Z World

Z World
Episode 14: Demi Kalian.


__ADS_3

Pasukan akan dibagi menjadi 4 bagian, 1 bagian pembuka di darat, 1 bagian penyerang pasukan paling besar di darat maupun udara, 1 bagian paling belakang untuk para Priest, dan 1 bagian sebagai pasukan elemen. Akulah pasukan elemen, hanya aku dan Yohan, setelah pasukan Yggyist mampu dibekukan, Liliana akan langsung membawaku berperang. Jika target terlihat, aku dan Yohan melompat dari tubuh Liliana, dan saat itu tubuh Liliana dengan cepat akan menyerang Yggyist dan mengeluarkan medan perisai yang membatasi ruang di dalam dan di luar.


"Hmm, sudah terlihat. Nanti bagaimana dengan Seraphine?" tanya Yohan memandangi pion bertuliskan nama Seraphine.


"Seraphine akan membantu dari jauh, dirinya tidak mampu berpindah tempat, tapi kendali pada Blood Drive manampun, 100%" mengambil pion dari Yohan dan meletakkan di tempatnya kembali.


"Ini seperti catur saja, jika kita ingin menyerang Yiggyist, kita serang di titik buta, titik dimana sisi paling tidak berpengaruh" menggerakkan pion Yohan dan Liliana dari belakang Yggyist.


(Sisi paling tidak berpengaruh adalah sisi dimana perang paling kecil terjadi).


"Ingat Yohan, kekuatanmu adalah kegelapan Ender. Bawa elemen kegelapan ini" memberikan bola kecil yang mengeluarkan aura kegelapan.


"Baik, terima kasih"


"Dan teman-temanmu itu?" tanyaku.


"Siapa?" tanya balik Yohan.


"Para Hunter yang datang denganmu itu" kataku lebih terperinci.


"Oh, sudah aku suruh pulang. Walau agak susah menyuruh pulang pelatih Valkyrja" wajah sedikit malu.


"Tidak apa, apakah kamu mau menyatu lagi denganku setelah Yggyist mati?" tanyaku.

__ADS_1


"Entahlah, selama Seraphine sudah mati, akan kuturuti semua perkataanmu. Bawalah tubuh ini sebagai pelindungmu!!" berdiri.


Akhirnya penyusunan rencana sudah selesai, tinggal pembagian rencana, semakin dalam pasukan memahami rencana, semakin besar pula. Sore hari sudah tiba, pasukan yang mendirikan ribuan tenda mulai membakar tenda mereka masing-masing. Yohan masuk ke dalam pasukan elemen, jika kami terdesak, akan kumunculkan 5 wujud manusia elemen murni. Api membara di padang pasir maupun padang es, seluruh api menjadi pusat perhatian seluruh naga, mereka mendekati api dan menelan api secara pelan-pelan. Tiba-tiba Tetua Ender menghampiri kami yang sedang membahaskan rencana kepada seluruh pasukan.


"Ada apa Tetua Ender?" tanyaku.


"Ikuti aku Yohan!" berbalik dan mulai berjalan.


Aku dibawa ke tenda Elmina, tenda yang besar dan megah. Kubuka pintu tenda, di sana kulihat Elmina yang sedang termenung. Aku terduduk di samping Tetua Ender. Saat kami datang, Elmina terkejut dan segera menyalami Tetua Ender.


"Aku mempunyai satu permintaan untuk kalian!" seru Tetua Ender.


"Selama permintaannya bisa kulaksanakan, baiklah" tatap serius Yohan.


"Yohan, menurutmu berapa kemungkinan kamu akan tetap hidup setelah penyegelan?" tanya Tetua Ender.


"Dan masih ada yang lebih kuat lagi dari Yggyist, dia sepertinya hanya bisa disegel oleh Sena dan dirimu, tapi konsekuensinya akan besar" pendapat Tetua Ender yang merasa tidak enak.


"Diam!!! Penerus Mana tidak akan mati, aku telah mengorbankan diriku agar dia tetap hidup dan permintaanmu agar aku menyegel Kakakku bersama Sena agar kemungkinan gagalnya kecil" menggertakkan gigi.


"Ahh, Nak Yohan salah paham, kami ingin tetap kekuatan elemen ke-tujuh tetap ada, elemen penyeimbang. Ingin menyegel bersama Sena atau tidak itu keputusan Nak Yohan, tapi keinginanku elemen ke-tujuh tetap diturunkan" jelas Tetua Ender sedikit takut.


"Jadi maksudmu...mempertemukan kita berdua... Hahhh, hal itu tidak mungkin Tetua Ender... Kami para Guardian sudah ditakdirkan tidak dapat memiliki keturunan" jelasku memgambil nafas panjang.

__ADS_1


"Memang tidak bisa, tapi mungkin akan bisa karena tubuh Nak Yohan adalah manusia, bukan Gaurdian lagi" kata Tetua Ender.


"Mungkin bisa, tapi Elmina dan aku juga mempunyai perasaan. Apa kamu pikir mudah membuat keturunan disaat genting seperti ini..... Mungkin aku bisa, tapi bagaimana dengan Elmina?" tanyaku menghadap ke Elmina.


"Tidak apa jika itu dirimu" jawab Elmina menunduk malu.


"Hahhhh.... Baiklah, tapi jika gagal bukan salahku Tetua Ender dan berkeinginan untuk mengintip kami. Setelah aku selesai, bawa Elmina ke Sena untuk menjaga Sena, dan untukmu Elmina, jaga baik-baik Sena" berdiri menuju kamar dengan perasaan tertekan.


Tetua Ender dan Elmina saling bertatapan, dengan kode-kode mereka bicara. Elmina pun segera menuju ke kamar bersama Yohan.


Adegan dewasa tidak boleh dibicarakan.


Kami pun selesai, segera kubuat portal di kamar. Aku lambaikan tangan perpisahan kepada Elmina, dengan tatapan sedih Elmina melihatku. Dia memelukku begitu erat, aku juga merasakan perasaan itu, perasaan saat Yohan kehilangan Seraphine, ingin sekali aku hidup bersama kalian berdua, menikahi kalian, walau tidak kemungkinan mempunyai keturunan kecil, yang penting aku bisa membahagiakan kalian.


"Sudah, jangan menangis, jaga Sena ya. Sayang?" kataku menggoda.


"Kenapa kau memanggilku begitu? Jika kita mempunyai anak, aku akan terus menjaganya selayaknya dirimu, walau harus diolok-olok maupun ditindas... Aku akan terus berdoa agar kamu kembali dan bisa memelukmu lagi" menangis tersedu-sedu.


"Hmmm, jangan menangis lagi ya.. Besarkan anak kita bersama Sena" mengelus-elus rambut Elmina.


Kudorong dirinya masuk ke dalam portal, kulambaikan lagu-lagu sedih bersama dirinya. Walau hatiku tidak ingin kehilangan kalian, tapi ini juga untuk kalian. Elmina berteriak, tangannya berusaha meraihku terus-menerus.


"Tidak!! Yohan!!!" teriak Elmina, hilang masuk ke dalam portal.

__ADS_1


"Maafkan aku Elmina" menangis dengan senyum.


Akhirnya, perjuangan dan deritaku akan berakhir di sini, untuk tetap membuat umat manusia terakhir tetap hidup. Tapi, apakah perjuanganku akan benar-benar berakhir?


__ADS_2