
Setelah benturan dua serangan telah berlalu, kini Tetua Kim dan Man Jin melesat menjauh dari lokasi tersebut, untuk mencari tempat bertarung yang lebih leluasa.
Melihat kultivasi keduanya yang berimbang, nampak nya pertarungan akan berjalan cukup alot.
"Cakar Iblis Darah - Cakaran Kematian..!." Man Jin meloncat, dari tubuhnya menguar asap tipis gelap yang makin lama makin memadat.
Asap kehitaman itu membentuk dua buah lengan raksasa yang bersinergi dengan lengan Man Jin, seakan lengan raksasa itu adalah kepanjangan dari lengan sosok tersebut.
Weeeng... weeeng...
Sambaran sambaran langsung di lakukan oleh Man Jin, perwujudan lengan raksasa itu menebas kesana kemari, membuat udara terbelah oleh hawa panas yang di hasilkan dari serangan tersebut.
Serangan yang memiliki kekuatan Api dan angin itu merobek apapun dengan ketajamannya.
Tetua Kim yang melihat keganasan serangan itu, makin meningkat kan kebutan kipas senjata andalannya.
Senjata yang berada di tingkat Legenda itu sungguh sangat menakjubkan saat di gunakan.
Jurus 'Badai Amukan Dewa' yang menjadi andalan nya, melesat lesat, melontarkan lesatan gelombang kekuatan yang menepis serangan lawan.
Sementara sembilan orang rekan Man Jin langsung menyerbu ke arah para tetua dari perguruan Bukit Bayangan yang lain.
Kini pertempuran terjadi di mana mana, wilayah perguruan itu menjadi ajang pertarungan yang sangat dahsyat, membuat alam sekitar langsung bergetar dan berderak.
Para murid sudah di ungsikan untuk menjauh dari wilayah pertempuran, mereka kini di giring menuju ke area belakang perguruan mendekati wilayah Hutan Bayangan.
Dengan kekuatan yang sangat jomplang akan berbahaya jika para murid terlibat, itu sama saja mengantar nyawa, kecuali jika memang itu sudah pilihan terakhir harus bertarung mati matian.
Sesepuh Chun terlihat sudah terjun ke pertarungan, saat ini dia menghadapi dua lawan sekaligus.
Meski pria sepuh itu sudah menginjak Raja Bumi akhir yakni level 9, namun dua lawannya juga berada di ranah Raja Bumi 7 dan Raja Bumi 8, sehingga dengan dikeroyok membuat pria tua itu sedikit kerepotan.
Dua lawan yang berasal dari kelompok berbeda terbukti membuat sesepuh Chun harus bertarung sekuat tenaga.
Mereka berasal dari kelompok Bulan Kegelapan dan Klan Kabut Hitam Pekat.
Dari kelompok Bulan Kegelapan ada seorang wanita paruh baya dengan baju hitam dan bergambar bulan sabit di dadanya.
Sementara dari klan Kabut Hitam Pekat, ada sosok pria paruh baya dengan rambut panjang dan di kucir ekor kuda, badan penuh bulu di sekujur tubuh nya.
"Hari ini sungguh hari terakhir mu pria tua..!." wanita paruh baya dari kelompok Bukan Kegelapan berteriak sebelum melakukan serangan-serangan nya.
Dua tangannya bergerak ke udara menciptakan sebuah bayangan Kegelapan yang terlihat menakutkan.
__ADS_1
Sementara pria paruh baya dengan rambut ekor kuda dan badan penuh bulu sudah menebaskan pedangnya, pedang yang sangat besar dengan panjang hampir dua meter itu bergerak sangat cepat dan kuat.
SLAAASSH...
Lesatan serangan menerjang ke arah sesepuh Chun.
Kekuatan yang mampu mengikis apapun di sekitarnya itu melaju dengan begitu cepat.
"Merepotkan..!," sesepuh Chun menyapu dua serangan yang datang ke arahnya dengan memutar tongkat kuning yang di pegang nya.
Badai kekuatan langsung menyebar dari dari pusat putaran yang di lakukannya, menyingkirkan dua serangan yang datang ke arah nya.
BAAM...!! BAAMM...!!
Sementara Master Xingguang yang berada di ranah Bumi sejati akhir, harus menghadapi lawan yang lebih tinggi kultivasi nya, yakni di ranah Raja Bumi awal.
Itu membuat master Xingguang harus mengeluarkan banyak jurus simpanan andalannya, untuk sekedar mengimbanginya jika tak ingin celaka.
Pria dengan topeng di wajahnya itu jelas jelas berasal dari kelompok sekte Mayat Hidup.
"Masih ingat aku bukan?." pria dengan topeng separuh itu terlihat menyeringai dari balik topengnya.
Xingguang memicingkan mata, mencoba mengenali siapa lawannya.
"Hmm, nampak nya kau..?!, aku kini mengingatmu..!." Xingguang mendengus menatap sosok yang terlihat mengerikan dengan aroma kematian.
"Kali ini aku tak akan gagal lagi." pria dengan topeng separuh itu tersenyum dengan mengerikan.
"Ya.. Tak akan gagal lagi." katanya sambil menggeleng gelengkan kepala nya.
Pria bertopeng separuh itu langsung merentangkan kedua tangannya, asap kehitaman langsung menyeruak menguap tipis dari badannya.
Asap hitam itu mulai memenuhi area pertarungan keduanya hingga beberapa kilometer, bahkan dalam pandangan master Xingguang asap itu seperti menelan matahari yang ada di langit itu.
Hawa aroma Kematian juga mulai menyelimuti tempat itu, selain itu kekuatan korosif yang sangat menakutkan juga makin mencekik dan menghancurkan.
Dari asap yang makin lama makin menebal itu terlihat beberapa sosok yang terlihat makin nyata mengepung master Xingguang.
"Jebakan Kematian...!."
Sosok Sosok itu adalah pasukan mayat yang di bangkitkan dan di gunakan untuk penyerangan dan penjebakan terhadap lawannya.
Master Xingguang sedikit terkejut dengan kekuatan lawannya, baik dulu maupun sekarang lawannya ini lebih kuat dalam kultivasi di banding dirinya, tapi itu tak membuat master Xingguang takut dan surut untuk melawannya.
__ADS_1
"Pedang Kebajikan..!," master Xingguang mengeluarkan sebuah pedang dari ruang penyimpanan, sebuah senjata tingkat Bertuah kini ada dalam genggaman nya.
Pria bertopeng separuh juga sudah mengeluarkan senjata Bertuah nya, yakni sebuah tongkat dengan ujung yang ada cakar nya.
"Hancurkan..!." Pria bertopeng melempar tangannya kedepan, sosok sosok mayat hidup langsung bergerak acak dan menyerang master Xingguang.
Dalam ketebalan kabut asap itu master Xingguang berkelebatan menangkis serangan serangan mayat hidup tersebut.
Di sela sela serangan para sosok mayat itu, pria bertopeng separuh tersebut melakukan serangan mematikan, berusaha langsung memusnahkan lawannya.
**
Yuang Fengying masih berada di pecahan alam wilayah warisan kuno.
Berputar putar di area tersebut hingga beberapa saat, "Sungguh alam yang sangat luas untuk di jelajahi."
Saat itu Yuang Fengying merasa tiba tiba sebuah sinar seperti memerangkap dirinya.
"A..a-apa yang terjadi..?."
Bukan hanya dirinya, di kejauhan Yuang Fengying mampu menangkap pemandangan sinar sinar lainnya juga melesat cepat.
Sinar sinar itu mencari orang orang dari ras manusia naga yang ada di sana.
Sinar sinar itu mengurung semua orang yang ada di alam itu, untuk di keluarkan.
"Oh, apa mungkin waktu yang di tetapkan disini sudah berakhir?."
"Ya, mungkin begitu." gumam Yuang Fengying pelan, saat sinar itu melingkupi dirinya, lalu seperti membawa dan melempar dirinya menuju ke arah dimana awal dia tadi masuk tempat tersebut.
Saat ini Yuang Fengying sudah berada di pintu dimana dirinya di awal masuk.
Remaja itu melangkah keluar dari pintu gedung tua tersebut, namun kini semua tampak berbeda.
Wilayah perguruan Bukit Bayangan terlihat sangat kacau, dengan reruntuhan terlihat di mana mana.
Di beberapa tempat masih terlihat pertempuran yang mengakibatkan alam porak poranda, hanya gedung tua yang terlihat kotor dengan beberapa reruntuhan yang terlempar kearahnya, namun gedung tua masih utuh tanpa mengalami kerusakan.
"Ada apa ini?, apa yang terjadi?." Yuang Fengying menatap sekeliling nya dengan penasaran.
___________
Jangan lupa dukungannya...
__ADS_1