
"Tuduhan Penggelapan Lahan. Dunia bisnis memang kejam, ya. Padahal jelas tertulis kapan lahan itu di beli. 'Perusahaan NathaLey Diduga Terlibat Kasus Pemakaian Ilegal Bangunan di Kota L.' "
Jonathan memperhatikan tingkah bocah yang dihadapannya dengan seksama. Raka membaca 'lagi' lembaran yang telah di bacanya sebelum kedatangan asisten itu. Sesekali ia mengangguk pelan lalu berdecak kesal sambil terus membacanya.
"Ini baru tuduhan, atau ada info baru?" Tanyanya. Jonathan tidak langsung menjawab. Dengan ragu, ia memberikan setumpuk kertas yang ia bawa.
Raka menerimanya kemudian mulai membacanya.
"Blue Skies menyatakan bahwa Perusahaan NathaLey membangun fasilitas umum diatas lahan milik Blue Skies tanpa adanya surat izin."
"Perusahaan NathaLey menggusur sebuah ruko usang dan membangun toko emasnya tanpa ada izin dari pihak berwenang."
"Blue Skies menuntut biaya kerugian dari Perusahaan Nathaley atas kericuhan yang di buatnya pada bulan Maret."
"Wah! Haha! Buruk sekali. Tapi, apakah ada bukti dari semua tindakan ilegal ini? Kok saya merasa ada yang aneh ya??" Raka membacanya sambil geleng-geleng. Ia terlihat santai.
Jonathan melihat sosok tuannya dari bocah itu. Ia sangat berharap, Raka berbeda dari cucu-cucu yang lainnya.
"Ya ampun. Tuan Nathanael. Anda Kasihan sekali. Bahkan saat sudah tiada pun masih banyak yang belum puas menjatuhkan anda." Gumam Raka. Tapi, gumaman itu bisa Jonathan dengar.
Matanya terbelalak, mulutnya terbuka sedikit dan seketika badannya kaku. Ia benar-benar tidak percaya dengan perkataan bocah itu. "Dia tau Tuan Nathanael?" Batinnya.
"Ah! Lupakan. Sekarang fokus pada kasusnya. Jonathan, kau punya informasi tentang Blue Skies itu tidak?" Tanya Raka langsung. Jonathan mengangguk pelan lalu meletakkan beberapa lembar kertas yang berisikan informasi penting.
"Felipe Gordon. Ooh dia pendirinya. Bekerjasama dengan Perusahaan NathaLey sejak tahun 1974 bulan Januari tanggal 15 tepat di hari ulang tahunnya. Hmm Bidang Properti...... Tidak ada masalah ya. Selanjutnya.....
Tahun 1980 Investor asal Inggris, dari Perusahaan WonderHome memberikan bantuan dana kepada Blue Skies kemudian mereka menjalin kerjasama dalam pembangunan sebuah apartemen.
Tahun 1984 Perusahaan NathaLey dan Blue Skies membeli lahan dengan luas 3000 meter persegi untuk membangun sebuah apartment yang dekat dengan bandara pada Bulan Oktober tanggal 6..... Nah ini dia!
Felipe Gordon memutuskan kerjasamanya dengan Perusahaan NathaLey secara sepihak, saat pembangunan masih berlangsung. Seminggu kemudian, ia membuat surat pernyataan bahwa Perusahaan NathaLey telah membangun fasilitas umum secara ilegal di lahannya."
"Hah! Kesal sekali. Bisa di bayangkan betapa lelahnya kakek. Ah iya! Kakek punya anak, kan? Mana anak-anaknya?! Kenapa tidak membantu bapaknya?!" Tanya Raka blak-blakan.
Jonathan tersenyum sambil menahan tawanya. "Ada, tuan muda. Anak pertamanya Tuan George, Axello yang mengelola Perusahaan NathaLey. Tuan George hanya sesekali membantu. Beliau mengelola Perusahaannya sendiri F&G Group. Perusahaan bidang textile dan kuliner."
"Anaknya kakek ada berapa ya?"
"Ada 3."
"Kalau begitu, yang kedua dan ketiga mana?"
Raka benar-benar penasaran dengan kehidupan kakeknya. Ia memang tidak pernah bertanya tentang hal itu padanya karena, menurutnya ia tidak perlu tau. Selama ini, ia sibuk dengan masakan dan tumpukan buku-bukunya..
__ADS_1
"Maaf, tuan muda. Saya tidak tau.". Raka merasa kesal karena tidak mendapat jawabannya.
"Maafkan saya. Terpaksa harus berbohong. Nanti hidup saya terancam." Batinnya.
"Menurutmu, Tuan Axello itu orang yang seperti apa?"
Jonathan diam, berpikir sebentar. Seakan ragu untuk menjawab.
"Beliau adalah pemimpin yang bertanggung jawab, sangat tegas dan perfeksionis. Tapi, kalau dengan keluarganya, beliau adalah sosok yang hangat dan penyayang. Hanya itu yang saya tau."
"Jangan menganggapku sama seperti anak kecil lainnya. Aku ada maksud lain, makanya bertanya pada mu." Ujarnya kesal. .
Jonatan hanya mengangguk pelan. Ia sebenarnya sudah banyak tau mengenai bocah di hadapannya, tapi ia tetap harus hati-hati agar tidak ada kesalahan pahaman.
"Kasus-kasus itu sudah selesai atau belum? Aku belum membacanya semua."
"Sudah, tuan muda. Tenang saja ya. Perusahaan NathaLey selalu sigap jika ada masalah." Jawabnya sopan.
Raka hanya manggut-manggut sambil bersandar di sofa empuk itu.
"Aku curiga dengan WonderHome. Jangan-jangan, dia melakukan penyuapan dan penyebab retaknya kerjasama antara 2 perusahaan itu. Nah! Mengenai Investor dari Inggris. Jadi awalnya, Perusahaan NathaLey tidak tau kalau ada investor itu?"
"Iya, tuan muda. Tiba-tiba saja ada yang melapor kepada Tuan Axello bahwa ada yang investasi untuk pembangunan apartemen tersebut. Padahal... Perusahaan NathaLey sudah mengeluarkan lebih banyak biaya untuk pembangunan tersebut daripada Blue Skies."
"Kenapa bisa kekurangan? Atau mungkin, ada yang memakai uang tersebut di luar kepentingan proyek?"
"Baiklah... Aku mengerti. Jadi, sekarang F&G Group dan Perusahaan NathaLey tidak dalam masalah? Investor asing itu sudah di selesaikan? Lalu, nasib apartemen tersebut bagaimana?" Tanya Raka mencecar.
Jonathan hanya tersenyum dengan rentetan pertanyaan yang di lontarkan. Tidak kesal, Ia malah senang mendengarnya.
"Perusahaan sedang baik-baik saja. Masalah kecil pasti ada tapi, langsung di atasi. NathaLey juga sudah lama memutus kerjasama dengan orang-orang yang tidak penting itu. Untuk investor asal Inggris itu, masih di dalam penyelidikan." Jawabnya panjang lebar.
"Investor abal-abal." Gumamnya tapi, Jonathan bisa mendengarnya dan hanya tersenyum.
"Tak di sangka, Blue Skies bertindak gegabah dalam mengambil keputusan. Sepertinya, WonderHome ini perusahaan baru hhhmm...... Oh! Kalau menurutku, WonderHome perusahaan baru yang sengaja didirikan untuk menghancurkan NathaLey.
Karena tidak ingin mudah diketahui jejaknya,, ia sengaja mendirikan perusahaan baru untuk menjalankan misinya. Mendirikan perusahaan baru, lalu mengutus satu orang untuk pura-pura menjadi investor dari perusahaan itu.
Tujuannya adalah memutuskan kerjasama Blue Skies dengan NathaLey secara sepihak. Dan dengan liciknya mengatakan bahwa NathaLey membangun diatas lahan miliknya.
Owner perusahaan WonderHome pasti memiliki perusahaan lain di bidang yang berbeda. Ya! Karena ada dendam pada Owner NathaLey, makanya dia membuat DRAMA ini untuk menjatuhkan perusahaan NathaLey. Bagaimana menurutmu? Jonathan."
Jonathan tertawa sejenak kemudian tepuk tangan. Ia benar-benar tidak pernah menyangka akan bertemu dengan bocah yang jenius ini.
__ADS_1
"Saya tak bisa berkata-kata lagi. Anda memang spesial. Hahahaha!"
"Kalau begitu, mulai pekan besok. Kau yang mengurus F&G Group." Ucap seseorang yang tiba-tiba berdiri di belakang Raka.
"Astaga! Kakek! Jangan mengagetkan ku." Protesnya.
"Hahahaha! Tak ku sangka. Akhirnya kau keluarkan semua isi otakmu. Nicholas, kau dengar semuanya kan?"
Nicholas yang masih berdiri di ambang pintu dengan ekspresi terkejutnya hanya mengangguk. Tak di sangka tuan mudanya memiliki kecerdasan yang berbeda dari anak kecil pada umumnya. Tak hanya itu, Raphael juga ada di situ.
Senyumannya tidak pudar dari tadi sejak ia masuk ke ruangan itu. "Aku yakin. Suatu saat, kamu akan memimpin sebuah perusahaan dengan baik."
Raka melihat ekspresi orang-orang yang ada di ruangan itu dengan canggung. Ia hanya tersenyum tipis.
"Aku tidak sepintar itu. Banyak hal yang juga belum ku mengerti. Aku bisa mengatakannya karena membaca buku setiap hari. Itu saja."
"Baiklah, Besok kau ikut Jonathan ke perusahaan dan --"
"Tunggu! Aku masih ingin bersantai dan bersenang-senang!." Bocah itu tidak sadar. Ia sedang di jebak oleh kakeknya.
"Baiklah, terserah kau. Sebelum umur 20, kau harus sudah bisa mengelola perusahaan ku." Ucap George Santai. Raka hanya menggeleng sambil menutup telinganya.
"Beri aku waktu untuk bersenang-senang. Raphael, ayo cepat keluar dari sini. Aku lapar. Kita ke kebun." Raka berlari keluar sambil menarik lengannya. Nicholas, pelayan pribadinya memperhatikan tingkah tuannya dan tersenyum lega.
"Aku bersyukur. Tuan muda sudah menjadi lebih baik dan menemukan impiannya. Semoga anda bisa menemukan kebahagiaan lainnya disini. " Ucap Nicholas dalam hati.
"Ooh begitu ya. Baguslah. Terus pantau dia. Sekarang, aku bisa lega mendengarnya hidup bahagia di tangan orang yang tepat. Untuk kedepannya, hati-hatilah. Jaga dia baik-baik. Ayahnya selalu menantikan kehadirannya."
"Pria itu masih koma, tuan muda."
"Ya, aku tau. Pantau kondisinya dan ingat! Jangan Sampai Diketahui B\*JNG\*N itu. Sembunyikan di tempat yang sangat aman. Rubah identitasnya!"
"Sudah dilaksanakan, tuan muda."
__ADS_1
"HM! Suatu hari nanti, semua fakta akan terkuak. Dan 'dia' lah yang akan membongkarnya."