Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
167. Bertarung dengan Sesepuh Rong


__ADS_3

Bukan hanya Yuang Fengying seorang yang terkejut saat 'bertemu langsung' dengan kelompok Fen Shanming yang berasal dari ras peri, namun tiga manusia peri itu juga terlihat kaget, dan itu bisa di lihat dari wajah nya.


Dua sosok peri tua itu terkejut karena melihat Yuang Fengying yang masih terlihat sangat muda, namun sudah memiliki kemampuan sedemikian hebat, dan berani melanglang buana sendirian ke alam tersebut.


Sedangkan Fen Shanming terkejut karena melihat Yuang Fengying yang terlihat sangat tampan.


Meski kaget sesaat, wajah sesepuh Rong kembali tersenyum, keserakahan kembali terbit di hatinya. "Mau kemana? kau terlihat tergesa gesa."


Yuang Fengying kembali acuh tak acuh. Di dunia 'Siapa yang kuat berkuasa' membuat remaja tersebut selalu waspada, apalagi saat dirinya melihat kilatan keserakahan dari sorot mata dua sosok tua dari ras peri tersebut.


"Apa urusanmu..?!."


"He..he.. tinggal kan apa yang kau dapatkan di stupa itu." pria tua Rong terkekeh dengan senyum licik di matanya.


Sesepuh Rong maju selangkah demikian pula dengan sesepuh Ling, meninggalkan Fen Shanming di belakang.


"Dengan dasar apa aku harus meninggalkan harta benda yang ku dapatkan." Yuang Fengying mendengus kesal.


"Dasarnya .., demi keselamatan nyawamu." Sesepuh Ling yang kini menyahut.


"Nyawaku..?, demi keselamatan ku?." Yuang Fengying maju selangkah, jarak mereka kini hanya beberapa meter, itu jarak yang sangat riskan untuk sebuah serangan.


"Ya, jika kau masih sayang nyawa mu, kau harus menyerahkan apa yang kau dapat di stupa itu." Kali ini sesepuh Rong sudah mengeluarkan aura kekuatannya, kekuatan dari ranah Kuasa Sejati awal langsung menyebar dan terpancar dari tubuhnya.


Aura kekuatan yang terpancar dari kultivator Kuasa Sejati memang mengerikan, meski pria tua itu masih berada di level tiga dari tingkatan Kuasa Sejati.


Sebuah tingkatan yang di yakini sebagai puncak dari ranah kultivasi di benua Tanah Tengah ini.


Fen Shanming sedikit merasa sesak dan tertekan, gadis secantik bidadari itu sudah meloncat mundur begitu Sesepuh Ling menyeretnya menjauh dari keduanya.


"Kau menekan ku..?!." Yuang Fengying menegakkan badannya, melawan kekuatan yang mampu membuat lawan pria tua itu seperti di tekan kekuatan ratusan kilogram.


"He..he.. sekarang kau gemetaran..?." Sesepuh Rong tertawa penuh kesombongan.


Pria tua itu mencoba menerka tingkatan kultivasi Yuang Fengying yang memang tak bisa terbaca dengan jelas, namun pria tua itu lalu tersenyum meremehkan mengetahui tingkatan kultivasi Yuang Fengying hanya di ranah Raja Bumi.


"Hanya dengan tekanan seperti ini aku tak mungkin gemetaran." Yuang Fengying makin menegakkan badannya, tulang belakang nya yang semula seperti di tekan perlahan tegak kembali.


"Hah..?, bocah itu mampu melawan tekanan aura kekuatan Sesepuh Rong?." sesepuh Ling membulatkan matanya, terkejut dengan apa yang di lihatnya.

__ADS_1


Jangankan beda tingkatan, beda satu level dalam kultivasi saja, kekuatan nya sudah seperti langit dan bumi.


"Bukankah anak itu berada di ranah Raja Bumi, mengapa bisa menahan kekuatan sesepuh Rong?," Fen Shanming makin takjub dengan Yuang Fengying.


"Ya itu juga yang membuatku heran." sesepuh Ling menggeleng kan kepala nya.


Saat ini, sesepuh Rong sudah mengedarkan kekuatan elemen tanah dan Angin yang dimiliki nya.


Pria tua itu langsung mengaktifkan kekuatan Kuasa atas unsur elemen setelah Yuang Fengying tak terpengaruh dengan pancaran aura kekuatan nya.


"Berandalan ini sungguh di luar perkiraan ku." pria tua dari ras peri tersebut mulai menyadari keanehan pada Yuang Fengying.


Tingkatan kultivasi nya berada di bawahnya, namun sungguh anak tersebut tak bisa di tekan dengan aura kekuatan yang di miliki nya.


"Bersatu Menghantam Bintang..!." sesepuh Rong melemparkan lengannya kedepan, gelombang dari dua kekuatan unsur elemen langsung terbentuk di depan pria tua itu.


Sebuah gulungan angin yang bersatu dengan debu pekat yang bergumpal gumpal berputar putar melingkari lengannya, sebelum akhirnya melesat dan menerjang ke depan.


Gelombang kekuatan yang menakutkan tersebut menyapu ke arah Yuang Fengying.


Sesepuh Rong tertawa pelan, serangannya pasti akan melempar lawan nya dengan luka di sekujur tubuhnya.


Yuang Fengying mengangkat tangan kirinya, sebuah bayangan perisai warna warni terbentuk di depan remaja tersebut.


Slaraaap..!!


Perisai yang terlihat transparan dengan beraneka warna itu langsung menghadang serbuan angin dengan debu yang bergumpal gumpal mengurung Yuang Fengying.


BAANG...!


Suara benturan keras terdengar, bahkan gelombang kekuatan pecah dan melebar kemana mana.


"Haah..!." mata sesepuh Rong terbelalak, serangannya musnah di hadang perisai lawanya.


"Giliran ku...!, Menebas Angin Menghadang Badai - Lesatan Kehancuran..!." Yuang Fengying meloncat keluar dari sisa debu yang bergulung gulung.


Dari tangan Yuang Fengying melesat sebuah sinar keperakan dengan kekuatan Logam dan petir disertai hukum kekuatan tanah.


Gelombang serangan yang menakutkan melonjak dan menerjang ke arah sesepuh Rong.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?, mengapa serangannya bisa sekuat ini?." pria tua itu sedikit pucat.


Dengan segera pria itu mengeluarkan tongkat nya, lalu di putar membentuk sebuah perisai yang di depan badannya.


BAAAMM....


Lesatan serangan Yuang Fengying membentur perisai ciptaan dari sesepuh Rong, perisai yang terdiri dari unsur tanah dan angin.


Ledakan yang terjadi dari benturan itu menyebar hingga ke tempat sesepuh Ling dan Fen Shanming, padahal mereka sudah mundur sangat jauh, dan dua orang yang bertarung juga sudah melesat ke angkasa.


"Apakah ini kekuatan yang sesungguhnya dari anak itu?." gumam gadis peri sambil menatap arena pertarungan yang ada di angkasa.


"Tak ku sangka kekuatan anak ini sungguh kuat, tapi sesepuh Rong belum mengeluarkan seluruh kekuatan nya." sesepuh Ling masih yakin dengan kekuatan yang dimiliki pria tua dari ras peri itu.


"Kekuatan yang sesungguhnya?."


"Ya..kekuatan yang berasal dari garis darah keturunan nya." sahut wanita tua itu sambil tersenyum.


Di angkasa Sesepuh Rong terpental, serangan yang di lancarkan Yuang Fengying membuat nya terlempar dan sedikit terluka.


"Aku akan serius mengahadapi mu berandalan..!."


Pria tua itu menarik nafasnya, nampaknya dia mengaktifkan dan memanggil kekuatan dari garis darah keturunan nya.


"Kekuatan Leluhur - Ras Darah Peri Raja Perak..!."


Saat ini badan pria tua itu berpendar, kekuatan nya menjadi berlipat ganda dengan tenaga yang berputar-putar dan meluap luap dari badannya.


"Ayo kita lanjutkan.." Sesepuh Rong tersenyum saat kekuatan nya makin meningkat tajam.


Kini lengan dari pria tua itu sudah memutih, tongkat senjatanya juga sudah berubah menjadi perak sebagai mana tangannya.


"Baik lah, aku semakin tertarik dengan pertarungan ini." Yuang Fengying tersenyum senang, saat ini dia ingin menguji kekuatan baru dari Kuasa atas unsur elemen tanah nya.


Lengan Yuang Fengying di rentang kan, lalu gravitasi di sekitar nya menguat seiring dengan hukum kekuatan tanah yang mulai tertarik kearah remaja tersebut.


________


Jangan lupa dukungannya..

__ADS_1


__ADS_2