Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
175. Lolos dari para perampok


__ADS_3

Saat ini Yuang Fengying sudah memiliki koneksi dengan keempat sosok robotik, setelah menanamkan jejak aura kekuatan spiritual jiwa nya.


Namun meski demikian masih butuh beberapa waktu untuk benar benar bisa di kendalikan.


"Bajingan keparaat..!, apa yang kau lakukan pada teman kami hah.!." pria baju totol totol meraung dengan marah.


Saat ini ketiga orang itu sudah mengurung Yuang Fengying, kecuali dengan pria bertopeng seram, pria itu berdiri agak sedikit jauh.


Pria dengan penutup kepala warna putih juga mendengus kesal, dengan tatapan garang.


"Kembalikan artefak penyimpanan itu, jika kau masih sayang nyawamu." wanita paruh baya dengan baju hijau gelap juga berteriak mengancam.


Yuang Fengying masih tenang, menatap orang orang yang mengepung dalam jarak beberapa belas meter darinya.


"Lemparkan tas penyimpanan itu, benda itu tak akan berguna untuk mu bocah..!." pria dengan penutup kepala warna putih menurunkan suaranya, mencoba membujuk Yuang Fengying.


"Tadi kalian, berniat merampok harta benda ku, sekarang giliran teman kalian aku rampok kalian kebakaran jenggot..!," Yuang Fengying mengangkat dan memamerkan artefak penyimpanan tersebut ke arah orang orang itu sambil tersenyum, remaja itu seakan tak memiliki rasa takut terhadap para pengepung nya.


"Keparaat..!, cari mati..!."


Pria baju totol totol langsung meloncat, tangan nya di ayunkan ke depan membentuk gambaran sebuah kepalan dari unsur elemen api.


"Kepalan Naga Api.."


Gelombang serangan itu melaju dan menerjang ke arah Yuang Fengying.


Udara membara saat serangan itu di lepaskan, membuat sekitarnya terpapar.


Merasakan serangan lawan begitu kuat, Yuang Fengying tak ingin gegabah, kultivasi para penyerangnya sama sama berada di ranah Raja Bumi, bahkan secara tingkatan lebih tinggi karena mereka berada di puncak Raja Bumi.


Namun Yuang Fengying bukan kultivator Raja Bumi biasa, meski masih berada di level pertengahan namun kekuatan tempur sesungguhnya jauh dari itu.


Yuang Fengying mengangkat tangan kanannya, telapak tangan dan jarinya di lebar kan, membentuk gerakan menghadang dan menyerang.


BAAMM....


Gambaran kepalan yang membentuk serangan dari pria berbaju totol totol bertemu dengan hantaman telapak tangan Yuang Fengying.


Pria berbaju totol totol sedikit meringis, lengannya terasa bergetar akibat benturan itu.


Meski dua lengan itu tak langsung bertemu, namun kekuatan yang terkoneksi dari kedua lengan itu membuat efek yang nyata.


Saat pria berbaju totol totol sedikit mundur, pria dengan penutup kepala warna putih sudah mengayunkan tangannya.

__ADS_1


Sebuah Cakaran menyambar ke arah leher Yuang Fengying.


"Elang Mencabik Mangsa..!.''


Remasan tangan yang membentuk cakar itu menyambar dengan cepat, langsung mengarah ke bagian yang vital, jelas ini serangan yang langsung menginginkan lawannya mati.


"Kalian benar benar menginginkan kematian ku rupanya," Yuang Fengying menggeram marah.


Kilatan cahaya dari mata Yuang Fengying kini terlihat ganas, tentu saja serangan itu membuatnya terancam.


Sedikit merundukan kepala, Yuang Fengying mencari celah dari gerakan serangan lawannya.


Begitu melihat ada sebuah celah, Yuang Fengying langsung menendang kan kakinya mengarah ke perut lawan.


Weeng...


BUUKK...!


Tendangan keras itu bersarang di perut pria dengan baju totol totol, membuat pria tersebut terlempar beberapa meter jauh nya.


"Aaargh..!."


"Hoeek..!." pria itu memuntahkan seteguk darah, perutnya terasa mau pecah terkena serangan tersebut, meski Yuang Fengying tak melakukan tendangan sekuat tenaga.


Ujung cambuk itu menggeliat, seperti memiliki mata, mencoba mematuk Yuang Fengying.


Serangan yang sangat menakutkan itu membuat remaja itu meloncat berguling gulingan menghindarinya.


"Cambuk ekor naga hijau tak akan melepas mu.." wanita itu berseru seiring dengan ujung cambuk yang terus mengejar dimana Yuang Fengying menghindar.


Saat ini tiga orang itu masih terus menggempur pertahanan Yuang Fengying, meski di keroyok tiga orang namun Yuang Fengying masih terus bertahan.


Pria dengan topeng seram masih melihat dari kejauhan, sementara pria sedikit bungkuk sudah kembali tersadar dari pingsannya.


Begitu pria sedikit bungkuk sadar dari pingsannya, dia kaget karena tas penyimpanan yang ada di punggung nya sudah menghilang dari tempat nya.


"Berandalan keparat..!, kau mencuri milikku..!." pria itu meraung, kini langsung melesat dan bergabung dalam pertarungan.


Saat ini Yuang Fengying sudah di keroyok oleh empat orang.


Gempuran yang dilakukan empat orang itu tak main main, jika terkena sedikit saja, nyawa menjadi taruhannya.


"Ini saatnya..!." Yuang Fengying menggerakkan tangannya, empat sosok robotik langsung meloncat masuk ke dalam area pertarungan.

__ADS_1


Nampak nya sinkronisasi sudah terjalin antara Yuang Fengying dengan sosok sosok robotik tersebut, sehingga remaja itu kini mampu mengendalikan sosok sosok tersebut.


Yuang Fengying juga sudah memindahkan jalur jejak kekuatan aura spiritual jiwa di sosok sosok tersebut, agar pria bungkuk tak mampu dengan mudah 'mengehentikan' bekas pasukannya itu.


"Apa..!!?, bocah ini bahkan mampu mengendalikan boneka robot yang ku ku ciptakan?." jelas saja pria sedikit bungkuk itu terkejut dan terbelalak.


Sosok sosok robotik itu kini menyerang empat pengeroyok Yuang Fengying.


Dengan sedikit 'pengendalian' dari Yuang Fengying terbukti sosok sosok tersebut mampu merepotkan empat orang itu.


"Semua ini karena kebodohan Su Man, tak mampu berhati hati dalam menyerang hingga pasukannya bisa direbut lawan." wanita paruh baya dengan baju hijau gelap terlihat meracau kesal. "Jika saja kau hati hati tak akan seperti ini."


Terlihat jelas rekan rekan Su Man tak terima dengan kecerobohan rekannya tersebut, sehingga senjata andalannya bisa di rebut dan di manfaatkan untuk menyerang balik kelompok nya.


"Sudah..! sudah..! jangan banyak cakap..!, kita selesaikan ini, baru nanti kita bahas hukuman apa yang pantas untuk Su Man." pria dengan baju totol totol mencoba meredam perselisihan tersebut.


Makin lama pertarungan makin ganas dan memanas, empat orang itu kini sudah tak lagi menahan serangan nya.


Serangan serangan ganas itu dilepas empat orang tersebut dari empat arah mata angin, namun kini Yuang Fengying memiliki pasukan yang cukup untuk meredam kuatnya serangan lawan.


"Tak bisa di biarkan begini terus, kekuatan ku saat ini belum pulih sempurna, setelah tadi bertarung dengan para pengacau yang tergabung dalam Aliansi Penyerang, aku harus bisa keluar dari situasi ini."


Yuang Fengying mulai mengedarkan kekuatan angin dan tanah yang di miliki nya, remaja itu mulai mengunci tempat tersebut dengan hukum kekuatan tanah, semua itu awalnya tak di sadari lawannya.


Hingga tiba tiba..


"Apa yang terjadi!? mengapa tubuhku makin berat?."


"Ya tekanan disini makin kuat, membuat gerakan kita melambat."


"Hati hati..!."


Suara suara lawan yang melakukan koordinasi terdengar bersahut sahutan.


Saat ini Yuang Fengying berlari memutar lintasan membentuk pola lingkaran dalam kepungan lawan.


Debu beterbangan, hingga menutup pandangan orang-orang yang mengepungnya.


Saat debu makin menebal dan menutupi pandangan mereka, Yuang Fengying menepuk tas penyimpanan nya, membuat sosok sosok robotik berloncatan kembali memasukinya.


Lalu Yuang Fengying mengaktifkan gelang giok cahaya untuk membawanya pergi dari wilayah tersebut, setelah mengamankan harta rampasan nya.


_____________________

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya


__ADS_2