
Mencari di internet rekaman panggung tempat William mengisi acara kemarin. Seluruh style ditirunya, bahkan softlens merah yang dipakai William. Berjalan penuh percaya diri, menyakini hal yang dulu tidak akan terjadi lagi, hal yang membuatnya memasuki sekolah militer. Tentu saja tunangan Giovani, yang membuat hatinya patah.
Dirinya tidak memiliki hak untuk melarang dan mencegah perjodohan Giovani, mengingat statusnya hanya sebagai anak adopsi. Dan sialnya lagi, tunangan adiknya itu terlalu sempurna, memiliki karakter sifat yang sesuai dengan Giovani. Tampan, pintar, kaya, dan memiliki tatapan yang dapat menaklukkan hati wanita manapun.
Tempat Giovani dan tunangannya saling mengenal adalah kompetisi piano. Dilanjutkan dengan kompetensi lainnya. Saling berkompetisi menjadi yang terbaik, bagaikan dunia milik berdua. Saat itu dirinya hanya terdiam di pojok ruangan sebagai anak angkat.
Tapi kini tidak, entah apa yang terjadi hubungan pria super sempurna itu dengan Giovani, kandas. Bahkan saat berusia 18 tahun, adiknya sempat memotong pendek rambutnya. Menentang perintah orang tuanya dan tinggal di luar negeri.
Almarhum ayah dan ibu mereka juga tidak tau alasan mengapa Giovani meninggalkan tunangannya. Pria yang selama 10 tahun masih berusaha memperbaiki hubungannya dengan Giovani, disela kesibukannya.
Dimana sejatinya tunangan Giovani saat ini? Apa dia tidak mengetahui Giovani memaksa pria lain untuk menikah dengannya? Pemuda itu saat ini masih ada di luar negeri. Mengurus proyek yang akan segera rampung.
Apa sudah tahu? Mungkin belum, karena jika sampai tahu, pria itu akan datang menendang William berkali-kali. Seraya mengacungkan senjatanya, mengatakan, kalau kamu mati Giovani akan kembali padaku. Jadi ceraikan atau mati.
Itu sudah pasti, sudah pasti. Artis yang bagaikan anak kecil itu akan mundur ketakutan. Mungkin akan berharap dapat bersembunyi kembali di kandungan ibunya.
Sakha menghela napas kasar, entah kenapa dirinya ingin memiliki Giovani. Batu giok yang begitu bersinar, membuat berlian di sekitarnya terlihat tidak berharga.
*
Sedangkan di ruang tamu, Corrie tengah berkirim pesan dengan orang suruhannya. Tidak banyak, namun beberapa properti yang diwariskan ayah William ada dalam pengelolaannya, masih berperan sebagai manager tidak becus, tapi sejatinya berotak tajam. Sementara Aksa mengelola properti bernilai tinggi.
Tugas Corrie hanya terkadang memeriksa pembekuan dan merekapnya saja menjadi keterangan yang lebih dimengerti. Kemudian bos (William) membaca hasilnya sambil gym atau menggunakan produk perawatan wajah.
Sejatinya seberapa kaya William? Entahlah, yang jelas kekayaan yang tidak bertambah signifikan. Hanya berkembang perlahan, tapi tidak memiliki resiko merugi, investasi aman di beberapa perusahaan besar. Seperti yang dikatakan sang ayah, perusahaannya dijual, semuanya digunakan untuk investasi. Alasannya, putranya lebih memilih menjadi selebriti dibandingkan pemimpin perusahaan. Dengan kerja kerasnya sendiri, tidak menggunakan uang orang tua.
__ADS_1
Karena itulah, William jarang menggunakan hasil uang investasi ayahnya. Sebab penghasilannya sendiri sudah cukup. Pemuda yang tidak takut dimiskinkan hanya karena pelanggan kontrak. Lagipula dirinya kaya sejak lahir sebagai anak almarhum ayahnya.
Hidup sederhana, tidak glamor seperti artis lainnya. Bahkan tinggal di apartemen kelas menengah, membuatnya dapat mendirikan rumah mewah dan minimarket untuk Yesy. Sama sekali tidak menggunakan uang ayahnya.
Pemuda yang saat ini tengah menyeduh mie instan dalam cup, tersenyum dengan wajah lugunya. Tidak ada yang mengetahui jika membeli sebuah perusahaan kelas menengah adalah hal yang mudah untuknya. Mungkin bagaikan membeli sekarung beras.
Apa Giovani tau tentang asal-usul keluarga William? Tentu saja tidak, wanita itu masih menganggap William pemuda desa yang berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi selebriti. Penuh perjuangan dan keringat hingga sampai ke kota. Apa yang terjadi jika Giovani mengetahui dirinya selama ini salah paham? Wanita yang kagum pada sang pemuda karena tekadnya? Apa mungkin tidak akan menyukai William lagi?
William kini duduk di samping Corrie, memakai seragam tentara berwarna hijau mirip seperti seragam TNI angkatan darat. Tapi dengan model rambut yang bukan bagaikan tentara, tertutup topi. Memang cocok, sangat cocok mengingat bentuk tubuh William yang sering berolahraga di sela-sela kesibukannya.
Tapi wajahnya itu, kulit putih mulus dengan tatapan dingin mematikan. Gila! Apa ada tentara setampan itu? Masalahnya ini Negara tropis, para tentara harus melakukan pelatihan yang berat dibawah sinar matahari. Berbeda dengan tentara dari negara sub tropis dengan sedikit sinar matahari, berjuang di bawah salju, hingga kulit mereka tetap putih.
"Kamu sedang cosplay menjadi tentara?" tanya Corrie, menahan tawanya. Benar-benar ingin tertawa rasanya. Bagaikan dirinya melihat selebriti dari Asia Timur tapi menggunakan seragam tentara Indonesia.
"Apa tidak cocok?" tanya William dengan mulut yang penuh dengan mie.
"Apa aku tidak kelihatan gagah. Perkasa seperti Rambo?" tanya William memasang pose sedikit menaikkan dagunya menatap tajam.
Corrie mengenyitkan keningnya, ."Apa kamu sakit? Wajah sepertimu ingin seperti Rambo!?"
William menghela napas kasar memilih tidak menjawabnya. Bagaimana bisa pakar cinta tidak sensitif seperti ini? Dirinya sedang memperjuangkan istrinya tercinta.
Hingga pintu tiba-tiba terbuka. Corrie terdiam menjatuhkan tab-nya. Sedangkan William terbatuk-batuk akibat kaldu mie instan yang tidak sengaja masuk ke dalam sistem pernapasannya.
Kulit Sakha yang bisa tergolong bersih walaupun tidak seputih William kini pucat pasi tertutup makeup. Kostum yang sama persis dengan dipakai William kemarin saat baru datang dari mengisi acara konser.
__ADS_1
Konsep pertunjukannya adalah vampir modern. Memakai setelan serba hitam, celana jeans panjang dan kaos dengan model aneh tangan kirinya tangan panjang tapi tangan kanannya tidak berlengan. Dilengkapi dengan aksesoris sarung tangan hanya di tangan kanannya.
Semuanya di set sempurna termasuk softlens dan juga urat-urat di bawah leher diberikan riasan efek khusus. Dan kini Sakha mengenakan hal serupa dengan dirinya kemarin?
"Kalian tidak habis berhubungan kan? Kemudian baju kalian tertukar?" Tanya Corrie tidak dapat menahan tawanya lagi.
Dua orang yang saling menatap penuh kebencian. Hingga suara mobil terdengar, terlihat Giovani diikuti Shine melangkah masuk.
"Vampir! Tentara!" Shine tidak dapat menahan tawanya lagi, bahkan memegangi perutnya sendiri.
Namun berbeda dengan reaksi Giovani, wanita itu mendekat. Tiba-tiba menarik tangan William, membawanya keluar dari rumah. Tepatnya menariknya ke dalam mobil.
William menelan ludahnya, aksesoris dan pakaian ini palsu. Bahkan sengaja dibuat dengan lambang yang salah, hanya untuk properti saat syutingnya dulu. Tatanan rambut, semuanya diatur oleh stylist.
Sang pemuda melirik ke arah kaca spion bagian dalam mobil, mengamati penampilannya. Tidak sempurna memang, seperti tentara.
"Aku tampan..." batinnya narsis seperti biasanya. Matanya menelisik masih menatap Giovani yang hanya diam.
"A...aku..." ucapnya hendak bicara.
"Jangan seperti ini lagi!" kata-kata dari mulut Giovani menghentikan laju kendaraannya, menepikan mobil di jalanan sepi.
"Jangan seperti ini?" William mengenyitkan keningnya tidak mengerti.
"Jangan perlihatkan betapa menawannya dirimu pada wanita lain." Giovani tiba-tiba melepaskan savety belt-nya. Mendekatkan wajah pada William, meraba pipi sang pemuda perlahan."Karena kamu adalah milikku," bisiknya di telinga sang pemuda yang diam tertegun.
__ADS_1
Jantungnya berdegup cepat saat ini, bagaimana wanita agresif ini dapat menaklukkannya? Bagaikan tidak dapat bergerak sama sekali, napasnya perlahan tidak teratur.
"Ingin membuat anak?"