Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
215. Menghindar dari masalah ( penj alam jiwa dan Jejak Jiwa)


__ADS_3

Yuang Fengying terlihat sudah meninggalkan tempat pertarungan sebelum nya.


Namun kini ada yang terasa beda dengan tubuh nya.


Setelah terkena entah apa yang di lemparkan Ping Chu, rasanya ada yang lain dengannya.


"Apa yang terjadi?, apakah aku terkena senjata rahasia yang berefek beracun lambat?."


"Tapi aku tak merasa apapun selain rasa yang sulit di jelaskan ini."


Yuang Fengying tetap terus bergerak cepat meninggalkan tempat tersebut, meski sedikit merasa ada yang aneh, karena pasti nya komplotan lawan akan mengejarnya setelah mendapatkan pesan dan satu orang yang berhasil lolos.


Hampir limapuluh kilometer remaja itu terus bergerak dengan kecepatan tinggi, saat ini dia turun mendarat sejenak.


"Lebih baik aku mencari tempat yang lebih aman untuk istirahat, memulihkan diri dan memeriksa apa yang di lakukan pria tadi."


Remaja itu kembali meloncat ke udara setelah sempat istirahat beberapa menit, lalu terbang meninggalkan wilayah tersebut.


**


"Apa yang sesungguhnya terjadi?, apakah ini ulah kelompok yang menamakan dirinya 'Aliansi Pelindung'?." Pria tua dengan baju katun bersih bergumam sendiri dengan raut kesal, setelah menerima pesan dari keping pengiriman transmisi pesan, "Jika memang ulah mereka, aku pastikan semua harus mati..."


Empat pria dengan jubah hitam dengan simbol tertentu hanya terdiam tak berani menimpali apapun, karena memang tak memahami wilayah itu.


"Maaf tuan, apa perlu kami berempat yang menyelidiki kasus ini?." salah satu pria dengan jubah hitam itu berkata.


Pria tua itu masih terdiam, menatap ke depan tampak memikirkan sesuatu.


"Jika tuan mengijinkan, kami akan berangkat saat ini juga," sahut pria lainnya.


Pria tua itu menoleh sesaat, menatap keempat anak buahnya tersebut. "Kita tunggu Ping Chu dan Maoyin dulu, setelah itu baru bergerak, jika tak salah mereka sudah menanamkan 'Jejak Jiwa' pada sasaran ini."


Jejak Jiwa adalah sebuah tindakan penyegelan untuk 'menandai sesuatu' yang nanti akan di buru, dengan itu maka dimana pun berada akan bisa terdeteksi selagi masih dalam jangkauan.


Jangkauan deteksi pada jejak jiwa bisa mencapai ratusan mil jauhnya.


"Berarti sasaran itu sudah di tandai?" salah satu pria berjubah itu berbisik kepada temannya.


"Ya itu benar, dan itu akan memudahkan kita dalam perburuan nanti nya." balas pria berjubah lainnya, sambil menatap tuan Pendamping Satu yang masih memeriksa kristal berbentuk bulat di tangan nya.


**

__ADS_1


"Aku rasa jarak ini sudah cukup." Yuang Fengying melesat turun ke daratan setelah menempuh perjalanan selama ratusan kilometer lagi.


Jika di total saat ini jarak antara Yuang Fengying dengan tempat pertarungan tadi sekitar seratus mil, dan menurut remaja itu sudah cukup jauh dan aman, meski itu pikiran yang keliru.


Awalnya Yuang Fengying akan menuju ke kediaman keluarga Ying seperti rencana semula, namun sekarang tujuan itu di rubahnya, remaja itu ingin kembali ke kampung halaman nya terlebih dahulu memastikan sesuatu.


Untuk menuju kampung halaman nya Yuang Fengying hanya tinggal terbang atau berlari ke arah selatan, dimana wilayah distrik sebelas berada tentu nya.


"Ah.. di bawah rerimbunan itu ada reruntuhan bangunan, mungkin aku bisa mencari tempat istirahat di sana."


Remaja itu bergerak ke arah reruntuhan bekas bangunan yang masih menyisakan sebagian atapnya.


Saat ini remaja itu sudah menemukan ruang yang sedikit tersembunyi.


Setelah memeriksa sekitarnya dan di rasa aman remaja itu mulai tenggelam dalam meditasi, meninggalkan sedikit kesadaran di luar untuk berjaga jaga.


Di ruang jiwa Yuang Fengying kembali melihat alam tersebut masih sama dengan sebelumnya.


Pancaran cahaya Pagoda Dewa masih menyinari Kristal Pelangi dengan intens, lalu dari Kristal warna warni itu memancar lah cahaya nya ke arah bilik bilik sesuai dengan warna unsur elemen yang dimiliki.


Bilik yang mewadahi unsur api tentu saja akan menarik cahaya warna merah, kuning dan sedikit kebiruan yang terpancar ke sana.


Selanjutnya bilik unsur elemen lainnya juga menyerap cahaya dari warna yang di butuhkan, sesuai unsur dasar penyusunnya.


**


Matahari hampir tenggelam, Maoyin tiba di kediaman markas aliansi nya sendirian, itu tentu membuat pria dengan baju katun bersih sangat terkejut.


"Mana Ping Chu?, kenapa tak bersama mu?."


Maoyin sedikit pucat wajahnya, kegagalan menjalankan misi berarti hukuman untuk nya.


"Ampun Tuan, kami telah gagal..." perempuan itu lalu menceritakan apa yang telah terjadi sesungguhnya.


"Apa..!, kau meninggalkan rekan kerja mu?!, dan kembali ke sini sendirian?." pria berbaju katun itu terlihat sangat murka.


Maoyin hanya menundukkan kepalanya, bersujud dan ketakutan.


"I..ini.. s.saya lakukan agar.. s.saya bisa melaporkan kejadiannya T.Tuan." katanya dengan gemetaran.


"Kuraang ajaar..!." Laki laki tua itu berteriak dan sangat marah, tangan pria tua itu melambai, lalu gelombang kekuatan menghantam Maoyin dengan cepat, membuat wanita itu terpental menghantam tembok.

__ADS_1


Ruangan itu langsung bergolak, aura yang di pancarkan pria tua berbaju katun yang marah itu sungguh mengerikan.


"Hoeek..!," Maoyin memuntahkan darah kental dari mulut nya, badannya luruh setelah menghantam dinding ruang tersebut, namun wanita itu tak berani melakukan apapun.


"A-ampuni.. s.saya tuan."


Pria tua itu kembali mendengus, namun tak lagi menghajar anak buahnya tersebut.


"Bocah berandalan keparaat...!, aku pastikan akan mencincangnya." gumamnya dengan sangat geram.


**


Setelah beberapa jam memulihkan diri Yuang Fengying mulai merasakan kesegaran seperti semula, bahkan lebih.


"Aah, tak sia sia aku mengkonsumi beberapa pil pemulih raga," remaja itu tersenyum puas dengan hasil istirahat nya.


Bukan hanya fisiknya, namun kekuatan jiwanya juga sudah kembali.


Meski demikian kesadaran Yuang Fengying masih berada di alam Jiwa nya.


Masih menatap Kristal Pagoda Dewa, "Entah ini waktu yang tepat atau bukan, aku ingin memasuki alam Pagoda Dewa kembali."


WEENG...


Saat ini kesadaran Yuang Fengying memasuki alam itu, seperti sebelumnya dia akan muncul di halaman Pagoda sembilan lantai yang terlihat menjulang tinggi.


Aura Spiritual yang begitu kental langsung bisa di rasakan Yuang Fengying, seakan kekuatan itu mencoba memasuki nya bahkan tanpa perlu duduk dan meditasi di sana.


"Sayangnya aku belum bisa melangkah lebih jauh dari tempat ini."


"Apa yang ada di dalam pagoda itu?, aku yakin pasti sesuatu yang sangat berharga."


Benar, saat ini Yuang Fengying hanya bisa berada di halaman luar dari bangunan sembilan lantai itu.


Butuh kekuatan yang lebih untuk bisa melangkah mendekat atau bahkan memasuki Pagoda itu.


"Biarlah tak mengapa, saat ini aku hanya mampu berada di halaman ini, itupun sudah cukup meningkatkan kekuatan spiritual ku." Yuang Fengying duduk di sana, dia melakukan meditasi menghisap kekuatan yang terpancar dari langit dan bumi alam tersebut.


__________


Jangan lupa dukungannya...

__ADS_1


__ADS_2