
Tandu yang membawa pria tua berbaju katun melesat sangat cepat, membelah angkasa menuju ke arah Yuang Fengying yang juga tengah terbang di langit.
"Eh, aku merasa ada kekuatan yang mengikuti ku?." remaja itu sejenak terpaku di tempat. "Apakah mereka orang orang aliansi Pertengahan?, jika benar begitu sungguh aura yang sangat mengerikan."
Yuang Fengying kembali melesat, bahkan kini menambah kecepatan gerak nya, aura mengerikan yang mengikuti nya sungguh membuat remaja itu sedikit bergetar.
Sementara itu pria berbaju katun yang mulai menyadari sesuatu terdengar mengumpat kesal, "Bajingan tengik..!, nampak nya bocah ini mulai menghindari kita."
"Begitu kah tuan?."
"Ya, karena saat ini jarak kita dengan nya tak juga berkurang."
Dengan wajah makin jelek pria itu menambahkan kekuatan spiritual nya pada tandu itu, sebagai penambah energi pendorong artefak tersebut.
**
Di tempat lain.
Terlihat beberapa kelompok juga mulai bergerak dengan sangat cepat menuju ke arah Yuang Fengying bergerak, mereka tentu saja anggota dari aliansi Pertengahan yang juga tengah memburu remaja tersebut.
Rata rata kelompok itu terdiri dari tiga puluh hingga lima puluh orang.
Mereka terbagi dalam sepuluh kelompok yang di pimpin oleh para Patriark masing masing dari anggota aliansi itu.
Sungguh situasi yang kurang menguntungkan bagi Yuang Fengying.
"Kita ikuti tanda dari kutukan jejak jiwa yang mengarah ke tempat itu," Tampak Patriark dari Paviliun Badai Abadi menunjuk sebuah arah.
Tanpa di perintah dua kali, orang orang itu langsung melesat menuju arah yang di tunjuk Patriark nya.
**
"Sial..!, aura ini terus mengikuti ku..?." Yuang Fengying jadi sedikit kesal.
Sesungguhnya remaja itu sudah tiba di perbatasan kerajaan Istana Bumi Mulia dan kerajaan Istana Bintang di mana kerajaan itu menaungi kampung halaman Yuang Fengying berada.
Namun karena situasi dirinya tengah di kejar maka remaja itu mengubah dan membelokkan arah nya.
"Jika aku kembali ke wilayah istana Bintang dan pergi ke provinsi lembah Naga, maka sama saja aku membawa petaka di bumi kelahiran ku."
Desa tempat tinggal Yuang Fengying bernama desa Bunga Abadi berada di distrik sebelas, kabupaten Bukit Bunga provinsi lembah Naga, kerajaan Istana Bintang.
Jika Yuang Fengying terus kembali ke desa asal nya sekarang itu sangat berbahaya bagi semua orang, bisa bisa orang yang tak berdosa akan terkena imbas dari orang orang yang memburu nya.
Pengejaran itu jelas membuat remaja itu sangat kesal, seharusnya dia sudah hampir tiba di wilayah kerajaan Istana Bintang namun kini malah harus berpindah tujuan.
__ADS_1
Yuang Fengying bergerak makin cepat, bahkan remaja itu kini menggunakan kekuatan gelang Giok Cahaya.
CLAAP...!
Dengan alat tersebut Yuang Fengying kini berpindah beberapa puluh mil.
"He..he... Coba saja apa kau masih terus mengejar ku." entah kenapa kini remaja itu berniat untuk mengusili orang orang yang mengejarnya.
Dengan kelihaian nya saat ini, dia mampu mengoperasikan artefak teleportasi tersebut makin mahir lagi.
**
"Bajingaan tengiik...!." pria tua mengumpat marah, dari kristal deteksi bisa di lihat jika jarak mereka makin menjauh lagi.
Saat ini arah gerakan Yuang Fengying kembali bergeser tak menuju ke wilayah istana cahaya, namun sedikit ke barat ke wilayah istana Langit Tinggi.
"Apa yang terjadi?, mengapa kecepatan berandalan ini begitu cepat dalam berpindah?." salah satu pria berjubah hitam berbicara dengan rekannya.
"Ya.. ini aneh, sungguh kecepatan yang di luar nalar."
Pria berbaju katun bersih mulai mendengus kesal, menghentikan gerakan tandu nya.
"Kita harus bicara.." seru pria tua itu kepada seluruh bawahannya, agar mendarat dan berdiskusi menghadapi pergerakan buruan yang makin tak jelas.
**
Jika di total ada sebelas kelompok, sepuluh dari aliansi Pertengahan di tambah kelompok pria tua berbaju katun jadi sebelas kelompok.
Kelompok pemburu itu bergerak berdasarkan sebuah tanda yang ada pada Yuang Fengying dan itu menjadi acuan orang orang tersebut, jadi meski berpindah tempat pastinya Yuang Fengying akan berpapasan juga pada akhirnya setidaknya dengan salah satu kelompok yang memburu nya.
Saat ini Yuang Fengying tengah berpindah tempat lagi, dari jarak sebelum nya hanya sepuluh mil.
Namun saat remaja itu muncul, terlihat beberapa orang sudah menatap tajam menelisik ke arah nya.
"Eh, apakah mereka orang orang yang mengejar ku?." gumam remaja tersebut, pandangannya sejenak berputar pada orang yang berada di sekitar tempat itu.
"Apakah kau akan kabur lagi berandalan pengecut..!,'' seorang pria dengan rambut putih panjang di ikat keatas berseru ke arah Yuang Fengying.
Ya, pria tua ini adalah Patriark dari Paviliun Badai Abadi, lelaki dengan unsur elemen angin itu terlihat mulai mengepung Yuang Fengying bersama anggota kelompok nya.
"Hah?, jadi kalian yang mengikuti ku selama ini?."
"Ya, aku memang mengejar mu setelah apa yang kau lakukan di kota Doyang."
Yuang Fengying terdiam sejenak, aura yang di pancarkan kelompok ini tak sebesar kelompok yang mengejarnya, apa mungkin ada lebih dari satu kelompok yang mengejarnya?, remaja itu menggeleng dan berdecak. "Cck, tak ku sangka aku akan setenar itu."
__ADS_1
Patriark paviliun Badai Abadi yang Wen Cen itu mendengus kesal.
"Jangan besar kepala kau bocah, memang benar ada beberapa kelompok yang mengejar mu, karena memang bajingan seperti mu harus di musnahkan."
Wen Cen kini semakin mendekat, mereka kini mengepung Yuang Fengying dalam radius beberapa ratus meter.
Udara mulai bergetar, menandakan jika orang orang itu mulai mengaktifkan unsur elemen yang dimiliki nya.
"Hancurkan..!." pria itu mulai melambaikan tangan nya.
Lambaian tangan itu selain gerakan untuk menyerang, juga sebagai tanda agar yang lainnya juga ikut melakukan serangan.
Angin yang berputar dan bergulung di lengan Wen Cen langsung terlempar membentuk Lesatan tembakan serangan.
Weess...
Gelombang serangan itu makin meluas seiring dengan menjauhnya jarak serangan dari pusatnya.
Lesatan serangan itu menyapu ke semua benda yang di lalui nya.
"Huh," Yuang Fengying mendengus, sesungguhnya remaja itu tak ingin kesalahan pahaman tersebut meluas dan menambah jumlah korban.
Remaja itu mengayunkan lengannya, menciptakan lesatan dengan unsur elemen yang sama, menyambut gelombang serangan yang di hantaman Patriark paviliun Badai Abadi.
Wusss...
DAAAR....!
Dua serangan bertemu, menciptakan ledakan dengan gelombang kejut yang kuat dan bahkan menyibak serangan serangan yang di lancarkan orang orang yang di bawa Wen Cen.
"Apa!, serangan ku musnah.."
"Sialan pukulan ku malah tergerus gelombang kejut ini."
Gelombang kejut itu bahkan melempar orang orang itu hingga beberapa meter kebelakang.
"Aah.. kuat sekali akibat ledakan serangan ini."
Wen Cen mulai sedikit bergetar, tak menyangka akan sekuat ini bocah yang di buru nya, padahal itu baru satu serangan.
"Ayo..! Kembali serang...!." Wen Cen berteriak memacu semangat orang orang yang di bawanya.
___________
Jangan lupa dukungannya...
__ADS_1