
Semua terlihat pucat wajahnya, tak menyangka kekuatan remaja yang di keroyok nya demikian dahsyat.
"Ah.. sungguh menakutkan."
Yuang Fengying kembali bergerak, gerakan nya sungguh sangat cepat dan membuat orang orang itu tak menduga nya.
Saat ini remaja itu sudah melesat mendekati wanita yang memegang cambuk.
"Apa dia mendekati Wen Nie?." pria dengan penutup kepala warna putih terkejut, lawannya kini bergerak cepat dan muncul di hadapan rekan wanitanya.
"Lesatan Kehancuran...!."
Yuang Fengying menebaskan tangannya, kilatan cahaya putih menyambar lengan wanita yang masih memegang cambuknya itu.
Craaass...
"Aakh..!." wanita itu menjerit kesakitan saat tangannya tertebas lesatan cahaya putih hasil karya remaja yang menjadi lawan nya.
"Bajingaan tengiik..!!," jerit wanita itu saat lengannya yang memegang cambuk terputus, dan sekarang cambuk tersebut malah di rebut oleh lawannya.
"Ha..ha...!." Yuang Fengying tertawa dengan puas saat berhasil menguasai senjata lawannya.
Saat ini Yuang Fengying masih memain mainkan senjata cambuk tersebut.
"Hmm, senjata serang yang lumayan bagus," remaja itu mengagumi senjata yang kini di pegangnya, meski hanya senjata tingkatan Raja Mistik tingkat rendah dan sedikit rusak, namun itu bisa di perbaiki dan di tingkatkan.
"Berandalan keparaat..!," kau merampok senjata rekan kami..!." pria berbaju totol totol berteriak marah dan meloncat menyerang kembali.
Pria berbaju totol totol itu kembali menghantamkan pukulannya, kali ini gelombang kekuatan panas makin mengerikan, rupanya pria itu makin meningkat kan serangan nya.
"Ha..ha...!," Yuang Fengying tertawa, lalu memutar senjata cambuk nya setelah sempat mengaktifkan Kuasa atas benda tersebut.
Cambuk itu melesat dan berputar putar, kemudian melesat menerjang dan membelit wanita paruh baya dengan baju hijau gelap.
"Bajingaan..!." wanita itu mengumpat, tubuh nya terikat dan terbetot sebelum di lempar ke arah pria dengan baju totol totol.
Pria yang tengah melepaskan pukulan berbasis api itu tercekat, pasalnya kini tubuh rekannya malah menjadi samsak pelindung yang menghalangi jalur serangan nya.
"Sial..!," pria itu mengumpat, namun tak mungkin menarik serangan yang sudah di lepasnya.
Melihat dirinya akan di adu dengan kekuatan api, wanita itu mengaktifkan unsur elemen kayunya, membentuk sebuah pertahanan meski itu juga hanya mengurangi kekuatan sebaran api saja.
BLAARR...
Serangan pria berbaju totol totol itu membentur unsur kayu yang tiba tiba tercipta dari kekuatan Kuasa wanita itu.
__ADS_1
Kekuatan yang hampir seimbang itu membuat keduanya saling bergetaran.
Unsur kayu yang sangat kuat itu, membuat hantaman tersebut seperti mental dan memberikan efek yang menghantam balik pria berbaju totol totol, namun unsur elemen kayu itu juga terbakar hangus bahkan sebaran kekuatan api nya masih mengenai wanita yang bernama Wen Nie tersebut.
Baju Wen Nie sedikit terbakar, bahkan bagian dada dari wanita itu sedikit hangus, terkoyak hingga menyembul menampakkan dua perhiasan montok nya.
"Bajingaan kau Wujin...!," Wen Nie terlihat marah dan mengumpati rekannya, yang malah melotot matanya menatap benda putih kenyal dari wanita paruh baya tapi masih terlihat cantik tersebut.
"Sialan.." Yuang Fengying melengos, rasanya malu sekali melihat penampakan tersebut, dan mengibaskan cambuknya agar wanita itu terlepas dari belitan cambuk dan memperbaiki penampilan nya.
Jika menginginkan pemandangan semacam itu, Yuang Fengying bisa mengaktifkan kekuatan visualisasi nya, namun dia bukan remaja cabul yang tak tahu norma susila.
Yuang Fengying langsung meloncat ke arah pria dengan penutup kepala warna putih, setelah melempar Wen Nie ke arah lain.
"Giliran mu..!." Begitu mendekati Pria dengan penutup kepala warna putih, Yuang Fengying langsung menghantamkan pukulannya, sedangkan lengan kirinya memainkan cambuk ekor naga.
Pria dengan penutup kepala warna putih tergagap, mendapatkan serangan yang menurutnya sangat tiba tiba karena masih terpaku dengan peristiwa tadi.
"Amukan Badai...!." pria dengan penutup kepala warna putih, mengayunkan lengannya menyongsong serangan Yuang Fengying.
Pria itu tadi sudah berbenturan dengan serangan remaja itu, maka kini dia tak lagi meremehkan.
Dengan kekuatan hampir sembilan puluh persen, pria dengan penutup kepala warna putih menyambut serangan Yuang Fengying.
"Menebas Angin Menghadang Badai - Hantaman Keagungan..!."
Begitu dekat Yuang Fengying berteriak mengaktifkan jurus nya, sebuah seni pukulan yang mengandung kekuatan menakutkan langsung meledak dari tangan remaja tersebut.
Weeeng...
Cahaya putih keluar dari kepalan tangan Yuang Fengying, bersama itu serangan dari pria dengan penutup kepala warna putih juga melesat ke arah nya.
BOOM...!
Ledakan terdengar cukup keras, sama seperti Su Man, pria dengan penutup kepala warna putih juga terlempar jauh dengan lengan hancur.
"Aarggh...!." jeritan panjang terdengar dari pria tersebut.
Yuang Fengying tak mengendurkan serangan nya, begitu pria dengan penutup kepala warna putih menjerit kesakitan, remaja itu kembali melesat memburu pria berbaju totol totol.
Seakan Ingin pamer Yuang Fengying, mengayunkan lengannya, namun kali ini lengan itu terlihat membara seperti sebongkah baja panas.
"Apa..!?, berandalan ini juga menguasai kekuatan unsur elemen api.!?.
Mata pria berbaju totol totol terpana, selama ini dia menduga bocah berandalan itu pemilik elemen logam, yang akan panas terbakar oleh api ciptaannya.
__ADS_1
"Hancur...!."
Serangan mengerikan itu meledak dari lengan Yuang Fengying yang sudah membara.
Pria berbaju totol totol mengangkat tangannya, api berkobar juga muncul dari lengannya, namun sesungguhnya kualitas kekuatan api itu jauh derajat nya di banding dengan kualitas panas api Yuang Fengying.
BLAARR...
Saat kedua api itu bertemu terjadi ledakan yang membuat alam bergetar dan terbakar.
Pria dengan baju totol totol terlempar dengan badan terbakar.
"Ugghh.."
Hampir sekujur tubuh pria itu terbakar api yang sulit di padamkan nya.
"Saatnya mengakhiri semuanya.." Yuang Fengying melempar ujung cambuknya, melilit leher pria yang masih sekarat terbakar.
Lalu dengan sekali sentak leher itu terlepas dari tubuhnya.
Darah menyembur kemana mana dan pria berbaju totol totol tewas di tempat.
Pria dengan penutup kepala warna putih langsung lemas badannya, menyadari hanya dalam beberapa saat saja remaja itu menghancurkan formasi serangan yang di rancang nya bersama rekan rekannya, remaja itu bukan lawan mereka.
Kekuatan yang di tampilkan terlalu menakutkan.
"A..a.ampuni.. k.kami..." pria dengan penutup kepala warna putih itu merangkak mendekati ke arah Yuang Fengying, lengan kanan nya hancur serta beberapa tukang iga nya patah terkena hantaman remaja itu.
Wanita paruh baya dengan baju hijau gelap juga merunduk, tangan kanan nya sudah terpotong dan penampilan nya sudah tak lagi rapi.
Kedua orang itu kini merangkak di depan remaja tersebut meminta pengampunan.
"Cuih.. tak tahu malu, hanya seperti ini cara kalian meminta ampunan..!?." dengan sedikit mengangkat kepala Yuang Fengying mencibir.
Pria dengan penutup kepala warna putih saling bertatapan dengan wanita itu, lalu menganggukkan kepalanya.
" Kami akan menyerahkan semua yang kami miliki." wanita itu berkata kemudian menimpali perkataan rekannya.
"Bagus, itu baru cara minta pengampunan yang benar," Yuang Fengying tersenyum saat menerima dua tas penyimpanan dua orang didepan nya itu.
Sementara dari kejauhan pria bertopeng seram mengawasi dan mengangguk angguk.
____________
Jangan lupa dukungannya
__ADS_1