
* POV Yuang Fengying*
Seharian sudah aku memikirkan semuanya, tentang ancaman yang akan mendatangi ku dan juga akibat yang mengancam keselamatan semua orang, terutama kedua orang tua ku.
Jika di pikir panjang aku memang harus menghindar dari para pengejar ku, saat ini kekuatan nya jauh di atas ku, akan berbahaya jika mereka menemukan ku di sini.
Selain mereka sangat kuat dan berbahaya untuk ku, mereka pastinya akan memusnahkan semua nya, termasuk juga alam ini.
Aku tak meragukan informasi yang telah di berikan sosok bercahaya, tentang betapa kuatnya kelompok pengejar ku.
Aku sudah memutuskan dan berpamitan kepada kedua orang tua ku untuk kembali berkelana, jujur aku tak mengatakan apa permasalahan yang sebenarnya, aku tak ingin kedua orang tua ku cemas akan keselamatan ku.
Aku meyakinkan kedua nya tentang kekuatan ku, bahkan aku juga harus mendemonstrasikan semua kekuatan yang kumiliki untuk meyakinkan kedua orang tua ku tersebut.
Jelas keduanya sangat kaget mengetahui kekuatan ku yang sesungguhnya dengan mata kepala mereka sendiri.
"Fengying kau bahkan memiliki kultivasi di atas ranah Kuasa Sejati?." Ayah dan ibu tak kuasa menahan rasa terkejut nya.
"Benar Ayah, dan aku juga memiliki Kuasa atas beberapa unsur elemen." kataku sambil memainkan unsur elemen yang ku sebutkan.
"Api.." lalu sebuah benda benda dari unsur elemen api tercipta di depanku atas 'Kuasa' yang ku miliki.
"Air.." lalu aku menunjuk kan sebuah gelombang air yang menyapu ke arah sebuah pohon, menghantam lalu membekukannya.
Semua unsur yang ku 'kuasai' ku keluarkan, agar kedua orang tua ku yakin akan kekuatan ku, lalu mengijinkan dan rela melepas ku 'berkelana'.
Sesungguhnya aku juga berat untuk pergi dan berpisah dengan mereka, tapi ini demi kebaikan semuanya.
Tekadku sudah bulat, jika aku kuat dan mampu melewatinya semua ini, aku pasti kembali ke wilayah ini tentunya.
Karena di sinilah tumpah darah ku di lahir kan.
*Akhir POV Yuang Fengying*
**
Di sebuah hutan, tepatnya hutan Seribu Bayangan.
Terlihat sebuah sungai cukup lebar dan dalam yang mengalir dan membelah mengisolir sebuah wilayah.
Sungai itu terlihat melingkupi sebuah wilayah dengan bagian belakang di batasi oleh dinding bukit kapur yang tingginya ratusan meter menjulang.
__ADS_1
Itu adalah wilayah terlarang di sungai Larangan, sebuah sungai yang luas dan dalam.
Sungai itu seperti menjaga wilayah yang sangat sakral dengan kekuatan tersembunyi yang mengerikan.
Di dalam sungai itu juga terdapat banyak bintang buas, bahkan binatang iblis juga ada di kedalaman sungai itu.
Berdiri di sisi sungai seorang remaja tampan meski dengan pakaian sederhana, siapa lagi remaja itu jika bukan jagoan kita Yuang Fengying.
Remaja tersebut tengah memperhatikan semua di sekeliling nya.
"Luar biasa alam di sini, kekuatan terpaan kekuatan spiritual di atas sungai ini sungguh mengerikan." Yuang Fengying masih mengagumi kekuatan hempasan kekuatan spiritual yang mengalir seiring arus air.
"Hmm, pantas saja tak ada yang mampu melewati sungai ini dari udara, " mata tajam Yuang Fengying menatap unsur elemen yang mengalir di atas aliran air sungai.
Di atas aliran air sungai, mengalir berbagai macam unsur elemen, membentuk pisau pisau sangat kecil dari unsur unsur elemen itu, seakan pisau itu siap memotong apapun yang melewatinya, pisau itu membentuk garis horizontal yang siap menebas apapun.
Satu satunya jalan menuju wilayah di tengah lengkungan sungai itu hanya melewati sungai, namun sayangnya banyak binatang mengerikan ada di dalam nya.
Yuang Fengying mengangkat sebatang pohon kelapa sepanjang sepuluh meter, yang tumbang di sampingnya dan melemparkannya ke atas sungai.
SSRAAAAAAKK...!
Batang pohon kepala dengan diameter setengah meter dan panjang sepuluh meter itu langsung hancur menjadi serpihan debu saat di gerus oleh pisau pisau unsur elemen di atas sungai.
Mata remaja itu menatap ke tengah tengah daerah larangan yang di kepung aliran sungai.
Di wilayah itu seperti ada sebuah area yang tertutup kabut, juga ada beberapa area yang menguarkan aura kekuatan mengerikan.
"Hmm apakah ada sebuah portal di sana?, dan apakah kristal penguat unsur Air-Es juga ada di sana?."
"Aku harus ke tempat itu apapun yang terjadi." Yuang Fengying berniat untuk mendekat ke arah pinggiran sungai saat tiba tiba Boa Moo meloncat dari ruang penyimpanan.
"Hei..! apa yang kau lakukan?." Yuang Fengying kaget, Boa Moo langsung meloncat masuk ke dalam sungai.
"Eh..?."
Remaja itu kaget, tak menyangka jika binatang spiritual tersebut mampu masuk ke dalam air.
Sesaat Boa Moo meloncat ke udara lalu masuk lagi ke dalam air, seakan pamer jika dia mampu hidup di habitat yang berbeda.
"Aah, sungguh bodoh ..!." Yuang Fengying tersadar, bukankah Boa Moo memiliki wajah ikan hiu, itu artinya binatang itu mampu hidup di kedalaman air.
__ADS_1
Benar, Boa Moo memang Griffin yang berbeda dengan Griffin lainnya.
Jika Griffin lainnya berbadan singa berkepala elang, atau binatang terbang lain, tidak dengan Boa Moo.
Boa Moo memiliki Kepala ikan hiu dengan gigi giginya yang tajam, memiliki badan seekor singa dengan sisik sisik layaknya baju zirah menutupi seluruh tubuhnya, memiliki cakar kaki depan yang mengerikan, serta sayap yang mampu memotong apapun.
Selain itu ujung ekor Boa Moo seperti kepala ular, cuma saat ini masih terpejam seperti tertidur.
SRAAAK...
SSRAAKK...
Di dalam sungai Boa Moo bergerak sama cepat nya seperti saat di udara, binatang spiritual itu memangsa, mengusir dan menyerang semua makhluk yang ada di sana, seakan membuka jalan bagi Yuang Fengying.
Buaya Iblis sisik pedang dan Ikan piranha sebesar bantal yang menjadi penghuni paling banyak di wilayah itu langsung ketakutan dan mulai menjauh.
Meraka seperti sadar sedang berhadapan dengan raja penguasa yang sangat perkasa dan tak mudah di kalah kan.
Melihat itu Yuang Fengying langsung bergerak masuk ke dalam air sungai, menjaga jarak dari pisau pisau terbang yang bergerak memotong segala sesuatu di udara atas sungai.
Sesungguhnya mungkin Yuang Fengying mampu jika melewati udara atas sungai, tapi itu sangat menguras energi, seperti bertarung dengan kekuatan yang tak pernah ada habisnya.
Lebih mudah melewati dalam air, apalagi saat ini Boa Moo sudah mengusir pemilik habitat di sana.
Siuu... Siuuuu..
Yuang Fengying bergerak cepat berenang menyeberangi sungai mengikuti Boa Moo, menuju ke area terlarang yang di lingkupi sungai Larangan.
"KURANG AJAAR ....!." sebuah bentakan terdengar menggelegar menghardik Yuang Fengying.
___________
Jangan lupa dukungannya....
Terima kasih kepada semua yang telah mendukung dan membaca karya ini, mungkin dalam beberapa chapter cerita Warisan Penguasa Alam seri pertama ini akan berakhir.
Namun jangan khawatir karena akan segera rilis seri berikutnya, yakni Warisan Penguasa Alam Book 2.
Tetap baca dan di
__ADS_1
dukung ya...