Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
94. Bunga Salju Tujuh Jiwa (Cahaya Jiwa Roh Pagoda Dewa)


__ADS_3

Jiwa Suci sosok transparan itu menerangkan banyak hal kepada Yuang Fengying, mengajarkan tentang hal hal yang selama ini tak di pahami nya tentang rahasia kehidupan, membuat anak tersebut makin mengerti tentang semua yang terjadi di kehidupan.


"Jadi Bunga Salju Tujuh Jiwa bisa di ciptakan oleh seseorang yang memiliki kekuatan unsur elemen kayu dan Air-Es, karena ini adalah bunga jiwa yang berunsur elemen Air-Es.''


Yuang Fengying sangat terpana dengan penjelasan itu, memang benar kedua unsur elemen itu adalah unsur jenis penyembuh dan pembangun, dengan dua unsur itu jagat raya di penuhi kehidupan tumbuhan.


"Namun bukan pemilik dua unsur itu saja syarat nya untuk menciptakan Bunga Salju Tujuh Jiwa, kekuatan jiwa nya juga harus kuat."


"Dan yang lebih penting harus ada mesin pencipta nya, karena itu bunga maka harus ada pohon yang menumbuhkan bunga tersebut."


Yuang Fengying mengangguk, mengerti dengan alur pola tercipta nya bunga salju tujuh jiwa itu.


"Dengan bantuan ku dan Ras Pohon Suci yang ada di tubuhmu, kami akan membantumu mewujudkan semua itu ( menciptakan bunga salju tujuh jiwa)."


Yuang Fengying kembali terkejut, bahkan sosok transparan itu tahu tentang ras pohon suci yang ada di Alam Jiwa nya, tepatnya ruang elemen kayu nya.


"Kau masih meragukan ku sebagai pemilik tempat ini?, ha.ha..aku bahkan tahu semua yang terjadi disini seperti aku tahu jumlah berapa mata dan telinga ku."


Sosok itu mengatakan tahu semua peristiwa yang terjadi disini seperti mengetahui mata dan telinga nya, berarti dia tahu bagiamana dia menemukan ras pohon suci, sungguh luar biasa.


Yuang Fengying sedikit memperbaiki duduk nya, entah sejak kapan dirinya sudah dalam posisi duduk mendengar pengajaran sosok tersebut, sedangkan sosok transparan itu duduk di udara melayang seperti sinar yang di pancarkan meski samar.


"Bagaimana caranya, senior?."


Sosok transparan tersebut menatap Yuang Fengying dengan tajam, "Ijinkan aku bergabung dengan Cahaya Jiwa Roh Pagoda Dewa."


"Cahaya Jiwa Roh Pagoda Dewa?." Yuang Fengying tak mengerti apa yang dikatakan sosok tersebut.


"Benar, cahaya yang ada ada di relung jiwa mu."


Yuang Fengying kembali terpana dengan apa yang di katakan sosok transparan itu, karena selalu tepat.


Jadi bola cahaya yang ada di Alam Jiwa nya adalah Cahaya Jiwa Roh Pagoda Dewa.


Memang cahaya tersebut kini terasa bergetar seperti terhubung dengan sosok transparan di depan nya, begitu juga dengan ruang Kayu nya.


"Apa itu cahaya jiwa roh pagoda dewa?." Yuang Fengying bertanya.


Sosok transparan itu tersenyum dan mengangguk, "Roh Pagoda Dewa adalah setitik dari kekuatan Dewa yang terlempar di dunia ini, itu akan bisa terbangun sempurna jika bergabung dengan titik titik lain dari kekuatan Dewa yang telah terpecah belah."


"Kekuatan Dewa yang terpecah?."

__ADS_1


"Benar, dan kau sungguh beruntung memiliki itu, kami para titik titik lain dari kekuatan Dewa yang terpisah, akan bersatu untuk membangkitkan nya, berkat dirimu."


"Titik titik lain?."


"Ya..titik titik lain kekuatan dewa yang tersebar di jagat raya, akan bersatu di Jiwa Roh Pagoda Dewa."


"Hanya butuh ijin darimu agar aku bisa bersatu di dalamnya, tanpa kerelaanmu semua akan sia sia."


Yuang Fengying terlihat ragu, apakah ini kebenaran atau hanya tipu muslihat dari sosok transparan untuk mencuri tubuhnya.


Memang para tokoh hebat yang tubuhnya hancur dan jiwanya masih melayang layang mampu untuk mencuri tubuh baru untuk di tempati.


"Jangan khawatir Kekuatan ku tak ada apa apa nya dibanding Jiwa roh pagoda dewa yang sudah menyatu dengan jiwa mu, aku tak akan mampu menguasai tubuh mu." seakan tahu keraguan Yuang Fengying, sosok itu menjelaskan.


Setelah berpikir sebentar akhirnya Yuang Fengying mengangguk, "Baiklah aku mengijinkan kau bersatu dengan Roh inti jiwa."


Yuang Fengying memang menyebut cahaya di relung jiwa nya sebagai Roh Inti Jiwa, berkat cahaya itulah dirinya bisa seperti ini.


Begitu mendapatkan ijin sosok transparan itu langsung bergerak seperti angin menabrak badan Yuang Fengying.


ZOUUU... ZOUUUU....


Jika di lihat di Relung jiwa nya, kini bola cahaya itu sedikit membesar, lebih besar dari dari bola bekel biasa dengan corakan gambar pagoda yang lebih terlihat meski masih samar samar, sinar bola cahaya itu juga makin terang.


Bola cahaya itu seperti matahari di jagat raya, yang menyinari seluruh ruang yang ada di Alam Jiwa tersebut dengan sangat baik.


JREEENG...


Alam kembali terdistorsi, Yuang Fengying kembali berada di area makam dengan satu kaki masih berada di luar area.


Namun kini cahaya yang ada di sana sudah tak ada, menghilang.


Makam itu kini terlihat suram, bahkan kabut tebal juga sudah menghilang hingga pandangan Yuang Fengying bisa melihat jauh tanpa ada halangan lagi.


Mungkin di tempat itu masih banyak senjata pusaka yang tertanam di dalam makam itu, namun Yuang Fengying tak memperdulikan hal itu.


Dia lalu duduk dan mulai berkonsentrasi membangkitkan unsur elemen kayu dan Air-Es nya.


"Bantu aku menciptakan Bunga Salju Tujuh Jiwa," gumam anak tersebut.


Seperti terkoneksi cahaya di relung jiwa dan ruang unsur elemen kayu serta ruang Air-Es bergetar, meraka seperti terhubungkan, lalu di ruang jiwa khususnya ruang unsur elemen kayu, ras pohon suci menciptakan tiga buah kuncup bunga dengan warna seputih salju dengan tujuh kelopak nya dengan aura kekuatan jiwa yang kuat terpancar.

__ADS_1


"Hanya ini yang bisa kita ciptakan, aku akan melemah dan tertidur untuk waktu yang lama."


"Tuan bisa menyerahkan satu kuncup itu, dan menyimpan dua kuncup lainnya untuk tuan konsumsi sendiri, mengantikan kekuatan ku yang kini melemah." sebuah suara ganda terdengar di jiwa Yuang Fengying.


"Apa..!?.'


Yuang Fengying terkejut dengan kenyataan tersebut, menciptakan bunga salju tujuh jiwa begitu menguras kekuatan, pantas saja bunga sejenis itu sangat sulit di dapatkan.


Yuang Fengying meloncat keluar dari wilayah makam dan terus berlari meninggalkan hutan, akan sangat berbahaya jika bertemu dengan binatang binatang kuat yang ada di sana, sedangkan dia sendirian.


**


Tuan Ying Xue Yu menatap Yuang Fengying yang mendekati mereka di area taman.


Dalam pandangan nya, tingkat kultivasi anak tersebut sudah naik beberapa level di ranah Awal Tinggi.


Benar memang untuk tingkatan ranah Bumi sejati ke bawah akan bisa naik level nya jika berhasil menghirup udara alam seperti yang di masuki Yuang Fengying.


Peningkatan kultivasi semacam ini hampir mirip dengan proses penyerapan "tenaga sejati", sebuah kekuatan yang di dapat dari langit dan bumi.


Ying Loana gadis muda keluarga Ying menatap Yuang Fengying dengan perasaan yang sulit di lukiskan, sebagai sesama anak muda yang juga berbakat tentu saja ada rasa iri, sedih, kecewa dan sedikit kagum terpancar di matanya.


"Senior aku menemukan Bunga Salju Tujuh Jiwa," kata Yuang Fengying sambil menyerahkan sekuncup bunga yang terlihat bergolak dengan aura kekuatan jiwa.


Aura campuran dari dinginnya kekuatan beku dan kekuatan jiwa yang meluap membuat semua orang ternganga tak percaya.


"Apa.??!, kau telah menemukan bunga itu..??."


Ying Xue Yu dan anggota keluarga Ying lainnya memeriksa bunga tersebut karena tak percaya.


"Benar, ini benar benar Bunga Salju Tujuh Jiwa." kata mereka serempak, dengan di liputi rasa senang yang tak terkira.


Merasa apa yang di cari sudah di temukan, rombongan tersebut bergerak meninggalkan lokasi itu.


Mereka lebih memikirkan nasib Patriark keluarga Ying di banding berburu harta Karun lainnya.


Bagi mereka pemulihan sang Patriark lebih utama, mereka tak ingin terlambat membawa bunga itu untuk menyembuhkan dan memulihkan sang pimpinan.


___________


Jangan lupa dukungannya

__ADS_1


__ADS_2