
Alam langsung terasa bergolak dan bergetar saat beberapa orang sudah mengaktifkan kekuatan unsur elemen yang dimiliki.
Semua petinggi anggota Aliansi Pertengahan itu menatap tajam dengan aura membunuh yang kental, mereka benar benar beranggapan remaja tersebut memang mata mata yang ingin mengacaukan kegiatan aliansi tersebut.
"Bunuh..!."
"Hancurkan...!."
"Jangan biarkan lolos..!."
Pemikiran pemikiran tersebut bermunculan dari otak orang orang tersebut.
Pria dengan ikat kepala dan berbaju kulit harimau bahkan kian mendekat, dengan memancarkan Kekuatan ranah Kuasa Sejati pertengahan.
Tiga pria pemimpin dari Paviliun Badai Abadi juga sudah di selimuti oleh kekuatan angin yang di padu dengan unsur elemen lain yang di miliki, di belakangnya pria berbaju merah merah dan anak buah lainnya juga sudah bersiap.
Xue Joliang Jian sang pemimpin kota yang berasal dari keluarga Xue terlihat sudah memutar tangannya, menandakan kekuatan elemen nya mulai di aktifkan.
Beberapa perempuan paruh baya dari kelompok Lembah Bulan yang menjadi anggota aliansi juga sudah bersiap.
Selain itu ada puluhan tetua lain dari kelompok lain yang menjadi anggota aliansi juga sudah mengurung wilayah tersebut hingga beberapa kilometer diameter nya.
Pria dengan baju merah merah, yang berada di belakang para Tetua nya kini makin percaya diri untuk menyerang.
Dengan dukungan sebanyak itu, jika dia mampu meringkus mengalahkan lawan pasti akan mendapatkan apresiasi dari anggota aliansi yang lainnya, tak menutup kemungkinan dia akan mendapatkan hadiah dan pujian dari pihak Aliansi.
"Huuu..!." Dengan penuh percaya diri pria berbaju merah merah itu meloncat dari tempat nya dan menyerang Yuang Fengying mendahului lainnya.
Tangan pria tersebut sudah mencabut senjata kipas lipat dari pinggang nya.
Menghantamkan ke depan ke arah Yuang Fengying.
Weeng..
Gelombang kekuatan langsung menerjang ke depan.
Serangan yang memiliki unsur elemen angin itu membaur dengan api, berputar membentuk tornado melesat ke arah Yuang Fengying.
"Serangan yang menakutkan..!."
"Paviliun Badai Abadi memang pengolah kekuatan angin yang mengerikan."
"Mati pasti berandalan tengik itu."
Mendapatkan serangan angin dan api yang berputar membetuk lesatan kekuatan Yuang Fengying langsung melempar Sabit Dewa nya.
Siu.. Siu.....
__ADS_1
Senjata itu berputar menciptakan lesatan mengerikan, membelah putaran serangan pria berbaju merah merah.
"Hah.!. Senjata itu mampu menembus putaran gelombang kekuatan angin dan api?."
"Begitu kuat kah kekuatan lesatan itu, hingga mampu menerabas serangan lawan?."
Orang orang yang sesaat tadi mengagumi serangan pria berbaju merah, kini makin kagum dengan serangan Yuang Fengying yang mampu menebus putaran angin dan api yang di ciptakan lawan.
Sabit Dewa saat itu terus menerabas putaran serangan lawan, membelah lajur serangan dan menyasar tubuh pria itu.
"Aarggh...!."
Hanya dalam hitungan detik senjata itu kini sudah membelah badan pria berbaju merah merah.
Dengan diiringi jeritan yang menyayat, badan pria itu terbelah menjadi dua.
"Bajingaan tengiik..!, berani sekali kau membunuh anggota Paviliun Badai Abadi..!." Tiga bayangan langsung meloncat menyerang, mereka adalah tiga tetua yang di kirim paviliun Badai Abadi ke acara tersebut.
Bukan hanya mereka, namun juga pria dengan ikat kepala dan berbaju kulit harimau serta yang lainnya.
Kini semua orang itu sudah menyerang dengan serangan di tujukan kepada Yuang Fengying dalam sekali waktu.
"Sial mereka menyerang bersama sama, sungguh merepotkan." Yuang Fengying langsung muram wajahnya, jelas bukan perkara mudah jika semua orang melancarkan serangan bersama sama seperti ini.
Para tokoh tersebut rata rata sudah berada di ranah Kuasa Sejati meski masih ada di level awal.
"Keluar..!," Yuang Fengying menepuk tas penyimpanan nya, dari tas itu melesat keluar empat sosok robotik berbadan manusia dan berkepala binatang, ada yang memiliki kepala Singa, burung, anjing dan gajah, mereka adalah pasukan yang berhasil di dapatkan dari merampok lawannya.
Semua itu tentu saja membuat orang orang tersebut terkejut tak terkira.
Tak percaya jika sosok yang semula akan mudah di ringkus dan dikalahkan, akan memiliki kekuatan seperti ini.
"Bangsaat..!, penyusup ini benar benar sudah di bekali senjata robotik." salah satu penyerang terdengar mengumpat kesal.
"Ya, makanya dia berani menyusup dan mengacau seorang diri di sini."
WEEENG...
Begitu lawan lawannya mulai terganggu gerakannya akibat gravitasi yang meningkat, Yuang Fengying mengeluarkan cambuk ekor naga di tangan kirinya, dan menebaskan Sabit Dewa yang kali ini di genggaman di tangan kanan.
Wuuung ...
Sraaatt....
Cambuk ekor naga berputar membelit dan menusuk orang orang yang berusaha mendekat, sedangkan Sabit Dewa yang kali ini di genggaman memotong apapun yang di lewati nya.
Jleeb..!
__ADS_1
Craaass...!
Tiga tetua Paviliun Badai Abadi yang semula berloncatan maju menyerang berhasil menghindari serangan balik, meski juga masih terserempet senjata Yuang Fengying di beberapa bagian tubuh yang berbeda, namun tidak dengan para bawahannya.
Sementara pria dengan ikat kepala hitam berbaju kulit harimau sudah bertarung dengan salah satu sosok robotik.
Dengan ranah kultivasi Yuang Fengying saat ini, dia mampu mengendalikan sosok sosok robotik itu bahkan lebih baik dari Su Man pemilik lamanya.
Empat sosok robotik itu bertarung melawan sisa orang orang yang mengeroyok Yuang Fengying.
Kembali Yuang Fengying melempar Sabit Dewa ke arah salah satu tetua dari Paviliun Badai Abadi, selanjutnya remaja itu melesat ke arah dua orang lainnya.
Siuuu...
Sabit Dewa melesat, meliuk dan mencoba memotong tetua itu, namun berhasil di tangkis.
TAANG...!
"Senjata apa ini..?!." pria petinggi paviliun Badai Abadi sungguh terkejut saat Sabit Dewa kembali berputar dan menyasar tubuh nya.
Sedangkan dua tetua yang langsung di serang Yuang Fengying, sungguh sangat sial karena keduanya tak mampu menahan serangan itu.
Siuuu...
Cambuk ekor naga meliuk, mengindari tangkisan pria tersebut saat tadi akan menyerang dari depan, lalu berbalik dan menembakkan lesatan serangan yang mampu menembus punggung dari belakang.
"Aarggh..!." pria itu menjerit saat tulang belakang nya hancur bersama punggung nya yang terbelah terkoyak.
Satu Pria lagi di hantam Yuang Fengying dengan jurus Menebas Angin Menghadang Badai yang tepat mengenai dada nya.
"Hooekk..!" Dada itu hancur beserta isi di dalamnya.
Hanya dalam hitungan beberapa tarikan nafas, situasi kini berubah.
Yuang Fengying dan pasukan robotik nya menekan orang orang yang semula ingin menangkapnya.
"Bentuk formasi serangan..!." Xue Joliang Jian berteriak menyadari aliansi nya kocar kacir di tekan lawan.
Orang orang langsung berloncatan dan membentuk sebuah barisan dengan susunan tertentu.
Dengan di pimpin Beberapa wanita paruh baya dari kelompok Lembah Bulan, aliansi itu mulai membentuk sebuah formasi serangan sekaligus pertahanan.
"Sisi kanan merapat sisi kiri melebar..," beberapa perempuan itu berteriak dan memimpin membentuk sebuah gerakan.
Alam kembali bergetar, kekuatan gravitasi yang semula di aktifkan Yuang Fengying kini tak lagi berefek, karena adanya kekuatan lain dari formasi yang di bentuk orang orang tersebut.
Kekuatan gabungan tetap saja memiliki daya kekuatan yang menakutkan.
__ADS_1
__________
Jangan lupa dukungannya...