
Waktu berlalu, sudah tiga hari Yuang Fengying tenggelam dalam meditasi nya.
Kristal pelangi di tangan nya sudah terserap hampir empat puluh persen dari total seluruh kekuatan nya.
Badan Yuang Fengying kini terlihat berpendar dengan kekuatan yang meluap luap.
Kekuatan alam sekitar seperti di tarik ke arahnya, bahkan semua orang yang berada di luar hunian master Xingguang bisa merasakan itu.
"Siapa yang menerobos?."
"Kekuatan terobosan yang menakutkan."
Alam seperti di putar balikan, langit gelap dengan awan tebal terlihat terpancang di atas hunian master Xingguang, pusaran angin di sertai rintik hujan terlihat di sana.
Hembusan angin mengarah di kediaman itu, dengan aura aura yang tersedot ke arah sana.
Di salah satu bangunan yang di huni oleh Tetua Agung Bukit Bayangan terlihat orang berkumpul, mereka adalah Tetua Agung, wakil tetua agung, tetua regulasi dan beberapa tetua yang memiliki kedudukan tinggi di perguruan itu.
"Apa Xingguang tengah menerobos?." tanya tetua Agung pelan.
Pria tua itu menatap aliran aura yang tertarik ke hunian master Xingguang.
"Mungkin demikian Tetua agung." jawab sang wakil dengan hormat.
"Hmm, aura yang menakutkan, apakah Xingguang menerobos ke ranah Raja Bumi?."
"Tidak..tidak, jika merasakannya aku kira ini terobosan tingkat Kuasa Sejati." sahut tetua sepuh lainnya.
Di perguruan Bukit Bayangan bahkan belum pernah ada yang berada di ranah Kuasa Sejati, sang tetua agung saja berada di ranah Raja Bumi level 8.
"Benar, kekuatan yang tampak seperti bukan terobosan Raja Bumi."
"Sungguh beruntung Xingguang jika ini benar terjadi."
"Ya, perguruan ini akan makin kuat mestinya."
Tak salah jika para petinggi perguruan Bukit Bayangan saling berpendapat demikian, karena kekuatan yang di tampakkan dalam terobosan tersebut sangatlah dahsyat, mampu menarik esensi dari kekuatan alam menuju kepada orang yang tengah menerobos itu.
Kekuatan alam seperti di curahkan dan di masukkan esensi nya ke dalam tubuh orang tersebut.
Namun semua keliru jika menganggap master Xingguang yang menerobos, saat ini pria paruh baya itu bahkan tak berada di huniannya, dia tengah berada di luar perguruan seni bela diri itu.
__ADS_1
Yuang Fengying membuka matanya, kekuatan yang menggemparkan sedikit demi sedikit mulai berkurang.
Alam yang bergolak dengan esensi kekuatan mengalir ke arah hunian master Xingguang kini berangsur angsur kembali normal.
Angin yang berhembus mengarah ke hunian itu sudah kembali seperti semula, bertiup ke arah biasa.
Sebuah senyuman terbit di wajah Yuang Fengying.
"Ah, kekuatan ini sungguh menyenangkan, aku sudah menerobos ke alam Bumi sejati, hanya dalam waktu tiga hari."
Yuang Fengying sangatlah senang.
"Tak sia sia aku menghabiskan banyak pil dan herbal, untuk mendukung kristal pelangi ini."
Yuang Fengying menyimpan kembali kristal tersebut di ruang jiwa nya.
Jika dia melihat di alam jiwanya, kini alam itu makin melebar.
Kristal Cahaya Pagoda Dewa makin membesar, kini sudah lebih dari kepalan tangan.
Corakan gambaran pagoda sembilan lantai makin terlihat jelas.
Ruang ruang unsur elemen juga makin meluas, area gelap di alam itu makin terdorong menjauh.
Ruang petir kini terlihat makin menakjubkan dengan batu petir hitam melayang dan terpercik sengatan sengatan petir di sana.
Sumber kekuatan petir yang kuat terlihat dalam batu petir hitam itu.
Ruang unsur Api juga terlihat makin membara, meski belum ada benda kuat yang menjadi penyimpan esensi kekuatan api di sana, namun pemasok unsur elemen api itu makin menakutkan.
Ruang unsur elemen kayu makin terlihat luas, dengan ras pohon suci menjadi tuan di sana, pohon itu sudah terlihat makin tinggi, sekitar satu setengah meter.
Daunnya terlihat lebat dengan akar yang kokoh mencengkeram dasarnya.
Dari ujung tiap daunnya terlihat cahaya titik titik kristal bening, sesungguhnya itu adalah 'Air Suci', sebuah esensi kekuatan dari unsur kayu yang mampu memulihkan kondisi seseorang kembali ke kekuatan terbaiknya jika meminum nya, meski hanya setetes.
Ruang unsur elemen udara juga makin meluas, angin pusaran kecil terlihat berputar di ruang tersebut.
Kristal pelangi memang sebuah benda artefak yang sungguh menakjubkan kekuatan nya, tak salah jika semua orang mengincarnya.
Ruang unsur elemen Air-Es juga makin hebat, keping kristal inti Es yang ada di sana makin menebal, meski kristal inti Es hanya sebesar kepalan namun itu sudah cukup menakutkan semua orang di benua Tanah Tengah.
__ADS_1
Hanya ruang unsur elemen tanah yang masih 'sedikit' tertinggal jika di banding lainnya.
Ruang itu masih kosong dengan hamparan makin luas.
Meski tak ada pusat kekuatan ber-unsur elemen tanah di sana namun bagi orang lain itu sudah lebih dari hebat.
Yuang Fengying tersenyum puas, dengan tingkatan saat ini dia bahkan mampu melawan musuh di ranah Raja Bumi akhir.
Saat ini alam sudah kembali normal, tak ada lagi kekuatan yang tersedot dan mengarah ke sana, bahkan Yuang Fengying sudah keluar dari ruang kultivasi di hunian master Xingguang.
Yuang Fengying berniat meninggalkan kediaman sang master, ingin berjalan jalan melihat perguruan, atau setidaknya menuju ke restoran yang ada di lingkup perguruan Bukit Bayangan.
Tiga hari bertapa tanpa makanan dan minuman membuat Yuang Fengying merindukan untuk menyantap berbagai hidangan.
Sesungguhnya kultivator tak terlalu membutuhkan makanan, semakin hebat ranahnya maka semakin kuat orang tersebut tak bergantung dengan makanan.
Bagi seorang kultivator, makanan tak lebih hanya pengganjal perut, semua kebutuhan akan hal itu sudah tercukupi oleh esensi yang di berikan alam.
Tubuhnya mampu mengolah apa yang di butuhkan dari kekuatan alam yang bisa di tarik-nya tersebut.
Usia kultivator juga otomatis meningkat dengan kenaikan ranah kultivasi nya.
Bahkan setiap kali seseorang menerobos usianya bisa bertambah puluhan hingga ratusan tahun.
Semakin tinggi ranah yang di terobos, maka semakin panjang pertambahan usianya.
Kekuatan fisiknya jelas makin kuat, organ organnya makin sehat dengan daya regenerasi makin kuat dan cepat tanpa melatih khusus tubuhnya itu.
Yuang Fengying berniat keluar dari kediaman master Xingguang, namun terkejut saat beberapa orang terlihat sudah menunggu di luar rumah sang master.
"Ada apa ini? mengapa para senior ada di sini?." tanya Yuang Fengying dengan keheranan.
"Fengying, apakah master Xingguang ada di rumah?, beliau di minta menghadap tetua agung jika berkenan." terlihat sekali para senior itu berkata dengan penuh hati hati.
Yuang Fengying menggaruk kepalanya, pasalnya dirinya tak tahu apakah gurunya itu saat ini berada di rumahnya.
"Tolong kamu sampaikan undangan tetua agung ini, semoga master Xingguang bersedia datang setelah mengalami terobosan yang dia lakukan."
"Terobosan? guru juga baru selesai menerobos ?." pelan Yuang Fengying berkata dengan raut wajah gembira.
"Ck, berandalan tengik, masak masternya menerobos malah tak tahu." gumam beberapa orang itu pelan, wajah para penyampai pesan itu langsung muram dan jelek.
__ADS_1
__________
Jangan lupa dukungannya