ADS_3

Entah sudah berapa lama remaja itu berada di alam tersebut.


Tak ada siang dan malam membuat alam itu seperti berjalan di tempat, meski waktu dan Kejadian tetap berlangsung.


Aura kekuatan yang di pancarkan alam tersebut sungguh luar biasa, dari langit dan bumi nya mengandung kekuatan hebat untuk meningkatkan kultivasi.


Yuang Fengying masih duduk memulih-kan kekuatan nya, menyerap unsur kekuatan alam yang melimpah ruah tersebut, remaja itu juga kembali mempelajari dan memahami kilasan pertempuran nya saat bertarung dengan para Griffin.


Pemahaman tentang cara bertarung, cara menyerang serta kekurangan dari kekuatan yang di miliki nya terus di pelajari dan makin di pahami.


Jika hanya melawan satu, dua orang dengan tingkatan yang sama, atau lebih tinggi sedikit tak akan menjadi masalah baginya, namun jika menghadapi serangan gabungan seperti saat melawan Griffin, masih banyak kekurangan yang harus di perbaiki dan di evaluasi nya.


Yuang Fengying kembali menarik nafasnya dengan teratur, mencoba memasukkan unsur alam (kekuatan tenaga sejati) ke dalam tubuh nya, menyimpan tenaga sejati itu di ruang dantian dan meridian nya.


Dengan memanfaatkan tenaga sejati maka kekuatannya akan semakin mampu untuk bertahan lama, tak mudah habis meski di gunakan dalam jangka waktu yang cukup lama.


Di sebelah nya terbaring Boa Moo, meski terlihat memejamkan matanya namun sesungguhnya binatang itu masih tetap terjaga.


Meski masih bayi, Griffin aneh itu sudah memiliki kepekaan yang tinggi terhadap segala perubahan di sekitar nya.


Entah berapa lama Yuang Fengying duduk meditasi menyerap kekuatan unsur alam, saat ini badannya terasa lebih segar, kekuatannya terasa melimpah ruah dari tiap ruang unsur elemen nya, sementara jumlah tenaga sejatinya juga makin menguat.


Jika di lihat alam jiwanya, bola cahaya atau kristal Cahaya Pagoda Dewa makin terang bersinar, menerangi seluruh alam jiwa yang makin meluas, menekan kegelapan hakiki lebih jauh lagi.


Ruang ruang unsur elemen yang membantuk lingkaran dalam bentuk bilik bilik juga terlihat makin bersinar dan luas.


Di tengah ruang ruang unsur elemen yang berbentuk melingkar itu terdapat area bebas, di mana di tengah tengah nya terdapat kolam 'tenaga sejati' yang hanya berukuran satu gentong.


Gentong yang berisi tenaga sejati itu seperti memiliki sulur sebanyak tujuh buah yang mengarah ke bilik bilik ruang unsur elemen, nampak nya tenaga sejati itu lah yang akan menyuplai kekuatan, membantu ruang unsur elemen makin kuat menakutkan.


Sementara kristal Cahaya Pagoda Dewa seperti matahari memancarkan kekuatan nya menyinari semua yang ada di sana.

__ADS_1


"Kekuatanku makin bertambah, aku bisa merasakan itu." Yuang Fengying tersenyum senang, lalu beranjak pergi meninggalkan tempat tersebut, menuju ke arah gunung yang ada di sisi kanan yang di namakan nya gunung perahu terbalik.


Boa Moo kini bergelayutan di pundaknya, meski masih bayi namun binatang tersebut langsung bisa bertahan dengan lingkungannya.


Seperti anak kijang yang langsung bisa berdiri hanya beberapa menit setelah lahir, Boa moo juga bisa langsung terbang, namun tetap masih lemah, seperti anak burung yang harus melalui latihan terlebih dahulu.


"Ayo kita pergi," Yuang Fengying meloncat dan melesat terbang kembali ke udara.


Baginya kini perjalanan udara lebih cepat dan mudah di tempuh, lewat jalur itu pula Yuang Fengying mampu memetakan wilayah tersebut.


Yuang Fengying sudah terbang selama beberapa jam jika di konversikan dalam waktu normal, anak itu kini turun ke daratan, karena akan membosankan juga jika harus terus terbang.


Baru beberapa langkah dia berjalan sebuah pertempuran terdengar sayup sayup dari Indra pendengaran nya.


Dengan segera Yuang Fengying mencari apa yang terjadi, dengan kekuatan visualisasi nya.


Dalam jarak beberapa puluh kilometer terlihat seorang gadis muda tengah bertarung dengan segerombolan Rubah Api terbang.


Kekuatan unsur elemen tanah yang di miliki gadis tersebut sangat membantunya melawan puluhan rubah api.


Berkali kali semburan api dari mulut rubah tersebut mampu di tahan oleh perisai tanah yang tiba tiba bisa langsung muncul dan menghadang.


Yuang Fengying masih tercekat di tempat nya, selama waktu berjalan di alam tersebut, belum pernah bertemu dengan manusia lain, hanya ada koloni binatang dari berbagai jenis, tapi kali ini ada seorang gadis di sana.


"Apakah alam ini memiliki ras manusia di dalamnya?, atau tempat ini terhubung dengan wilayah lain? sehingga ada yang bisa memasuki alam ini dari pintu pintu yang mereka miliki?."


Yuang Fengying segera melesat menjadi seberkas cahaya, menuju ke arah gadis yang tengah bertarung di keroyok rubah api.


Jarak mereka kini hanya tinggal lima kilometer, suara pertarungan terdengar makin nyata dan jelas.


Gadis dengan wajah sangat cantik itu terlihat mampu menahan serangan para pengeroyok nya.

__ADS_1


"Enyah...!." kedua tangan gadis itu menghentak, menciptakan gelombang kejut dari balik tanah yang langsung melempar binatang binatang itu.


Kekuatan yang menakutkan jika saja lawannya berdiri di tanah, namun ini adalah rubah api terbang, mereka bergerak dengan cara terbang, serta posisi nya tak menempel di tanah, hempasan kekuatan yang berasal dari tanah itu hanya mampu menyapu koloni itu tanpa membuat benar benar terluka.


Gadis cantik dengan sepasang tanduk emas di kepala nya itu sedikit gusar.


"Merepotkan..!." gadis itu mengangkat tangan kanan nya, sebuah lengan halus dengan sedikit corakan sisik warna kehijauan itu melambai, lalu dari lengannya muncul bayangan naga hijau sebesar pohon kelapa dengan panjang mencapai sepuluh meter.


Naga yang masih transparan itu langsung melesat menerjang koloni rubah api yang terlihat seperti mengejek serangan gadis itu, karena bisa terbang.


"Hancurkan...!." gadis itu membuka jari jari hingga lebar, seakan mengendalikan naga transparan itu menyerang koloni rubah api.


Menakjubkan meski transparan tapi naga itu benar benar mampu menyerang dan menggigit rubah api, bahkan beberapa rubah api terkejut saat beberapa anggota nya terpotong dan terbelah oleh taring naga yang terbuka.


Darah berceceran di mana mana dengan anggota badan rubah api bertebaran.


"Ha...ha..ha.. rasakan serangan ku binatang jelek..!," gadis cantik dari ras manusia naga itu tertawa senang karena seranganya mampu membuat koloni rubah api tercerai berai.


"Huuuuu...!!."


Sebuah lolongan terdengar keras, sesosok rubah api yang sangat besar kini tiba disana bersama koloni baru lainnya.


Gadis naga itu kini pucat wajahnya, Raja Rubah api kini datang untuk menyerangnya.


"Sungguh sial harimu gadis muda..!." Raja Rubah Api terbang mendekat, aura gelombang panas di sebar oleh raja binatang rubah itu, membuat alam langsung bergolak.


"Hari ini kita makan daging manusia meski bukan manusia murni." Raja Rubah Api berkata kepada seluruh anak buahnya.


__________


Jangan lupa dukungannya

__ADS_1


__ADS_2