Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
246. Masa Bahagia dan Ancaman Baru.


__ADS_3

Yuang Fengying terus menebaskan tangannya, menciptakan Lesatan energi yang menghancurkan para perampok, remaja itu tak ingin berbelas kasihan terhadap para bajingan sampah masyarakat.


Sraaak...


Sraaak...


"Argh... Uughh...''


Para perampok itu menjerit tertahan saat badannya di tebas dan tercerai berai sebelum akhirnya mati, tergeletak begitu saja.


Kekuatan yang di tampilkan Yuang Fengying membuat para penduduk desa tercengang, kagum namun juga ngeri dan ketakutan.


Kekuatan yang begitu dominan dan sangat mengintimidasi , sungguh sangat mengerikan.


Jika mengingat betapa dahsyatnya kekuatan Yuang Fengying maka orang orang itu akan menggigil ngeri serta Ketakutan, namun untungnya Yuang Fengying selalu baik dan bersikap ramah kepada penduduk desa selama ini.


Hari itu para penduduk desa bahu membahu membersihkan lokasi tanah lapang serta mayat mayat ratusan perampok yang mati.


Meski demikian, raut wajah mereka terlihat mulai lega, karena tak ada lagi perampok yang akan selalu menguras kekayaan warga desa tersebut, namun pemikiran seperti itu tak sejalan dengan Yuang Fengying.


Remaja itu yakin para perampok yang menuju ke desa Bunga Abadi pastinya hanya sebagian dari jumlah utuh asli nya.


Pasti ada pucuk pimpinannya yang masih belum bergerak, dan saat ini mungkin berada di markasnya.


Namun sekuat apapun mereka itu, bagi remaja tersebut kelompok penjahat itu hanyalah sekumpulan semut, yang akan mudah di matikan.


**


Hari itu penduduk desa Bunga Abadi benar benar mengadakan pesta, karena berhasil lolos dari tekanan para penjahat.


Selain itu, mereka juga mendapatkan limpahan banyak barang rampasan yang di bawa para perampok.


"Baris yang rapi kita bagi harta rampasan ini dengan adil." Fo Tong sebagai kepala desa, mulai mengatur para penduduk desa untuk membagi harta rampasan.


Ternyata rampasan para perampok sebelum tiba di desa Bunga Abadi sangatlah banyak.


Semula Fo Tong ragu dan ingin menyerahkan semua harta itu kepada Yuang Fengying, karena dialah yang mengalahkan para perampok.


Namun remaja itu menolaknya, apalagi saat melihat banyak penduduk desa yang terlihat mengharapakan harta benda rampasan tersebut.


Gunungan harta itu akhirnya di bagi bagi seadil-adilnya, tentu dengan Yuang Fengying memperoleh harta tersebut hampir seperempat bagian dan sisanya baru di bagi bagikan.


"Semua ini berkat kehebatan tuan muda Fengying, kalian harus mengucapkan rasa terima kasih kepada nya."


Kini panggilan orang orang kepada Yuang Fengying mulai berubah, selain karena jasanya juga karena Kekuatan nya, karena di dunia mereka kekuatan nomor satu.


"Ya benar, berkat tuan muda Fengying kita terbebas dari para penjahat, bahkan memperoleh harta sebanyak ini." sahut yang lainnya.


Rakyat desa Bunga Abadi saat ini benar benar merasakan kemakmuran dan ketenangan setelah bebas dari penjahat.

__ADS_1


Selain itu dengan adanya tokoh kuat di desa mereka, jelas pasti akan terjamin keamanannya.


**


"Semua ini untuk ayah dan ibu." Yuang Fengying menyerahkan semua harta yang di peroleh dari pembagian kepala desa.


Yuang Hauti dan Xia Peiyu tentu saja terbelalak melihat nya.


"Apakah ini bayaran yang kau terima?."


"Bukan Ayah, ini adalah..." Yuang Fengying menceritakan semua yang terjadi di tanah lapang.


Sengaja Yuang Fengying melarang kedua orang tua nya hadir di tanah lapang karena takut terkena imbas jika terjadi pertarungan sengit.


Namun ternyata remaja itu mampu mengatasi dengan cepat tanpa membahayakan lainnya.


"Ah, jadi ini milik para perampok yang sudah kau musnahkan?."


"Ya benar, ini sebagian dari jatah pembagian, ayah."


Yuang Hauti masih terpana melihat banyaknya harta yang tergeletak di ruang tersebut.


"Semua akan ku simpan di artefak ini," Yuang Fengying memasukan semua harta itu di sebuah cincin penyimpanan dan menyerahkan kepada ayahnya. "Aku juga sudah menambahkan koin emas di dalam penyimpanan ini."


Yuang Hauti dan Xia Peiyu makin terpana, setelah melihat dengan indra spiritual berapa keseluruhan harta di sana.


"Aku ingin ayah dan ibu tak kekurangan apapun lagi."


Desa Bunga Abadi kini menjadi desa yang kian maju dan berkembang, dengan taraf hidup masyarakat meningkat, setelah adanya tambahan modal begitu banyak bagi orang biasa tersebut.


**


*POV Yuang Fengying*


Hari berganti hari, entah sudah berapa minggu atau bulan aku berkumpul dengan kedua orang tua ku.


Saking nyaman nya hidup seperti orang biasa sampai sampai aku melupakan kultivasi ku.


Hari itu alam jiwa khusus pagoda dewa terasa bergetar, memanggilku.


Dengan segera aku memasuki alam Pagoda Dewa, khusus memasuki ruang pertama Pagoda Dewa.


Terlihat sosok cahaya tengah duduk bersila di kehampaan seperti tengah menungguku di sana.


"Tuan muda Fengying.." sapa sosok itu kepada ku.


Aku juga menangkupkan kedua tanganku, "Salam Tuan.."


Meski terdengar biasa namun aku menangkap suara kepanikan dalam suara sosok bercahaya itu.

__ADS_1


"Mengapa aku di panggil kemari Tuan?." sedikit aneh saja bagiku.


Sosok bercahaya itu terlihat terdiam sejenak, seakan sedang menghela nafasnya, padahal aku tahu sosok itu bukan mahkluk hidup yang membutuhkan oksigen untuk bernafas selayaknya manusia.


"Saya menangkap pergerakan dengan kekuatan yang mengerikan dan menuju kemari."


"Apa maksudnya?."


"Mereka adalah beberapa kekuatan yang sejalan dengan sosok yang pernah tuan muda kalah kan, kelompok golongan Kegelapan."


"Mereka rekan pria tua berbaju katun? Alias di iblis pemilik Peta Dimensi?." kata ku menegaskan.


"Benar.. Dan saat ini tengah menuju ke wilayah ini." sosok bercahaya terdiam, "Bukan hanya satu orang tapi sebuah kelompok dengan kekuatan melebihi pria tua itu."


Aku terdiam, jujur menghadapi seorang pria tua itu saja aku harus berjuang keras, namun saat ini ada sekelompok orang dengan kekuatan yang bahkan lebih kuat lagi ingin memburu ku, benarkah?.


Bukan aku takut, tapi aku memikirkan banyak hal, termasuk kedua orang tua ku dan para penduduk di sini.


"Apa yang harus ku lakukan?."


"Tuan muda harus pergi dari sini."


"Pergi?, dari sini?."


"Ya, pergi dari wilayah ini." kata sosok tersebut.


"Kemana aku mesti pergi? Ke wilayah Utara?."


Sosok bercahaya itu terlihat menggeleng, "Pergi ke benua baru, benua yang benar benar benua."


Jujur aku makin bingung, bukannya ini benua tengah, apa kau mesti ke benua timur atau barat?.


"Jika aku menyarankan, tuan muda bisa pergi ke wilayah sungai Larangan, sungai yang berada di hutan bayangan di belakang perguruan Bukit Bayangan."


"Di sana ada sebuah kristal yang harus tuan muda ambil, itu kristal pembangkit kekuatan unsur Air-Es."


"Setelah mengambilnya tuan bisa meninggalkan wilayah ini."


Aku hanya terdiam, tak tahu harus berkata apa, semua masih sangat membingungkan bagiku.


"Pergi ke sungai Larangan? Mengambil kristal penguat unsur Air-Es?."


"Benar." sosok bercahaya mengangguk membenarkan apa yang ku katakan.


"Cepatlah tuan muda mengambil keputusan, waktu kita tak banyak, jika para pengejar itu menemukan tuan muda, bukan hanya anda yang celaka, tapi semua yang ada di sini, termasuk saya dan kristal Pagoda Dewa." sosok itu terlihat benar benar cemas saat mengatakan itu.


"Baiklah..., beri aku waktu satu hari untuk memikirkan dan menyelesaikan semua urusan di sini." akhirnya aku mengambil keputusan.


_____________

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya...


__ADS_2