
Empat sosok dengan sangat cepat mendekati Yuang Fengying dengan aura yang mengerikan.
Mereka adalah empat pria berbaju jubah hitam dengan simbol tertentu, keempat orang itu langsung menghampiri Yuang Fengying yang masih menembaki tempat tersebut dengan serangan serangan nya.
Meski akibat yang di timbulkan oleh serangan Yuang Fengying sangat dahsyat, sesungguhnya serangan itu sudah berkurang banyak karena di tekan oleh kekuatan alam Peta Dimensi, atas perintah pria berbaju katun tentu nya.
"Hei kau bajingaan tengiik ..!, karena kau sudah bertindak kurang ajar kepada tuan ku dengan merusak alam ini, maka aku akan menghajar dan mencincang mu..!." salah satu pria itu berteriak dan langsung melepaskan serangan nya.
Gelombang api langsung membanjiri tempat tersebut, serangan itu mencoba menghantam dan mengurung remaja tersebut ."Mati kau dalam penderitaan..!." sosok yang melakukan serangan adalah pria dengan jubah hitam simbol nomor tiga.
Yuang Fengying yang semula masih melakukan tembakan serangan acak ke arah perbukitan, kini meloncat dan menghindar dari terjangan api pria berjubah hitam dengan simbol nomor tiga.
Belum juga berhenti dari mengindari serangan pria jubah hitam nomor tiga, pria lain sudah melepaskan serangan yang berunsur aura sangat dingin, itu adalah pria dengan simbol nomor empat.
Gelombang kekuatan membeku kan itu bergerak sangat cepat membuat jalur serangan kini benar benar berubah menjadi Padang salju dalam ratusan meter.
Dua serangan itu berlangsung hanya dalam waktu beberapa kedipan mata saja.
"Sialan ..!, kalian anjing pria tua itu rupanya.." Yuang Fengying menepis semua serangan itu dengan menghantamkan pukulannya, kini remaja tersebut mulai menyadari siapa para penyerangnya.
Remaja itu menatap empat orang berjubah hitam yang sudah mengurung tempat berdiri nya, di empat arah mata angin.
Pria berjubah hitam lain yang memiliki simbol nomer dua sudah menciptakan domain yang mengurung dan sangat menekan, pria ini mengolah kekuatan tanah, membuat tekanan gravitasi jelas makin kuat dan berat untuk lawan nya.
"Menyerahlah maka kau akan mati dengan tenang tanpa siksaan dan rasa sakit." pria dengan simbol nomer satu sudah mengangkat tangan nya, dari tangan pria itu keluar piringan putih yang berputar dengan sangat cepat dan terlihat mengerikan, itu seperti cakram dewa Krisna sungguh menakutkan, membuat alam sekitarnya bergetar.
"Menyerah..?, tunduk dengan kalian.....?, ck tak ada dalam pikiran ku .'' masih dengan tenang Yuang Fengying membalas perkataan lawan.
"Dasar bajingaan bodoh..!, tak tahu saat ini ada di mana..!, masih saja berlaku sok sokan..!." pria dengan simbol nomer satu itu marah dan melempar piringan cakram yang berputar di telapak tangan nya, itu adalah senjata Cakra yang di bentuk dari unsur elemen angin.
SRIIING...
Piringan bergerigi dan berputar itu melesat ke arah Yuang Fengying, sungguh kekuatan yang mengerikan.
__ADS_1
Suara dengung nya saja mampu merontokkan aura lawan.
"Hadeh," Tangan Yuang Fengying melambai menciptakan Lesatan serangan yang tak kalah dahsyat nya.
BAAMM...
Ledakan sangat keras tercipta, membuat gelombang kejut yang menyibak dan melempar apapun di sekitar arena pertarungan.
"Ugh." Yuang Fengying terpental, wajah nya sedikit pucat. "Kekuatanku benar benar di batasi oleh alam ini."
Pria berjubah nomer satu juga terdorong kebelakang, "Sialan kekuatan bajingan ini sungguh kuat, sudah di batasi kekuatan nya masih juga se-mengerikan ini."
Seandainya mereka bertarung di dunia luar pasti akibat nya sudah bisa di tebak, Yuang Fengying lah pemenang nya, namun di alam ini mereka terlihat berimbang, itu membuat remaja tersebut makin muram wajahnya. "Dengan kekuatan ku yang di tekan, dan menghadapi empat orang sekaligus ini pasti tidak akan mudah."
**
Pria tua berbaju katun tersenyum saat meneliti Peta Dimensi dengan kekuatan spiritual nya.
"Ha..ha.. berandalan keparaat..!, sekarang kau berada di neraka yang menjadi Kuasa ku."
**
Yuang Fengying mulai terpojok saat serangan para pengepung nya kini kian intens dan menakutkan.
"Badai Api Amarah..!."
"Ombak Salju Menghantam...!."
"Cakra Angin Kematian..!."
"Tinju Bumi..!."
Keempat orang itu melancarkan serangannya, gelombang energi itu menyambar Yuang Fengying dengan ganas.
__ADS_1
Api yang berkobar layaknya lautan mulai menyelimuti Yuang Fengying untuk membakar nya, demikian pula dengan badai salju yang membeku kan apapun itu juga melesat menjadi jutaan anak panah anak panah yang menghujam remaja tersebut dari berbagai sisi.
Dari arah yang lain sebuah tinju yang terbentuk dari unsur tanah menerjang ganas seperti ingin meremukkan tubuh remaja itu.
Dan yang paling mengerikan piringan bergerigi yang terbentuk dari unsur angin siap membelah tubuh Yuang Fengying.
"Sial, kekuatan jurus Seribu Perisai jadi tak sekuat biasa nya, meski demikian aku harus tetap menggunakannya untuk melindungi diriku." Yuang Fengying tetap mengaktifkan jurus tersebut sambil menebaskan pedang Pelangi, membantuk gelombang kekuatan yang berputar dan mementahkan serangan lawan lawan nya.
BAAAM....
Ratusan panah dari Air-Es yang sangat padat itu dapat di tebas oleh gelombang serangan Yuang Fengying, demikian pula dengan tinju raksasa dari unsur tanah rontok menjadi serpihan debu.
Sementara serangan Api yang menerjang juga mampu di musnahkan remaja tersebut, namun sayangnya piringan Cakra angin yang makin membesar begitu di lemparkan itu terus melesat tak terbendung dan mampu menebas lengan kiri Yuang Fengying.
Craaass...!
Tebasan yang mengerikan itu melempar tubuh remaja tersebut hingga beberapa meter jauhnya.
"Aargh..!," Yuang Fengying menjerit dengan memegangi lengan kirinya, darah menyembur dari sisa potongan lengan remaja tersebut.
Tubuh nya yang terlempar dan menghantam alam sekitar merusak apapun yang di lewati nya, menciptakan alur sungai kering yang sangat panjang.
Di dunia luar pria tua makin tertawa terbahak bahak, "Terus berikan siksaan kepada berandalan itu..ha..ha.."
"Sial, dengan tekanan alam ini, kekuatan ku melemah dan kekuatan mereka makin meningkat." Saat ini Yuang Fengying masih bersandar di bawah pepohonan, badannya yang terlempar dengan lengan kiri tertebas nampak tersengal sengal seperti kehabisan tenaga.
Jika itu menimpa orang lain mungkin sudah semenjak tadi kalah saat jurus pertama di lepaskan lawan.
Namun Yuang Fengying memiliki Kristal Pagoda Dewa, benda itu terus memasok kebutuhan akan energi, meski akhirnya juga di hisap oleh alam Peta Dimensi.
"Aku harus fokus dan menargetkan salah satu dari mereka untuk ku habisi, tak bisa jika bertarung dengan cara begini terus." Saat itulah Ras Pohon Suci yang ada di ruang jiwa bergetar hebat, pohon yang sudah terlihat menjulang tinggi dengan daun yang mulai lebat itu memancarkan sinar nya, menyebar dan memasuki tubuh Yuang Fengying.
"Aargh...!." Yuang Fengying menjerit sesaat saat rasa nyeri di lengan kiri makin kuat.
__ADS_1
_________
Jangan lupa dukungannya