
Wanita culas, br*ngsek, benar-benar menyebalkan baginya. Menghela napas kasar, biasanya pemeran utama wanita dalam drama akan beringsut mundur kala ditakut-takuti atau diancam. Karena itu hal ini yang akan dilakukannya.
Tangannya mencengkram pipi Giovani."Aku terbiasa kasar di ranjang. Entah berapa wanita yang sudah aku tiduri. Kamu hanya akan menjadi mainan bagiku," dustanya memainkan peran bagaikan Casanova sejati. Wajahnya berubah dingin tidak memiliki ekspresi.
"Dengan begini dia akan kabur ketakutan dan langsung mengurus dokumen pembatalan pernikahan." Batinnya berjingkrak ria dalam hati.
"Kasar di ranjang? Kasar yang bagaimana? Kamu bahkan tidak pernah tidur dengan wanita kan? Satu lagi, ukuran dan bentuk milikmu hanya aku satu-satunya wanita yang tau..." ucapnya penuh senyuman. Kata-kata yang tidak dapat dibantah oleh William.
"A...aku benar-benar sudah meniduri lebih dari 50 wanita. Kamu tidak takut terkena penyakit menular!?" bentak William, sudah melepaskan cengkeramannya dari pipi Giovani.
Sedangkan Giovani mengenyitkan keningnya, menatap remeh.
"Kamu tidak tau kehidupan selebriti dengan banyak fans!? Ada banyak yang menyukai dan terobsesi padaku. Beberapa diantaranya aku jadikan mainan ranjang! Memakai berbagai gaya dan---" Kalimat Wiliam terpotong.
Tidak ada angin tidak ada hujan wanita ini mencium bibirnya. Sang pemuda membulatkan matanya, perlahan matanya terpejam. Sial! Benar-benar sial dalam situasi seperti ini tubuhnya bagaikan boneka di hadapan wanita ini. Namun ini sungguh menenangkan untuknya. Ingin melepaskan dan mendorongnya tapi tidak bisa, terlalu enggan melakukannya.
Hingga tangan Giovani merambat menyingkap sedikit piyama yang dipakainya, meraba otot perut sang celebrity.
"Hentikan..." Ucap William memegang tangan Giovani. Lebih dari ini dirinya akan semakin sulit mengendalikan tubuhnya.
"Kucing yang tidak mau disodori ikan. Dasar Casanova perjaka..." Ucap Giovani menipiskan bibir menahan tawanya.
"Aku hanya tidak ingin disentuh olehmu! Sudah berapa pria tidak berdosa yang kamu tiduri!" celoteh William bagaikan tokoh utama wanita dalam novel yang berhadapan dengan CEO pria dingin.
William merasa dirinya benar-benar bodoh. Mengapa tidak bisa menunjukkan wibawanya sebagai pria mendominasi? Malah dirinya merasa seperti wanita teraniaya yang ditakut-takuti.
"Tidak ada, saat di restauran adalah ciuman pertamaku. Kenapa kamu sudah jatuh cinta padaku? Karena aku tidak sabar rasanya mencicipi tubuhmu..." Ucap Giovani bangkit dari tempat tidur, mengedipkan sebelah matanya, berjalan keluar dari ruangan.
"Aku tidak menyukaimu br*ngsek!" bentak William melempar bantal. Namun dengan cepat Giovani melarikan diri hingga hanya mengenai pintu yang tertutup rapat.
Sang wanita yang hanya berpura-pura tegar. Memegang dadanya setelah pintu tertutup sempurna."Aku menciumnya lagi!? Aku menciumnya lagi!?" gumamnya menggigit bagian bawah bibirnya sendiri.
Wanita yang memakai mini dress hitam, berjalan sambil sesekali melompat-lompat kegirangan bagaikan anak kecil. Namun saat ada pelayan yang kebetulan berpapasan dengannya wanita itu kembali berjalan normal, menapakkan wajah dinginnya tanpa senyuman sedikitpun.
*
__ADS_1
William menghela napas kasar, merasa seperti lelaki peliharaan wanita kaya. Segera membersihkan dirinya, matanya menelisik pakaian bernilai tinggi berjejer rapi dalam sebuah ruangan khusus. Bahkan ada juga jam tangan bermerek serta dasi dengan berbagai pilihan. Beberapa pakaiannya sendiri juga ada disana, mungkin Corrie yang membawanya. Entahlah, managernya yang sudah bagaikan saudara satu rahim ternyata menjualnya.
William memilih pakaian santai, mengetahui dirinya akan dikurung selama satu minggu. Perlahan berjalan menuruni tangga, dengan celana panjang berwarna putih lengkap dengan sweater yang juga berwarna putih.
Giovani terlihat disana, sepertinya sudah bersiap untuk berangkat. Sedangkan Jimy sang adik tercinta, juga bagaikan panik memberikan bekal dan pernak-perniknya pada Shine.
Enggan rasanya untuk bertemu dengan wanita yang tengah mengenakan mini dress berwarna hitam. Namun dirinya juga harus pergi dari tempat ini.
"Apa kamu menyukai club' sandwich buatanku?" tanya wanita itu antusias.
"Wanita sepertimu bisa memasak!?" tanya William meremehkan.
"Aku kuliah di luar negeri selama lima tahun. Hidup mandiri di apartemen. Tidak mungkin aku setiap hari makan di restauran kan?" Senyuman terlihat di wajah Giovani, benar-benar terlihat manis.
Tidak! Tidak boleh, dia adalah iblis betina yang kasar dan dingin, penuh tipu daya, setidaknya itulah yang ada dalam fikiran William. Wanita yang mengacungkan senjata api saat acara pernikahan.
"Aku harus keluar! Kembali ke apartemenku! Lagipula dari awal kita tidak seharusnya menikah." Tegas William hendak beranjak pergi.
Jimmy menghela napas kasar, terlihat emosional."Pergi saja. Awalnya aku senang karena kakakku mendapatkan hal yang diinginkannya. Tapi sekarang tidak! Tunangan kakakku memang lebih baik."
"Maaf, nona tapi jika anda melakukannya. Maka tunangan anda akan segera---" Kata-kata Shine disela.
"Ini pelanggaran HAM!" teriak William.
"Selama kamu menurut, maka semuanya akan baik-baik saja. Hanya tiga bulan, kamu benar-benar tidak sabar untuk meninggalkanku." Ucap Giovani dengan tatapan berbeda. Wanita itu tersenyum namun dengan mata yang memerah, bagaikan air mata hendak menetes dari sana.
Wanita yang melangkah pergi tanpa melirik ke belakang sedikitpun.
"Wanita br*ngsek! Lepaskan aku!" teriak William. Menatap kepergian Giovani diikuti oleh Shine.
Wanita dengan mini dress berwarna hitam masuk ke dalam mobil.
*
Hari sudah beranjak siang, dirinya benar-benar diawasi oleh pelayan maupun pengawal. Bagaikan tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri.
__ADS_1
Menghibur diri, itulah yang dilakukan William. Matanya menelisik mengamati sebuah piano klasik hitam yang berada di ruang tengah.
Menghela napas kasar mulai duduk. Music dan teater bagaikan bagian dari hidupnya. Memberikan penghiburan tersendiri untuknya.
Perlahan satu persatu nada mencoba untuk dimainkannya. Matanya menelisik pada ruangan luas tempatnya berada saat ini.
Terdapat rak kaca besar dengan berbagai penghargaan disana. Dalam setiap kompetisi, selalu peringkat pertama, mungkin hanya dua atau tiga piala yang ada di peringkat ke dua.
Hingga sebuah foto ditatapnya. Dua orang anak yang saling memunggungi tersenyum. Membawa piala masing-masing. Seorang anak laki-laki yang terlihat sedikit lebih tinggi dari sang anak perempuan.
Anak laki-laki yang benar-benar rupawan. Hingga dirinya mengamati lebih dalam lagi, kala menemukan remaja dengan seragam sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Sang pemuda berpakaian SMU sedangkan sang wanita berpakaian SMP.
"Giovani?" gumamnya mengamati foto wanita itu yang terlihat tersenyum memainkan piano dengan seorang pemuda.
Ingat! Dirinya tidak cemburu sama sekali, hanya saja dadanya terasa tidak enak. Benar-benar sesak, tidak menyukai sang pemuda rupawan yang terlihat menyukai Giovani.
Sebagai pria dirinya mengetahui benar. Benar-benar tahu, tatapan mata dua orang ini saling menyukai.
"Play girl br*ngsek! Berani-beraninya berselingkuh!" kalimat tidak masuk akal darinya. Sejak kapan mereka menjalin hubungan? Apa benar-benar berselingkuh? Foto ini hanya foto masa lalu bukan?
Hingga kasak kusuk para pelayan terdengar.
"Nona mengumumkan pernikahannya di hadapan media. Membuat klarifikasi tentang foto penyuka sesama jenis yang beredar..."
"Sudah! Jangan membicarakan tentang majikan. Nanti kita dipecat,"
Kata-kata yang tidak sengaja didengar oleh William. Pemudanya yang segera berlari menuju kamarnya menyalakan televisi.
Dan benar saja, wanita tidak tahu malu itu dengan bangganya mengumumkan pernikahannya.
"Ba... bagaimana jika Yesy tau!?" gumam William menjambak rambutnya sendiri.
*
Terkadang dalam hidup terdapat kabut yang membutakan mata. Untuk menghilangkan kabut ilusi, memerlukan angin yang benar-benar kencang untuk menyingkapnya.
__ADS_1
Begitu juga saat ini, angin yang bertiup kencang akan menyadarkan seorang pria tentang ilusi perasaannya sendiri.
Wajah Yesy tersenyum, mendengar pemberitaan tentang William. Tidak ada ruginya memiliki seorang sahabat seperti William bukan? Dirinya akan dapat mengenal dan bertemu dengan Giovani.