Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
148. Menyingkir kan lawan


__ADS_3

Setelah pria berbaju hijau membakar tenaga inti sejatinya kekuatan nya kini melonjak sangat hebat.


Serangan Yuang Fengying dan gempuran Sabit Dewa mampu di tepisnya dengan sangat mudah.


BAANG... BAANG...


Serangan Yuang Fengying dan gempuran Sabit Dewa kini musnah, lawan terlalu kuat meredam serangan tersebut.


Yuang Fengying sedikit kecewa, serangan nya di mentahkan begitu saja, namun remaja itu kini makin bersemangat untuk bertarung, "Ha..ha..ha.., berapa lama kau akan berada dalam keadaan ini." Yuang Fengying mencibir lawannya tersebut.


Pria berbaju hijau menyeringai, saat ini Yuang Fengying hanya seperti sampah di hadapan nya.


Dengan kekuatan yang meluap luap di tubuh nya, dia akan mampu menghabisi lawan nya secepat kilat.


"Cukup untuk mencincang mu menjadi serpihan daging giling..!." balas pria berbaju hijau dengan tatapan mengerikan.


"Jangan omong kosong..!." Yuang Fengying kini mulai meningkat kan kekuatan nya, semua bilik unsur elemen di ruang jiwa nya sudah berpendar, menandakan semua unsur elemen sudah aktif dan siap untuk di gunakan.


Meremehkan lawan akan sangat berbahaya, apalagi jika lawan sudah terbakar tenaga inti Sejati nya, kekuatan nya sungguh mengerikan.


"Amukan Badai Pisau Angin ..!." Pria berbaju hijau mulai memutar dan mengayun ayunkan pedang angin nya.


Dari gerakan tersebut tercipta pisau pisau dari angin yang sangat banyak, pisau pisau itu bergerak dan berputar di udara, membentuk gerakan ikan teri yang berputar dalam kelompok nya.


"Serang...!." pria itu mengayunkan pedang anginnya ke arah Yuang Fengying, serentak pisau pisau angin yang di ciptakan nya melesat dan menerjang Yuang Fengying dengan sangat ganas.


Semua orang yang ada di sekitar tempat itu menoleh ke arah pertarungan Yuang Fengying dan pria berbaju hijau.


Kekuatan yang di munculkan dalam pertarungan keduanya cukup menarik orang orang untuk melihatnya.


"Sungguh celaka..!, Yuang Fengying pasti akan binasa.." Senior yang sempat di bela Yuang Fengying kini terpaku di tempat nya, menatap serangan pria berbaju hijau kepada Yuang Fengying, sungguh sangat mengerikan.


"Menebas Angin Menghadang Badai - Benteng Logam-Tanah..!." dengan esensi pertahanan jurus Menebas Angin Menghadang Badai, Yuang Fengying menggabungkan seni beladiri itu dengan dua unsur logam dan tanah.


Krataaaak...


Benteng dari unsur elemen logam dan tanah tercipta di hadapan Yuang Fengying, menghadang ratusan pisau pisau yang melesat ke arahnya.


Taang... teeng.... DAARR...


Sesaat gempuran itu menerjang benteng pertahanan Yuang Fengying, namun tak ada satu Pisau pun yang lolos melewati pertahanan tersebut.

__ADS_1


Pria berbaju hijau makin mengumpat dan menyumpah serapahi Yuang Fengying atas kegagalan serangan nya, saat ini masih tersisa beberapa saat hingga kekuatan pembakaran Inti tenaga sejati usai masa aktif nya.


"Celaka..!." pria berbaju hijau itu mulai menyadari 'kekuatan' nya sudah hampir usai, saat ini wajah nya sudah memucat.


Niat bertarungnya sudah mulai menghilang, dan kini niat meloloskan dirinya lah yang lebih terlihat.


"He..he... tak ada lagi jalan keluar untuk mu..!." Yuang Fengying juga menyadari itu dan tertawa sinis, menatap lawan yang terlihat gelisah mencari celah untuk meloloskan diri.


Siuuu....


Pria berbaju hijau menjadi seberkas sinar saat melesat meloloskan dirinya.


Bergerak sangat cepat meninggalkan lokasi tersebut.


Yuang Fengying tak membiarkan itu terjadi, sambil menyusul mengejar remaja itu melempar kan Sabit Dewa nya dan tepat menebus punggung pria tersebut dengan mudah.


Craaass...


Saat ini kekuatan pria itu sudah menurun, kekuatan nya hanya di fokuskan untuk melarikan diri, tak ada lagi kekuatan yang melapisi raganya, sehingga tubuh nya mudah di tembus oleh Sabit Dewa.


"Aarggh..!." pria berbaju hijau itu menjerit kesakitan, tak menyangka lawan akan tetap mengejar dan menyerangnya, biasa nya seseorang akan melepas lawan yang sudah melarikan diri dan kabur.


"Tak semudah itu kau kabur, nyawamu sudah di tangan ku.." Yuang Fengying terlihat sadis bagai dewa pencabut nyawa, saat melempar sabit dewa dan mengoyak organ dalam pria tersebut hingga hancur lebur.


Yuang Fengying sudah kembali pada kelompok nya, membantu menghadapi para penyerang yang lain.


**


Di sisi lain Kelabang Pemangsa masih menyerang tetua Luang Yiang dengan sengit.


Kekuatan logam yang bercampur unsur api membuat serangan tersebut sangat kuat.


Tetua Luang Yiang juga sudah mengaktifkan unsur elemen api yang di olah nya, membuat area pertarungan dua orang tersebut sangat lah panas.


"Tujuh Ayunan Kematian..!." Kelabang pemangsa mengayunkan lengannya, gambaran pedang raksasa dari unsur logam di atas tubuhnya berderak dan menebas Luang Yiang dengan cepat.


Pedang logam raksasa itu membelah angin, suaranya mendesing dan sangat menakutkan.


Luang Yiang menghantamkan pukulannya, gelombang api tebal dan memadat berusaha untuk menahan serangan lawan.


BAAAM...

__ADS_1


Dua serangan itu berbenturan, kekuatan yang menakutkan itu meledak dan menyebar hingga beberapa ratus meter, membawa hawa panas yang membakar sekitarnya.


Dari benturan itu tetua Luang Yiang sedikit terdorong kebelakang, menandakan kekuatan nya sedikit di bawah Kelabang Pemangsa.


Kedua orang tersebut terlihat fokus pada pertarungan nya, tanpa melihat kearah pertarungan yang lain.


"Kau cukup hebat, bisa menahan serangan ku selama ini." Kelabang Pemangsa sedikit memuji lawannya.


"Namun saat ini, semua harus berakhir," Kelabang Pemangsa menyeringai dan berkata dengan pelan, menarik nafasnya lalu merentangkan kedua tangannya, saat itu juga asap gelap mulai tercipta dan menyebar, melingkupi tubuh pria tersebut.


Makin lama asap makin menebal membentuk penampakan seekor binatang kelabang hitam besar yang terlihat menggeliat di sekeliling Pria tersebut.


"Garis darah keturunan - Kelabang Besi Mata Api..!."


Nampak nya pria tersebut sudah memanggil darah keturunan nya, mengaktifkan kekuatan dari warisan keturunan yang mengalir dalam darahnya.


Seekor Kelabang raksasa yang kian nyata itu kini terlihat menatap Luang Yiang dengan sorot mata mengerikan, tak butuh waktu lama binatang itu langsung melesat dengan menyemburkan api dari mulut nya.


Woong..


Api yang bercampur jarum logam menerjang ke arah Luang Yiang, membuat pria itu tercekat sejenak.


Alarm bahaya langsung bergetar di jiwa Luang Yiang, serangan lawannya sungguh mengerikan dan sangat berbahaya.


Kekuatan api dengan ratusan jarum logam yang di semburkan kekuatan leluhur lawannya terlalu menakutkan.


Luang Yiang mengeluarkan tombak api dari ruang penyimpanan nya, senjata andalan berunsur api itu sudah di putar nya, membentuk perisai dari api yang berkobar kobar.


Api yang kuat makin memadat membentuk sebuah benteng di depan Luang Yiang.


BAAM... BAAM...


Perisai ciptaan nya bergetar hebat, kekuatan lawan tetap lebih unggul darinya.


Kraakk...


Perisai api itu mulai retak di beberapa bagian karena serangan lawanya.


Luang Yiang sudah memucat wajahnya, "Habislah aku."


________

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya


__ADS_2