Z World

Z World
Episode 11: Serentina Strike.


__ADS_3

Perempuan yang memakai baju penyihir itu berjalan menyusuri lorong yang sepi, wajahnya terlihat dingin dengan 2 pedang berlian yang melayang di belakang kepalanya, tongkat sihir yang terbuat dari kayu sebagai penengah antara persilangan pedang itu. Tangannya mengepal, mata merahnya semakin mengental seperti darah. Giginya mengertak, dia berjalan semakin cepat. Sesampainya di depan pintu, perlahan pintu itu membuka tanpa tersentuh. Disana terlihat seorang laki-laki bertampang iblis sedang sibuk membaca buku.


"Yggtist, Zastan sudah keterlaluan, kerajaan Gondor di utara pegunungan es diserang tanpa sebab. Cih, mereka tidak menyisakan orang hidup" menghantam meja.


"Tenanglah Sena, mereka tidak bisa menyerang kita disini. Kekuatan kita terlalu kust bagi mereka" melihat ke arah Sena dengan wajah santai.


"Suruh Minion-mu mengungsikan orang-orang yang terbilang dekat segera ke sini. Perang sudah dimulai, Zastan sudah nakal sekarang" tersenyum kejam.


"Terus, bagaimana dengan Bumi?" tanya Yggyist


"Biarkan saja, selama dia hidup bahagia di Bumi. Kubiarkan Bumi utuh" mengambil tongkat di belakang kepala dan segera pergi, sebelum pergi Sena berkata di depan pintu" Oh, satu lagi. Tugasmu hanya satu, stabilkan dimensi antara Bumi-Serentina-Zastan selagi aku berperang".


"Kau suka sekali ya, bekerja sendiri" kata Yggyist.


"Karena, aku Ibu Mana".

__ADS_1


Sena seketika berada di depan gerbang persatuan Zastan. Dengan mengacungkan tongkatnya ke atas, dia meneriakkan kesempatan hidup bagi Zastan, segera Zanis menghadap ke hadapan Sena. Seluruh orang segera bergerombol di belakang Zanis.


Sekretaris Zanis mengangkat kedua tangannya ke langit, membentuk pelindung kotak berwarna merah muda. Sekarang pembicaraan mereka tidak terbeberkan. Sena meletakkan tongkatnya di belakang kepalanya kembali.


"Zastan, berani-beraninya menyerang ya?" tersenyum, Sena melanjutkan katanya "Tidak enak berbicara sambil berdiri" menjentikkan jari.


Seketika 3 kursi sofa yang nyaman dan 1 meja bundar muncul dihadapannya. Sena segera duduk, dia berkata sesuatu dan membuat Zanis beserta sekretarisnya duduk. Wajah Zanis terlihat serius agak khawatir, nasib Zastan berada di tangannya. Sekali saja membuat kesalahan hancur sudah Zastan, karena orang yang dihadapannya bukan sembarang penyihir, dia Ibu dari Mana.


"Tuan Sena" Zanis memulai pembicaraan.


"A-A-A. Aku tidak suka pembicaraan formal, panggil saja Sena. Kau beruntung perasaanku lagi bagus" tersenyum bahagia.


"Tenang saja, aku tidak menggigit. Mau teh?" menawarkan secangkir teh. Sena melanjutkan perkataannya.


"Ambil juga gulanya" menawarkan gula.

__ADS_1


"Tidak, aku suka tanpa gula" tolak Zanis secara sopan.


"Baik kumulai pembicaraan, suruh Zastan membangun kembali kerajaan yang telah mereka rampas seperti semula, dan biarkan aku menghancurkan satu desa disini. Aku memberimu waktu selama 2 hari untuk berfikir, tapi pembangunan berlasung untuk sekarang. Kirim orang-orangmu untuk membantu dengan jaminan keamanan, makanan dan kebutuhan lain-lain. Jika tidak, bersiaplah menghadapi hal terburuk" menatap tajam mata Zanis dan seketika menghilang.


Sena tiba-tiba muncul sedang duduk di singgasananya. Dia hanya terdiam, terduduk santai sambil membaca komik. Entah sudah beberapa jam dia membaca, Sena mampu menghabiskan setumpuk buku. Seorang prajurit iblis datang membawa kabar, Sena masih membaca buku dan hanya berkata"Apa?". Iblis itu menunduk hormat sambil mengatakan informasinya.


"Tuan, kerajaan Gon..." terhenti. Sena menyentak pembicaraannya.


"Sudah berapa kali aku berkata?!! Panggil aku Putri Sena. Payah sekali sih ajaran Yggyist" membentak.


"Tu..." terhenti ketakutan.


"Hmmm, mau siksaan seperti apa?" menatap prajurit dengan wajah menyeramkan.


"Be-Begini Putri Sena, kerajaan Gondor sudah mulai dibangun. Pekerja dari dunia Zastan datang ratusan, hanya itu Putri Sena" pergi memberi hormat.

__ADS_1


Sena tersenyum cukup lama, dia berdiri kegirangan. Dia mengambil selembar kertas panjang dan mencoret satu tulisan di sana. Dia tertawa sangat keras, sampai-sampai Yggyist merinding mendengar tawa penyihirnya.


"AHAHAHAHAHAHA, sesuai rencana!!! Sesuai rencana!!! Tinggal beberapa langkah lagi untuk mendapatkanmu Yuna. Dan setelah semua kuhancurkan, hanya ada kita berdua....Hanya ada kita....berdua.....ihihihihi...Yuna" tersenyum lebar menampakkan giginya, melotot melihat selembar kertas tajam-tajam.


__ADS_2