Z World

Z World
Episode 13: One step to the End


__ADS_3

Ribuan pasukan Ender udara maupun darat berderet-deret memenuhi daratan Serentina. Semuanya sudah siap bertempur di bawah komando tetua Ender dan Elmina. Aku berpesan kepada mereka berdua"Aku dan penguasa naga akan berhadapan dengan Yggyist dan iblis merahnya". Liliana sang raja naga tampak begitu gagah, memakai armor berlian naga kelas tinggi yang mampu menahan sihir tingkat sedang dan memantulkannya. Aku begitu salut dengannya, sampai sekarang tidak ada yang mengetahui jika naga ini perempuan, kecuali aku. Kurentangkan kedua tanganku di atas pundak Liliana. Seketika ribuan portal terbuka di langit-langit depan pasukan. Dengan segera, mereka semua bergerak secara serentak siap untuk menerjang musuh kecil mereka.


"Hehe, habis sudah nyawamu Kakak" bisikku menyeringai.


"Ada apa orang kecil?" tanya Liliana.


"Tidak ada, ayo kita berperang Liliana!!" mengarahkan pedang ke portal.


"Hei, bukankah itu pedang berlian di kedua tanganmu? Dan ada tongkat kayu yang terlihat punya sihir kuat melayang di belakang punggungmu?" tanya Liliana lagi.


"Bukan, aku hanya meminjam. Ayo, kita laksanakan misi terakhir kita" mengelus kepala Liliana.


"Sebenarnya, kau tidak perlu melakukan ini Yohan" menunduk sedih.


Aku turun dari punggungnya, berjalan menghadap dirinya yang sedih, kuangkat kepalanya, kutatap matanya yang tajam membara. Terlihat kesedihan di dalam dirinya.


"Tidak perlu menangis, lagipula aku hanya Guardian, hanya sampah" tersenyum.


"Tapi, perjuanganmu begitu besar, dan manusia hanya bisa menertawakanmu selayak mereka pikir diri mereka raja" menahan amarah.

__ADS_1


"Tidak perlu marah, tenang ya Liliana. Aku akan tetap di hatimu, aku janji, aku akan kembali untuk dirimu" kataku memeluk kepalanya.


"...."


Kami terbang menerjang awan dengan perasaan sedih menyelimuti diri Liliana. Saat melewati portal, tubuh Liliana berubah warna menjadi biru, sayapnya juga membelah menjadi 2 pasang, dirinya berubah seperti monster dengan ekor panjang penuh duri dengan ujung seperti bola besar berduri. Aku juga terkejut, aku merasakan kekuatanku bertambah kuat. Kurasakan aliran sihir yang kuat di bawahku, saat aku melirik ke bawah Liliana, kulihat 2 kendaraan menyusuri daratan pasir. Demi mendapatkan informasi tentang dunia ini, Liliana terbang rendah mendekati kendaraan.


"Apa-apaan itu!!! Blood Drive yang bisa terbang!!" teriak Alpha-3.


"Semua tetap berhati-hati, tidak ada Warve Alpha membuat keadaan memjadi sulit" mencoba tetap tenang.


Kukibarkan bendera putih di pinggir tubuh Liliana, aku berharap manusia dunia ini mengerti kode ini.


Saat aku melirik lagi, kulihat seseorang yang tidak asing, mirip denganku. Sudah kduga, dia pecahan dari diriku, segera aku melompat dari Liliana dan turun tepat di depannya. Kami saling menatap beku, sampai dirinya bertanya kepadaku.


"Siapa kamu?"


"Aku dirimu"


"Nanti aku jelaskan lagi, tapi ada musuh yang ingin mengalahkan kita dan mengambil jiwaku, dan aku akan membawamu ke sumber kekuatanmu, Seraphine" kataku menjelaskan.

__ADS_1


Tiba-tiba Yohan mengeluarkan pisau di belakang dan langsung mengancamku dengan pisaunya. Geraknya begitu cepat sampai aku tidak mampu melihat tangannya saat bergerak.Kepalan tangannya sangat kuat sampai terdengar decitan di antara sela-sela jari. Giginya menggertak dengan dahi yang mengerut.


"Jangan katakan namanya semudah mengeja!! Dia adikku, tapi, darimana kamu tahu adikku?" tanya Yohan menahan amarah.


"Tenang dulu Yohan, turunkanlah pisaumu, kita bicarakan baik-baik. Kau tidak tahu aku tubuh inti, aku mampu merasakan perasaanmu. Hatiku juga sakit saat kehilangan Seraphine. Tapi, jangan khawatir, Seraphine masih hidup" jawabku menyimpan kedua pedang di pinggir perut.


"Dimana? Cepat katakan!!" menarik kerah baju Yohan dan memegangnya kuat-kuat.


"Tenanglah, aku juga merasa sepertimu. Dialah penyebab kehancuran dunia ini, Yggyist yang menculik adikmu, yang kau lihat saat itu hanya ilusi. Dan menjadikan adikmu sebagai Blood Drive" jelasku, melempar dirinya ke Liliana.


Agar informasinya tidak bocor kemana-mana, aku melompat tinggi dan berpijak dengan sempurna di kulit keras Liliana. Tubuh Liliana mengeluarkan pelindung tak terlihat yang melindungi suara tetap di dalam pelindung. Dirinya cukup terkejut saat mendengar kata-kataku.


"Apa kau cukup yakin? Aku adalah dirimu" tanya Yohan.


"Aku yakin, dirimu adalah perwujudan dari elemen kegelapan Ender dari diriku. Tapi, tanpa bantuanku, kekuatanmu tidak akan keluar secara maksimal" terduduk.


"Jadi, bagaimana rencana untuk membunuh keparat itu?" tanyanya lagi.


"Oh, langsung to the point. Aku ada rencana, dan seluruh pasukan Ender sudah ada di bawah perintahku"

__ADS_1


Tiba-tiba, entah darimana asalnya, akar merah darah dari Seraphine, menarik Yohan begitu cepat. Dia membawa Yohan masuk ke dalam tanah dimana wilayah yang paling aku benci.


__ADS_2