Z World

Z World
Episode 9: Persiapan perang.


__ADS_3

"Elmina, aku ingin kau menjaga Sena. Dirinya lebih lemah daripada seekor kucing".


"Yohan, jaga baik-baik dirimu".


"Terima kasih(maaf, mungkin aku tidak akan pernah kemabali)".


Aku berdiri tepat di depan portal menuju ke menara elemen, disanalah semua bentuk elemen murni berkumpul dan menjadi satu untuk beberapa waktu, tapi dikatakan disana juga dijaga seekor naga yang begitu kuat, bisa dibilang dialah raja dari segala raja naga. Aku mulai melangkah masuk ke dalam portal, mulai kulihat cahaya yang dikeluarkan dirinya, tubuhnya melingkar di bawah tiang melayang, tidak salah lagi, naga itu. Aku melangkah tanpa ragu menghadap dirinya, saat beberapa langkah darinya, matanya terbuka menghadap diriku, pelan-pelan dia terbangun dari tidurnya, kepalanya ia tegakkan, pelan-pelan menatapku tajam.


"Apa kau? Guardian?" tanya naga itu.


"Menurutmu aku siapa? Apa artinya dirimu jika masih ragu menanganggapku Guardian. Mungkin bisa, mungkin tidak" jawabku.


"Kalau begitu, apa yang kau inginkan?" tanya naga itu melirik tiang melayang.


"Tentu saja ada, apa kau lupa kejadian yang menimpa Serentina-Zastan-Bumi-Ender? Apa kau sudah lupa siapa aku, Lilia?" kataku tersenyum.


"Ah baiklah, tapi jangan lupa kembalikan lagi bola-bola elemennya, aku tidak mau dikutuk lebih berat lagi" menyerah, mengambil ke-enam bola elemen tersebut.

__ADS_1


"Tentulah, emangnya aku teman yang apa?" menengadahkan tangan.


"Sumpah, jangan pakai bahasa sok bijak itu lagi" wajah malas, memberikan bola elemen.


"Kamu bilang kata bijak apa bisa dikatakan bijak. Aku hanya bicara seadanya" jawabku mengantongi bola elemen.


"Lebih baik kamu cepat pergi sebelum pikiranku berubah" mengerutkan wajahnya.


"Baik-baik, dan juga. Aku harap dirimu bisa menjadi siluman rubah lagi, aku suka" berusaha menggoda.


"Apa kau bercanda? Itulah yang aku damba-dambakan!! Kamu enak dapat tubuh manusia setelah reinkarnasi, lah aku. Apa? Aku ikut denganmu membunuh Yggyist keparat itu apalah. Demi tubuh cantikku" berjalan mendekati portal.


"Lihatlah semua, inilah raja dari segala raja naga, pelindung elemen murni. Bahkan diriku bukan tandingannya sama sekali, tapi karena kebaikan hatinya, mohon bantuannya semua. Aku akan menghilang setelah semua kembali seperti semula" kataku terlalu berlebihan.


"(Hei, tidak perlu menambahkan gitu juga ******, mereka sudah tahu etika naga)" kata Lilia dalam hati.


Dirinya menyemburkan api hitam ke langit, semburan yang membawa kemenangan kepada kami, naga-naga yang tadinya memberikan tundukan padanya, mengikuti pula aksinya, mereka menyemburkan api ke langit. Diriku mencoba menahan tawa dalam diriku, tiba-tiba Elmina memeluk diriku tanpa sebab. Air matanya mengalir deras, kepalanya dia usap-usapkan di dadaku.

__ADS_1


"Yohan, jangan pergi" tangis Elmina.


"Tidak apa Elmina, aku tidak akan mati kok(hehe, aduh malu jadinya dilihat raja dari segala raja naga)" mengelus kepala Elmina, memberikan senyuman mengejek ke Lilia.


"(Aduh, kupikir salah besar aku memberikan elemen ini padamu, kuambil lagi mau?)" menahan amarah.


"(Ya maaf, sengaja)Elmina, bawalah pasukan kembali ke Ender, lindungi Bumi dari segala ancaman" menatap mata Elmina.


"Tapi, Yohan.."


"Stttt, percayalah" mencium dahi Elmina penuh perasaan.


"Emm, baik"


"Hehe" melirik ke Lilia menyeringai.


"(Jika aku sudah berubah, akan ku perlihatkan seberapa menariknya siluman rubah)" berbalik badan.

__ADS_1


"Iya-iya, aku salah, jangan ngambek lah".


Masih saja bisa bercanda diriku ini di tengah-tengah tegangnya semesta. Tapi, ini hanya langkah kecil untuk menghancurkan pengasingan, 2 garis Guardian sudah berada di pihakku, dan orang pilihan Mana sudah aku selamatkan. Akhirnya sudah terlihat, bersiaplah untuk musnah kegelapan palsu.


__ADS_2