
Kini empat anak dari keluarga Ying sudah berdiri dari duduknya, mereka adalah putra putri terbaik dari keluarga Ying cabang.
"Ini empat anak dari keluarga Ying cabang, akan menjadi wakil dari keluarga kami untuk pertarungan hari ini." Ying Poo juga berdiri memperkenalkan anak anak dari anggota keluarga cabang tersebut.
"Ha..ha.. hanya empat orang?, padahal dari tempat kami ada lima orang, mengapa kalian hanya membawa empat orang saja?." Tuan Pemimpin kota tertawa mencibir, merendahkan seperti mengatakan 'betapa minimnya' generasi penerus keluarga Ying.
Perwakilan dari keluarga Ying cabang kali ini ada empat orang, tiga laki laki dan satu perempuan, mereka berusia di atas enam belas tahun, bahkan yang bernama Ying Jiao sudah hampir berusia 20 tahun dan sudah hampir dianggap dewasa, ranahnya saat ini berada di tingkatan Awal Tinggi awal.
Lalu ada Ying Sen Pii, berusia 17 tahun berada di ranah Menengah 9.
Ada Ying Yin berusia 18 tahun juga berada di ranah Menengah 9,
Kemudian ada Ying yufei seorang gadis berusia 16 tahun berada di ranah menengah 8, sama seperti Yuang Fengying.
Memang hanya itu generasi penerus keluarga Ying yang terhebat.
"Hanya ini yang kita bawa hari ini," Ying Poo menunjuk keempat remaja tersebut.
"Ah..sayang sekali, padahal kami sudah menyiapkan lima orang." sesal Ming Yuansa, makin meremehkan.
Ying Xue Yu menatap Yuang Fengying, "Nak maukah kau membantuku? menjadi perwakilan dari keluarga Ying pusat?."
Yuang Fengying menatap tuan Ying Xue Yu, bukan karena apa apa, tapi karena permintaan menjadi wakil dari keluarga tersebut.
"Jangan kuatir, aku akan menggandakan hadiah yang aku janjikan." kata Ying Xue Yu sambil menatap Yuang Fengying.
Yuang Fengying tersenyum, padahal tanpa di beri hadiah pun Yuang Fengying akan bersedia bertarung di arena tersebut karena baginya bertarung adalah latihan yang di inginkan nya.
"Baik yunior setuju." sahut Yuang Fengying langsung ikut berdiri.
"Aku wakil kelima dari keluarga Ying." teriak Yuang Fengying lantang, membuat semua orang memalingkan pandangan nya.
"Apa..!, anak kecil mau bertarung dengan para remaja?." suara tamu terdengar meremehkan.
"Lihat saja tingkatan anak itu hanya berada di ranah Menengah 8, dan itu paling rendah disini." suara itu kembali menekan kan.
"Meski masih di ranah Menengah 8, umur nya masih sangat muda, pasti dia hebat juga," suara yang lain terdengar sedikit membela.
Tuan Ming Yuansa menatap Yuang Fengying, menelisik sejenak sebelum kemudian tertawa pelan. "Apa kamu yakin akan ikut dalam pertandingan ini anak muda?."
Yuang Fengying mengangguk saja.
"Kamu yakin?." sekali lagi Ming Yuansa bertanya.
"Saya yakin senior..!." Yuang Fengying mengeraskan suara nya.
__ADS_1
"Baik..!, kalian sendiri yang mengantar bocah ini ke arena pertarungan, jangan salahkan anak anak kami jika berlaku kejam kepada nya nanti."
Ying Poo menjadi sedikit ragu dengan perkataan lawan, dia lalu menatap Yuang Fengying, seorang bocah yang selama ini mengikuti rombongan tuan Ying kedelapan belas.
Dia selama ini tak terlalu memperhatikan bocah tersebut, siapa sebenarnya dirinya.
"Paman ke-delapan belas, apakah pilihan paman benar benar sudah di pikirkan dengan matang?." bisik Ying Poo dengan pelan.
"Kita lihat saja." dengan acuh tak acuh Ying Xue Yu berkata.
**
Seorang pria sudah berdiri di panggung, dia di tunjuk menjadi juri dalam pertandingan tersebut.
"Saya tawarkan aturan dalam pertandingan ini, apakah akan bertarung satu lawan satu atau secara beregu?." kata juri tersebut menatap kearah dua kubu keluarga.
"Aku ikut keinginan dari para tamu," sahut Ming Yuansa dengan enteng, menurut perhitungan nya, kubu dari keluarga nya pasti mampu mengatasi anak anak keluarga Ying.
"Bagaimana jika di buat sistem gugur campuran?, awal nya satu lawan satu, kemudian yang menang bertarung kembali dengan pihak lawan yang juga menang."
"Meski nanti di akhir tinggal satu orang, maka orang itu yang harus mengatasi lawannya, berapapun sisa lawannya, tapi tetap bertarung nya satu satu tidak ada keroyokan."
"Bagaimana?."
Kini juri tersebut terlihat mengundi nama nama peserta itu.
"Ying Jiao melawan Ming Tse hutian."
"Ying Sen Pii melawan Ming He Yun."
"Ying yin melawan Ming qin chen."
"Ying Yufei melawan Kembar satu."
"Yuang Fengying melawan Kembar dua."
Juri pertandingan membacakan hasil undian, wajah Ming Yuansa terlihat berbinar binar, dari semua partai pertarungan dia yakin generasi muda keluarga Ming akan memenangkannya.
"Yang pertama silahkan naik ke arena Ying Jiao melawan Ming Tse hutian..!," teriak Juri pertandingan.
Weeng - -
Dua bayangan berkelebat naik ke arena panggung.
Seperti panggung panggung yang lain, tempat itu juga di pasang struktur segel formasi pengaturan dan begitu dua petarung sudah siap di dalam arena maka struktur segel formasi yang menjaga tempat tersebut langsung di aktifkan.
__ADS_1
Dua anak yang hampir sebaya itu sudah saling berhadapan, umur keduanya kini berada di usia 19 tahun, hanya Ying Jiao lebih tua beberapa bulan. Namun kultivasi Ming Tse hutian lebih tinggi satu level.
Jika Ying Jiao berada di ranah Awal Tinggi 1, Ming Tse hutian berada di ranah Awal Tinggi 2.
"Ayo kita mulai," Ming Tse hutian berkata sambil mulai menggerakkan tangannya.
Dari gerakan tersebut hawa panas langsung tercipta, nampak nya dia pemilik unsur elemen api, dan kini Ming Tse hutian sudah menekan lawan dengan Aura Kekuatan yang di pancarkan nya.
Begitu Aura Kekuatan yang berhawa panas itu menyebar alam seperti bergolak, kekuatan Awal Tinggi 2 memang menakutkan, bahkan ledakan kekuatan tersebut membuat udara seperti gemeritik terbakar.
Ying Jiao langsung menggetarkan dua tangan nya, gerakan tersebut menandakan jika dia sudah mengaktifkan unsur elemen Air yang menjadi warisan keluarga besarnya.
Aura Kekuatan berhawa dingin langsung menyebar menghantam membentuk domain tersendiri, sedikit demi sedikit mulai mengikis domain ciptaan lawan.
Untuk sesaat kedua pemuda tersebut beradu tenaga melalui serangan domain yang mereka ciptakan.
"Gelombang Api Menyapu ..!," Ming Tse hutian melambaikan tangan nya, segumpal api ciptaan langsung menerjang ke arah Ying Jiao.
Anak muda dari keluarga Ying tersebut langsung memutar tangannya, membentuk sebuah perisai dari unsur elemen air.
DAAR.. CEESS...
Gelombang Api tersebut menghantam perisai air dan langsung menghilang tertelan perisai tersebut, namun perisai itu juga menghilang terbakar panasnya hantaman itu.
Meski keduanya beda satu level tingkatan kultivasi, hingga saat ini mereka masih terlihat berimbang.
Kali ini Ying Jiao meloncat maju menyerang, gerakannya sangat lincah seperti aliran air menerjang lawan nya.
"Pedang air..!." Sebuah gambaran pedang muncul dari balik badan Ying Jiao, melesat menerjang seiring lambaian tangan pemuda tersebut.
Pedang air itu terus menerjang ke arah Ming Tse hutian, namun pemuda itu langsung menyilangkan tangan nya dan sebuah gambaran perisai api yang memadat membentengi dirinya.
BLAAAR...!
Serangan itu bertubrukan, menimbulkan ledakan yang mendorong keduanya mundur beberapa langkah.
"Kedua anak tersebut masih berimbang, tinggal siapa yang bisa bertahan lebih lama pasti akan menang."
"Ya, aku pikir juga begitu, keduanya hanya memerlukan daya tahan siapa yang kuat, pasti akan memenangkan pertarungan ini."
Kedua pemuda itu masih terus saling serang dan saling tangkis, hingga beberapa dupa pembakaran masih juga belum ada yang terlihat akan kalah.
___________
Jangan lupa dukungannya...
__ADS_1