Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
177.Adu Domba


__ADS_3

Saat ini Yuang Fengying masih bersembunyi di kerimbunan pepohonan, menatap ke arah orang orang yang berseteru.


Kelompok manusia kerdil ras Kulit Biru menghadapi manusia kerdil suku Kulit Hijau yang di kini di dukung para iblis.


Dong Yu pemimpin dari suku Kulit Hijau mulai maju dan menyerang Ming Tse pemimpin dari ras Kulit Biru.


Pertempuran itu berlangsung dengan seru.


Nampaknya mereka berdua sama sama berada di ranah Raja Bumi.


Ming Tse yang memiliki Kuasa atas api biru sudah mengaktifkan kekuatan tersebut untuk menghadapi lawannya.


Demikian pula dengan Dong Yu, pemimpin suku Kulit Hijau itu sudah mengaktifkan kekuatan air yang di miliki nya.


Alam bergetar saat api biru itu mulai bergolak dan menyelimuti tempat itu, panas api biru memang luar biasa.


"Luapan Kemarahan Api.." Ming Tse meloncat melemparkan lengannya, gelombang api seperti menyembur menjilat ke arah Dong Yu.


Yuang Fengying yang masih bersembunyi melihat semua itu dengan tatapan kagum, "Kekuatan manusia kerdil cukup hebat juga rupanya," remaja itu makin memiliki pemahaman tentang kekuatan pengendalian api, terutama api biru.


Dong Yu yang di serang gelombang panas, terlihat masih tenang tenang saja, tangannya lalu bergerak berputar putar menciptakan gerakan memutar, "Air Persembahan Dewa .."


Begitu sosok hijau memutar tangannya, dari tubuh nya menguar asap tipis yang makin menebal lalu membentuk gelombang kekuatan air yang menyapu ke sekeliling nya.


Gelombang api yang menyembur dari tangan Ming Tse bertemu dengan gelombang air yang menyapu menyebar.


Duar..!


Ledakan terdengar keras mengguncang sekitar nya.


Saat ini bukan hanya dua orang tersebut yang bertarung, namun beberapa manusia kerdil pengikut keduanya juga sudah menciptakan arena pertarungan lainnya.


Di pinggiran beberapa sosok iblis terlihat tertawa dengan kilatan licik di matanya, dan Yuang Fengying bisa menangkap kilatan tersebut.


Pertarungan makin lama kian memanas dan saling mengancam nyawa dari kedua belah pihak.


"Ayo keluarkan senjata andalan mu..!." Dong Yu berteriak ke arah Ming Tse, agar memanggil senjata leluhur nya untuk di gunakan dalam pertarungan tersebut.


"Ciih.., aku bukan orang bodoh, menggunakan senjata leluhur seenaknya."


Tombak Lidah Api Biru adalah sejenis senjata tingkat Raja Mistik sempurna, sebuah tingkatan dari kelas Raja Mistik yang paling kuat.

__ADS_1


(Tingkatan senjata: Biasa, Bertuah, Legenda, Raja Mistik, Kaisar Langit dan Spiritual Illahi)


Senjata itu tersimpan di dimensi lain yang hanya bisa muncul saat pemilik nya memanggil untuk mengaktifkan nya.


Dong Yu sudah di hasut oleh ras iblis agar berseteru dengan ras sejenisnya, tujuan dari iblis adalah untuk merebut artefak senjata penyerangan itu.


"Baik..!, jika kau tak ingin mengeluarkan senjata itu, aku yang akan mengeluarkan senjata Leluhur ku..!." Dong Yu lalu mulai membacakan rajah mantra untuk memanggil dan mengaktifkan senjata yang di wariskan oleh leluhur nya.


Langit alam itu tiba tiba tersibak, semacam cahaya langsung terbentuk di angkasa itu.


Plaaass..


Sebuah cahaya yang makin lama makin memadat, lalu dari tengah cahaya itu melesat sebuah bayangan dan meluncur deras kearah Dong Yu.


"Pedang Air Tiga Sudut..!."


Dong Yu menangkap pedang yang menghampiri nya, pedang tersebut memiliki ujung dengan sudut tiga yang terlihat sangat tajam.


Bukan hanya tajam namun pedang tersebut juga menampakkan aura kekuatan yang membuat alam bergetar.


"Wah, senjata pusaka memang sungguh menakjubkan.''


"Suku Kulit Hijau memang pantas menjadi salah satu suku dari manusia kerdil yang terhebat.'


"Aku katakan sekali lagi tinggalkan harta benda kalian, maka kalian bebas untuk pergi." Dong Yu sekali lagi mengeluarkan ancaman nya.


Saat ini sosok kerdil berwarna hijau itu memanggul pedang besar dengan ujung tiga sudut, di bahu kanan nya.


Melihat penampakan pedang yang hampir setinggi tubuh Dong Yu, orang akan mengira jika kurcaci itu akan kesulitan saat memainkan senjata itu, tapi nyatanya tidak demikian.


"Dasar tidak waras..!, kau begitu mudah memamerkan warisan leluhur mu, aku tetap dengan pendirian ku, meski nyawa taruhannya." Ming Tse masih bersikeras dengan apa yang di yakini.


Dong Yu makin merah wajahnya, Kemarahan nya makin memuncak.


"Jika itu maumu..maka aku kabulkan." Dong Yu melesat menebaskan pedangnya, ledakan kekuatan ber-unsur elemen air langsung menerjang ke arah Ming Tse.


Ming Tse mengangkat tangannya, menciptakan senjata dari unsur elemen api biru.


Saat ini tetua manusia kerdil suku Kulit Biru sudah memegang pedang elemen, gelombang panas kembali melonjak saat kekuatan sang tetua di tingkatkan.


Weeng...

__ADS_1


Lesatan pedang tiga sudut mencipta kan getaran di udara, menciptakan suara dengungan yang mengiris hati siapa saja yang mendengar nya.


BAANG...


Ledakan terjadi setelah tubrukan itu, alam bergetar kuat dengan hempasan kekuatan yang menyebar ke sekitar nya, lalu dua orang itu terpental kebelakang terutama Ming Tse yang terlempar hingga beberapa puluh meter jauhnya.


"Tetua Ming..!."


"Tetua...!."


Orang orang bawahan Ming Tse berteriak dengan panik, melihat sang tetua terlempar begitu jauh.


"Keluarkan senjata Leluhur mu..!," kembali Dong Yu menantang nya.


Ming Tse kali ini tak punya pilihan lagi, jika dia tak mengeluarkan senjata leluhur nya, maka pasti dia akan kalah, mati dan berimbas pada seluruh suku nya.


Bisa bisa nanti seluruh suku Kulit Biru akan di musnahkan oleh lawannya jika dia kalah karena tak menggunakan senjata warisan Leluhur.


"Tombak Lidah Api Biru..! datanglah.." Ming Tse merentangkan tangannya, merapal kan rajah mantra yang telah di ajarkan leluhur nya.


Sebuah cahaya langsung terbentuk dari angkasa alam itu, dari cahaya yang terlihat berputar muncul dan melesat sebuah tombak dengan ujung menyerupai kobaran api tapi berwarna biru transparan.


"Akhirnya dua senjata pusaka muncul juga disini," salah satu iblis yang berdiri di pinggiran dengan baju abu abu terlihat tersenyum licik dengan kilatan keserakahan di matanya.


"Apa harus kita rebut sekarang tuan?," salah satu iblis yang berdiri di belakang nya bertanya dengan pelan.


"Tunggu saatnya," iblis yang memakai jubah abu abu menggeleng pelan.


Beberapa iblis itu mengangguk mendengar iblis berjubah abu abu yang merupakan pemimpin dari para iblis itu.


Saat ini Ming Tse sudah kembali mendekati Dong Yu.


Dengan tombak yang panjangnya melebihi tubuh nya, sosok Ming Tse kini terlihat garang.


Aura tombak lidah api biru membuat sosok Ming Tse terlihat sangat menakutkan, meski dalam keseharian nya sifat Ming Tse sebenarnya lemah lembut.


"Ayo kita lanjutkan pertarungan ini," Ming Tse kali ini sudah tak sabaran untuk bertarung kembali.


Dong Yu kini terlihat sedikit kecut wajahnya, aura tombak lidah api biru sungguh menakutkan.


____________

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya...


__ADS_2