When Celebrity Meet CEO

When Celebrity Meet CEO
Kesal


__ADS_3

Perlahan William terbangun dari tidurnya. Tubuhnya benar-benar terasa lengket, matanya menelisik. Ini adalah kamar yang disediakan tim rumah produksi.


Entah berapa kilometer yang dilaluinya tadi malam. Rasa syukur ada dalam dirinya, adegan berikutnya, dirinya harus berenang di bibir pantai, menyelamatkan seorang anak yang merupakan pemeran utama yang hampir tenggelam. Adegan ditunda akibat cuaca buruk. Itu sudah pasti mengingat hujan deras disertai angin kencang.


Wajahnya tersenyum-senyum sendiri, mengingat kejadian semalam. Kala dirinya merasa takut kehilangan Giovani. Dengan langkah cepat William segera membersihkan dirinya, segera setelahnya hanya mengenakan celana panjang dan kaos putih polos dirinya meraih gitar akustik, pensil dan kertas.


Jemari tangannya bergerak cepat menulis kunci dan lirik. Sesekali mencocokan nada menggunakan gitar akustiknya.


Derai hujan yang turun membasahi jendela berembun. Setelah tiga jam, lagu yang baru diciptakan dimainkan olehnya. Penuh penghayatan, karena ini murni dari dalam hatinya. Bagaikan keaslian susu UHT dari peternakan di Australia, mengalami proses pemurnian dan pengemasan khusus, menghasilkan produk susu berkwalitas tinggi.


"Aaagghhh!" teriaknya bahagia, jangan katakan 3 bulan. Belum satu bulan saja Giovani sudah membuatnya seperti ini.


Menghela napas kasar, berguling-guling sendiri sambil memeluk bantal. Mungkin dalam bayangannya itu adalah Giovani.


Kriak!


Suara garing kripik singkong terdengar. Cemilan yang paling sering dimakan rakyat biasa. Dari baunya ini rasa original yang unik.


Kriak!


Suara kunyahan kembali terdengar, mata William sedikit melirik melihat ke arah Corrie yang membaca lagu yang baru ditulisnya.


"Baru satu hari jatuh cinta sudah menciptakan lagu. 10 tahun melakukannya dengan Giovani setiap malam, kamu mungkin akan bersedia membuatkan 1000 candi untuknya." Kalimat tajam dari mulut Corrie.


Membuat William berusaha, menormalkan ekspresinya."Aku jatuh cinta pada istriku, apa masalahmu!?"


"Kamu pernah mengatakannya? Begini, menurut pengalamanku yang seorang pakar cinta, sesuatu yang lebih diperlukan seorang wanita selain uang adalah pengakuan dan waktu." Tegas sang mantan playboy. Seorang pria yang berkelana telah mengenal berbagai cinta. Dimulai ketika ditolak teman sekelasnya saat TK, tidak menyerah juga kembali ditolak wanita yang sama saat SD, mungkin semangat patriotisme yang mempengaruhinya hingga menyatakan cinta lagi pada wanita yang sama saat SMP. Sama-sama berakhir dengan penolakan.

__ADS_1


Lalu ketika SMU, pada akhirnya cintanya diterima. Namun, wanita yang paling populer itu, wanita yang telah dikejarnya semenjak TK, merahasiakan hubungan mereka. Ada kalanya dirinya menyerah saat mengetahui wanita itu dengan bangganya mengumumkan di depan semua orang telah berpacaran dengan pria yang paling populer di sekolah mereka.


Saat itulah dirinya lelah, hanya menjadi badut yang terus peduli dengan wanita yang dicintainya. Pindah sekolah keesokannya tanpa mengatakan apapun dengan membawa luka. Perhatian yang diberikannya selama 13 tahun sia-sia, karena cinta adalah penderitaan makanya dirinya harus menghindari cinta. Dimana wanita itu saat ini? Entahlah dirinya ingin melupakan rasa sakitnya.


Dirinya yang membenci Yesy dari pertama kali diperkenalkan Willam, berencana menghadirkan cinta baru untuk William. Berjanji pada diri sendiri akan membuat Yesy menyesal telah meninggalkan William sekaligus menyadarkan William tentang perasaannya pada Yesy. Tidak ingin Willam menjadi budak seorang Yesy, mengingat pengalaman cinta butanya pada mantannya yang masih dirindukannya kini.


Mengenai informasi tentang Dominic? William pernah memintanya untuk menyelidiki. Pria yang katanya memiliki usaha di bidang batubara itu sejatinya hanya pemilik sebuah warung kecil.


Corrie hanya mengangguk saat William dulu menanyakan apa benar Dominic seorang pengusaha. Sejatinya Corrie tidak berbohong, Dominic memang pengusaha, tepatnya pemilik warung kecil yang menjual jajanan serba 500, 1000, dan 2000. Usaha kecil yang sekarang di kelola oleh istrinya. Benar, Dominic sudah memiliki istri, rahasia besar yang disimpan rapat-rapat oleh Corrie.


Tidak ingin William lebay lagi. Dapat dibayangkan olehnya jika sahabatnya ini tahu. Mungkin saja akan bersimpati pada Yesy, membalas dendam pada Dominic, sedangkan Yesy yang sudah pernah ditiduri Dominic akan meminta belas kasih William untuk menikahinya dengan dasar hutang budi.


Saat itulah, Giovani akan mengalah, Yesy dan William menikah. Sedangkan Corrie kembali menjalani hidup menyusahkan, dengan lintah kurus kering (Yesy) sebagai nyonya.


Tidak! Itu tidak akan dibiarkannya! William terlalu baik seperti malaikat. Dirinya akan melindungi uang yang diberikan Giovani. Salah, maksudnya dirinya akan melindungi sahabatnya bagaimana pun caranya. Karena jika rekening tabungan sahabatnya aman, rekening tabungannya juga akan aman. Syukur-syukur Giovani memberikan tugas dan uang tambahan untuknya.


"Pengakuan, kamu tidak pernah menyatakan cinta padanya. Bahkan terkesan menolaknya. Waktu, dalam hal ini kamu juga gagal. Kalian tidak bertemu selama sebulan, bagaimana jika ada petani lain yang membajak sawahmu!?" Tegas Corrie dengan mulut dipenuhi keripik singkong. Benar-benar jorok, kala sedikit keripik itu keluar.


"Sawah? Memang aku punya aset si pedesaan?" tanya William tidak ingat, membuat Corrie menepuk dahinya sendiri.


"Sawah, istilah lainnya begini. Suatu hari ada seorang pria membawa jagung, kemudian sang wanita yang mencintainya membawanya ke kamar. Membuat jagung itu berlumuran saus mayones. Saat itulah saus mayones akan mengairi sawah sang wanita yang dibajak berkali-kali." Jelas Corrie panjang lebar.


"Lalu apa hubungannya dengan aku dan Giovani?" tanya William dengan otak yang hanya ada separuh di sini. Separuhnya lagi ada pada Giovani, membayangkan hal yang terjadi semalam.


"Kata lainnya berkembang biak! Memperbanyak populasi manusia!" Tegas Corrie malas menjelaskannya lagi.


"Giovani mencintaiku. Hanya sebulan hatinya tidak akan berbuah." William kemudian merogoh lacinya mulai memakai masker berbentuk tissue.

__ADS_1


"Lalu kamu sendiri tidak rindu?" tanya Corrie mengenyitkan keningnya.


William mengangguk dengan cepat. pertanda dirinya tidak akan cemburu atau rindu.


*


Beberapa minggu berlalu. Setelah acara selesai pemuda itu segera memasuki mobil. Tidak sabar rasanya melihat wajah Giovani nantinya.


Kepulangan Giovani yang benar-benar mendadak, membuangnya kebingungan. Hingga pada akhirnya mobil milik William memasuki gerbang.


William yang berjalan cepat diikuti Corrie membawa buket mawar yang benar-benar indah serta sekotak coklat yang harganya sudah pasti mahal.


Pakaian William saat ini? Tentu saja masih pakaian panggung ala vampire, dengan sarung tangan di salah satu tangannya. Makeup yang memberikan kesan dingin namun modern.


Tapi sialnya langkahnya terhenti menatap seorang wanita yang telah tidak dilihatnya lumayan lama. Wanita yang telah memiliki sertifikat hatinya, kini tertawa dan tersenyum pada pria lain.


Pria yang gagah memakai seragam tentara angkatan udara, wajahnya terlihat tidak seperti pria yang lemah. Namun, William menghela napas kasar dengan cepat melangkah menatap tajam padanya."Giovani dia siapa?" tanya William, pada pria tegap bagaikan Rambo. Rambo yang keren membawa senjata, bukan ayam tok dalang yang mencuri sandal author kemarin.


"Kamu sudah pulang? Namanya Sakha, dia anak angkat di keluargaku. Bisa dibilang kakak adik tidak sedarah. Hebat kan? Dia menjadi tentara angkatan udara..." Ucap Giovani memegang tangan Sakha membuat William membulatkan matanya.


"Kak Sakha, perkenalkan dia Will---" Kalimat Giovani yang terpotong. William menarik wanita itu ke dalam pelukannya.


"Aku William suaminya..." Ucap William penuh penekanan.


"Jadi ini orang-orangan sawah yang disukai Giovani? Kalau begitu aku akan berubah penampilan sepertinya!" batin Sakha, yang memang merupakan anak adopsi pecinta sang anak kandung.


"ingin merebut milik seorang Willam? Tidak akan bisa, aku akan berganti penampilan sepertimu!" geram Willam, benar-benar kesal rasanya. Kala Giovani dengan bangganya memperkenalkan sang kakak yang menjadi tentara angkatan udara.

__ADS_1


__ADS_2