
"Gabungan Kehancuran...!."
Tetua pertama menghantamkan pukulannya, gabungan dua kekuatan panas dan dingin itu merobek udara di sekeliling nya.
Lesatan api yang berkobar kobar di sisi kiri dan gelombang es yang bergulung gulung di sebelah kanan menerjang ke arah lawanya.
Sungguh kekuatan dari ranah 'Kuasa Sejati' sangat mengerikan.
Sementara tokoh dari benua lain yang menjadi lawan tetua pertama hanya tersenyum, melihat serangan lawan yang sangat mengerikan itu pria tersebut hanya menatap acuh tak acuh.
Ini memang bukan serangan pertama dari Tetua lembah tiga puncak itu, dan pria dari benua lain itu sudah meredam serangan sebelum sebelum nya.
"Awan berarak angin bertiup..!.'' pria dari benua lain itu memutar tangannya, seketika alam terdistorsi udara menjadi sangat pekat, serangan tetua pertama yang tadi meluncur deras kini seperti di tahan oleh tangan tangan tak terlihat.
"Apa..!, serangan tetua pertama berhenti seketika..!."
"Apa yang terjadi?, mengapa kekuatan yang tadi meluncur ganas kini melambat bahkan berhenti..!." orang orang yang sempat melihat mulai bertanya tanya.
Serangan tetua pertama memang langsung berhenti, kekuatan api dan es yang semula meledak ledak kini terhenti di tengah jalan, bahkan tetua pertama sedikit terpelanting kebelakang dengan dada terasa sesak.
"Bagaimana ini bisa terjadi? esensi serangan ku begitu saja musnah.?"
Bukan musnah, namun memang serangan dari tetua pertama di kikis oleh kekuatan yang terpancar dari jurus yang di ciptakan lawan nya.
Sesungguhnya kekuatan pria dari benua lain itu sudah berada di tingkat Kuasa Sejati pertengahan, sedangkan Tetua pertama masih di tingkat awal dari ranah tersebut, jadi jelas serangan serangannya langsung musnah tersapu oleh kekuatan yang berasal dari pria dari benua lain tersebut.
"Ha..ha..kau pikir serangan mu sudah hebat ya, hingga begitu percaya diri mampu mengalahkan ku." dengan sinis pria dari benua lain berkata.
Tetua pertama tercekat, kini ranah kultivasi lawan benar benar di tampakkan tanpa di tutup tutupi lagi.
Tetua pertama langsung muram, begitu menyadari lawan berada di level yang berbeda dengan dirinya.
**
Di Pecahan alam kuno.
Terlihat tiga bayangan tengah bergerak di salah satu wilayah dari alam tersebut, tepatnya wilayah gunung Tiga Dewa.
Mereka adalah kelompok yang berasal dari ras peri dimana Fen Shanming sedang mencoba mencari keberuntungan nya.
__ADS_1
"Meski saat ini hanya kita yang menerobos ke alam ini sebelum waktunya, namun kita harus hati hati."
"Tak menutup kemungkinan jika ada pihak lain yang mampu melakukan ini (menerobos ke alam tersebut).'' Wanita tua itu berkata memperingatkan yang lainnya.
Dua pendamping Fen Shanming memang di khususkan untuk tugas tugas tertentu, Pria tua yang terlihat sangat kuat itu bertugas melindungi dan mengatasi masalah yang berhubungan dengan kekuatan lain, sedangkan wanita tua itu bertugas membuka portal segel dimensi tempat itu, serta mengarahkan arah tujuannya.
"Ya aku mengerti sesepuh Ling." Fen Shanming menjawab, karena memang perkataan itu lebih ditujukan kepada dirinya.
Di antara mereka bertiga hanya dirinya yang paling lemah, meski jika di banding generasi seangkatan nya dia termasuk gadis jenius.
"Kita lewat sini," wanita tua yang di panggil sesepuh Ling, mulai memilih jalur rute yang di rasa paling aman.
Pria tua itu sejenak menatap ke depan, kemudian mengangguk, "Pilihan sesepuh Ling memang tepat."
Sesepuh Ling hanya tersenyum menanggapi pujian pria tua yang mungkin seangkatan dengan dirinya. "Terima kasih pujiannya Sesepuh Rong, namun demikian jalur ini juga masih berbahaya, pasti kamu juga melihat itu bukan."
Mereka bertiga bergerak maju kearah yang di tunjukkan oleh wanita tua tersebut.
"Bersiap..di depan banyak binatang buas tingkat Raja.." Sesepuh Rong mulai memeringatkan yang lainnya.
Tak jauh di depan jalur tersebut memang sarang dari Banteng rusa tanduk api, sejenis binatang separuh banteng dan separuh rusa dengan tanduk yang menyala nyala.
Salah satu binatang yang nampaknya berjaga terdengar meraung begitu menyadari ada memasuki wilayah mereka.
Begitu satu Banteng rusa tanduk api meraung, beberapa binatang sejenis langsung melesat mendekat.
"Manusia lancang..! berani memasuki wilayah ini..!." teriak salah satu binatang itu.
Meski hanya penjaga perbatasan binatang itu sudah berada di tingkat Raja, berusia ratusan tahun dan sudah mampu berbicara selayaknya manusia.
"Aku hanya ingin melewati tempat ini, tak ingin mengusik kelompok kalian..!." Sesepuh Rong mulai berteriak, lalu melepaskan aura kekuatan nya.
Pria tinggi besar yang sudah berumur itu merentangkan kedua tangannya, menciptakan domain yang mengerikan untuk menakuti lawan.
Sesepuh Rong yang lama dalam pelatihan tertutup sudah berada di ranah Kuasa Sejati, jelas aura kekuatan yang di ciptakan nya mampu menyebar hingga beberapa kilometer meski saat ini berada di pecahan alam kuno.
Meski sudah di tekan oleh aura kekuatan dari sesepuh Rong, namun banteng rusa tanduk api tetap menerjang ke arah tiga orang tersebut tanpa sedikit pun terganggu.
Nampak nya kekuatan binatang di alam ini sedikit lebih kuat dibandingkan dengan binatang di alam asal mereka, atau benua Tanah Tengah, karena binatang di sini jelas memiliki unsur elemen tanah pada dasarnya dengan tambahan unsur elemen lainnya.
__ADS_1
WEEENG...
Binatang tingkat Raja itu memimpin kumpulan nya meloncat dan menyerang ke arah tiga orang tersebut.
Serangan yang menimbulkan gelombang kekuatan itu menerjang tiga manusia peri.
Sesepuh Rong mengangkat tangan nya, tangan itu di arahkan kedepan dengan telapak terkembang.
Sebuah bayangan tangan raksasa yang terbuat dari unsur elemen angin tercipta dari gerakan tersebut, menangkis serangan dari binatang binatang tersebut.
BAAMM... BAAAMMM...
Banteng rusa tanduk api menerjang gambaran tangan raksasa tersebut.
Ternyata sungguh kuat sekali, meski terlihat transparan gambaran tangan raksasa itu mampu membuat binatang binatang tersebut terpental dan terlempar ke belakang.
Kekuatan serangan Banteng rusa tanduk api sungguh tak ada artinya.
"Menyingkir lah..!, aku hanya ingin melewati jalur ini..!." Sesepuh Rong kembali mengibaskan tangannya.
Gelombang kekuatan angin tercipta dan menyapu beberapa binatang yang terlihat menjaga tempat tersebut.
"Huh, hanya binatang tingkat Raja, mau bertingkah di depanku..!." Sesepuh Rong mendengus meremehkan. "Ayo kita tinggalkan tempat ini." ajaknya.
Kembali ketiga manusia peri itu bergerak meninggalkan tempat tersebut.
"Sebenarnya bagian mana yang akan sesepuh Ling tuju?." pria tua dari ras peri itu menatap wanita tua yang menjadi rekannya dalam misi mendampingi putri mahkota.
"Lembah Benteng Abadi, di sana adalah tempat terbaik untuk unsur Logam-Tanah, dimana saat ini tempat tersebut lah yang mungkin bisa di jelajahi."
Sesepuh Rong mengangguk, memang tak semua tempat bisa dengan mudah di jelajahi untuk saat ini, bisa bisa malah mengalami kegagalan jika memaksa memasuki wilayah yang terlalu kuat unsur elemen Tanah nya.
"Kita harus mempertimbangkan waktu kita di sini, karena pelindung yang ku buat ada masa waktunya." kembali sesepuh Ling berkata.
Ya, memang mereka memiliki batas waktu untuk masuk ke pecahan alam tersebut.
_________
Jangan lupa dukungannya
__ADS_1