
SLAAASSH...
Ming Tse meloncat menusukan tombak lidah api biru.
Gelombang serangan membelah udara, menciptakan desisan suara yang mengiris pendengaran orang orang di sekeliling nya.
Dong Yu sedikit mencondongkan tubuhnya, menghindari lesatan serangan yang mampu menusuk apapun tersebut, sambil mengayunkan pedang pusaka Leluhur nya.
Slaash...
Dari ayunan itu terciptalah sebuah alur serangan yang menyingkirkan gelombang serangan dari Ming Tse.
Kedua tetua dari tokoh kurcaci itu masih bertempur dengan seru, masing masing tak ingin mengalah lagi, bahkan kini serangan serangannya sudah mengarah ke bagian organ yang mematikan lawan, tak lagi hanya untuk menciderai.
"Akhirnya aku bisa menguasai senjata senjata ini." Iblis berjubah abu abu melihat pertempuran tersebut dengan mata yang berkilat penuh keserakahan.
Pertempuran kian memanas, dari kedua belah pihak sudah jatuh beberapa korban, baik yang terluka maupun yang tewas.
"Saatnya...!," teriak sosok iblis berjubah abu abu, sambil melambaikan tangannya.
Sosok itu memberikan isyarat penyerangan.
Hampir dua puluhan iblis langsung meloncat dan memasuki area pertarungan.
Sekilas Dong Yu tersenyum saat para iblis itu bergerak menyerang orang orang kerdil suku Kulit Biru, "Ha..ha... kalian hari ini akan di musnahkan.."
Ming Tse yang masih bertarung dengan Dong Yu tercekat, pasalnya dua puluhan iblis tiba-tiba ikut campur dalam perang saudara tersebut.
"Bajingaan..!, kalian memang keparaat..!," racau Ming Tse penuh emosi mengumpati dua kelompok yang saat ini menyerang anggota kelompok nya, kini kelompok Ming Tse makin menyedihkan, di gempur dari dua belah pihak.
Belum hilang rasa terkejutnya, tiba tiba, "Tutup mulutmu..dasar tua bangka sialan..!," Iblis berjubah abu-abu langsung menerjang ke arah Ming Tse.
Iblis berjubah abu-abu sudah mengayunkan sebuah golok hitam dengan aura menakutkan.
Golok itu mengeluarkan aroma busuk saat menebas ke arah Ming Tse.
__ADS_1
"Celaka..!, serangan iblis itu sungguh kuat, itu senjata Raja Mistik juga meski tingkat rendah." Yuang Fengying yang masih berdiri di rerimbunan mulai merasakan hal aneh dari iblis yang ikut campur masalah tersebut.
BAAAM...
Pedang hitam dari iblis berjubah abu-abu berbenturan dengan tombak lidah api biru, membuat iblis berjubah abu abu sedikit terdorong karena aura kekuatan tombak yang sungguh luar biasa, sementara Ming Tse terlempar karena kekuatan hantaman sosok iblis tersebut.
"Senjata yang sangat kuat," iblis berjubah abu abu tersenyum senang, menatap tombak yang juga terlempar bersama pemilik nya.
Iblis berjubah abu abu melesat ke arah Ming Tse yang terlempar, saat ini pria kurcaci itu tergeletak terpisah dari tombak senjatanya.
"He..he.. akhirnya tombak ini menjadi milik ku," iblis berjubah abu-abu langsung mengambil tombak lidah api biru, namun anehnya api biru yang ada di ujung tombak itu seperti meredup tak seperti saat di pegang Ming Tse.
Iblis tersebut tersenyum, "Tak apa, setelah segel senjata ini di pecahkan maka aku bisa menggunakan nya sebagai mana mestinya."
Dong Yu juga mendekat, sosok tersebut juga berniat merebut senjata pusaka para kurcaci tersebut namun keduluan iblis berjubah abu-abu.
"Tuan Riong Ma, serahkan senjata kurcaci itu kepada kami." Dong Yu meminta senjata tersebut.
Ras Kurcaci pimpinan Dong Yu memang bekerjasama dengan para iblis dengan perjanjian harta rampasan termasuk senjata itu untuk kurcaci ras kulit Hijau, makanya dengan sangat antusias Dong Yu meminta tombak itu dari tangan Riong Ma, demikian nama iblis berjubah abu-abu.
"Apa..!!, perjanjian kita tidak seperti ini tuan Riong..?." Dong Yu mulai sedikit berteriak, dari nada bicaranya terlihat Dong Yu sedikit kesal dan tak senang.
"Memang awalnya tidak seperti ini, tapi saat ini aku ingin memiliki senjata ini sendiri, he..he..," Riong Ma dengan santainya berkata demikian.
Dong Yu mulai makin tak senang dengan jawaban tersebut, saat ini pertempuran antara para kurcaci lain sudah berhenti seiring terlempar nya Ming Tse.
"Itu senjata para kurcaci," Dong Yu kembali menunjuk tombak yang di pegang Riong Ma.
"Terus kenapa jika sekarang tombak ini menjadi milik ku.?." Iblis itu juga sudah merubah nada bicaranya, saat ini kilatan kebencian terlihat dari sorot mata tersebut.
"Bahkan jika perlu aku juga bisa mengambil senjata yang saat ini kau pegang itu..!." kembali Riong Ma berkata dengan penuh ancaman.
"Kurang ajar..!, kalian para iblis memang kurang ajar..!."
"Ha .ha... kalian juga sangat bodoh..!." Riong Ma langsung melesat ke arah Dong Yu, mengayunkan pedang hitam di tangan kanannya, sedangkan tombak lidah api biru yang saat ini tak bisa di gunakan maksimal di pegang tangan kirinya.
__ADS_1
Kegemparan langsung terjadi, karena para iblis juga menyerang siapa saja yang ada di sampingnya.
Dong Yu menangkis serangan Riong Ma dengan wajah masam, selama ini rupanya dia telah di manfaatkan oleh iblis tersebut.
"Serahkan pusaka mu atau mati...!." Riong Ma berteriak menebaskan pedangnya.
BAANG..!
Dong Yu yang menangkis serangan itu terlempar, sesungguhnya kekuatan Dong Yu masih sedikit di bawah Ming Tse, maka kini saat berbenturan dengan serangan iblis itu sosok kurcaci itu terlempar lebih jauh.
"Bunuh semua kurcaci ini..!." Riong Ma memerintahkan seluruh pasukannya yang berjumlah dua puluhan itu untuk memusnahkan semua kurcaci.
Dong Yu menoleh ke arah Ming Tse yang juga sudah bangkit kembali, tatapan kurcaci hijau itu sulit untuk di gambar kan, ada penyesalan dalam tatapan itu.
Ming Tse yang juga menyadari itu sedikit mengangguk, "Lawan para iblis, kita bergabung.."
"Kita bergabung..!," Dong Yu juga berteriak demikian, menandakan jika kedua suku kurcaci itu kini bersatu melawan para Iblis.
"Ha...ha.. meski kalian bersatu, kalian bukan lawanku..!," Riong Ma lalu meledakkan kekuatan kultivasi nya, nampaknya sosok iblis ini berada di ranah Raja Bumi level 9.
Ranah Raja Bumi level sembilan sungguh berbeda dengan level di bawahnya.
Meski keduanya berada di tingkatan yang sama yakni ranah Raja Bumi namun levelnya berbeda, Ming Tse dan Dong Yu hanya berada di ranah awal dan mendekati pertengahan, sehingga dengan ledakan kekuatan Riong Ma membuat dua pimpinan kurcaci itu bergetaran.
"Aku tak perduli meski harus mati, tombak lidah api biru harus kembali Ki dapatkan.." Ming Tse melesat meledakkan kekuatan nya.
Gelombang api langsung menjalar kembali saat pukulan pemimpin kurcaci kulit biru di arahkan ke Riong Ma.
Dong Yu yang masih memegang pusaka leluhur nya juga menebas kan senjata nya, menciptakan lesatan kekuatan yang menerjang ke arah pemimpin Iblis.
"Hancur..!." Riong Ma menebaskan pedang hitam nya, sebuah Lesatan dengan kekuatan yang lebih kuat dari semua serangan yang ada kini menabrak dan menghancurkan dua serangan pemimpin kurcaci tersebut.
BLUAAARR...
__________
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya..