
"Ukkhh, hehe, kau pikir dirimu sudah menang?" tawaku mentes banyak darah dari tubuhku.
"Guardian terlemah, masih berpikir dirimu raja kegelapan? Akulah yang pantas menerima seluruh kekuatan elemen murni di dunia!!" memuji-muji dirinya sendiri.
"Asal kamu tahu saja, yang dihadapanmu ini hanyalah sampah" berdiri memegangi perutnya, tersenyum senang.
"Hihh!!!" mengeluarkan 13 pedang jiwa, mengarahkannya ke Yohan.
"Bukankah itu nyawa para Guardian yang kau bunuh? Sekarang menjadi 14 atau 12 aku tidak tahu. Bunuh saja aku bodoh" mengejek penuh kesombongan.
Jlebbb....
Saat itu Bumi sempat akan hancur, itulah pertama kalinya hampir terjadi kiamat. Bencana di mana-mana, elemen yang membangun Bumi melemah, menyebabkan efek wabah pada makhluk hidup yang ada. Dengan hilangnya 5 inti elemen murni dan matunya 1 elemen murni, Bumi jauh daru aman. Saat itulah, terlahir seorang wanita, wanita yang memberikan kekuatannya yang menyalin dari 5 elemen murni, membaginya ke seluruh makhluk hidup untuk saling bekerja sama dan membangun kembali planet mereka. Tapi, pada suatu hari, dirinya sudah tidak muda lagi, dan hanya bisa duduk di kursi reot, dia berucap akan memberikan kekuatannya ke penerus yang pantas di bawah perlindungan pemimpin alam semesta.
"Huu, mereka akan menyedot darahmu. Mengulitimu hidup-hidup" menakut-nakuti.
"Senia, diamlah! Orang dari perkumpulan Foxy belum datang juga" menata senjata.
"Ayolah Valkyrja-1, kenapa kau begitu? Kau takut juga ya" memegang kedua bahunya, berwajah menyeramkan.
"Sudahlah Valkyrja-4, kenapa kau tidak bersiap-siap?" masih sibuk dengan senjatanya.
Tiba-tiba seorang wanita datang dari balik pintu Warve, dia membawa makanan, dengan wajah tersenyum, dia memberikannya kepada Valkyrja-4. Valkyrja-4(Senia) seketika terbeku, dengan terkejut dia menerima makanan yang diberikan wanita itu. Wanita yang tidak lain Valkyrja-2 masuk ke dalam mobil segera mengecek adakah kesalahan di Warve Valkyrja.
"Warve kelihatan baik-baik saja, ada apa Senia?" terduduk di kursi menghadap ke arah Senia.
__ADS_1
"Tidak ada, tapi katanya, di persatuan Foxy, ada seorang setan, namanya Yohan mungkin? Kamu tahu tidak.." berkata penuh semangat.
"Tidak" lanjut Valkyrja-1 dingin.
"Dengar sajalah Valkyrja-1, katanya dia pernah membunuh segerombol Blood Driver hanya dengan pedang dan pisol, dan lagi dia adalah peringkat pertama dalam pelatihan Driver" panjang kata Valkyrja-4.
"Tapi, dirinya tidak mampu menyelesaikan misi terakhir, dan anehnya, informasi tentang misi terakhirnya tidak pernah di publikasikan bahkan menghilang seketika, aku curiga informasi ini disembunyikan persatuan, aku sangat ingin mengetahui rahasianya" mengambil senjata dan mengarahkannya ke Valkyrja-4.
Tak lama suara sirine perang berbunyi, seluruh anggota Valkyrja segera berbaris di depan Warve, tak lama datanglah pelatih mereka. Dengan membawakan pedang dibelakangnya, dia memimpin jalannya misi tim Valkyrja. Dirinya terlihat menakutkan, yap, dialah pelatih terbaik tahun ini, lulusun 1 tahun yang lalu, mata merahnya menatap seluruh Valkyrja, mata berkilat-kilat, tatapannya begitu tajam sampai Valkyrja tidak bergerak setitik pun.
"Dengar! Kalian akan menjalankan misi terakhir kalian, tidak ada jaminan selamat, jika kalian mati dan aku sebagai pelatih kalian tetap hidup, apalah diriku berdiri di sini sampai saat ini tanpa kalian, kalian mati, kita mati bersama, dan menjadi kenangan dalam hati sendiri-sendiri(aku akan menemukannya)" kata wanita itu menunjuk ke arah Warve-UW.
"Kalian sedang berdiri di hadapan Warve-UW, Warve Ultimate Weapon, peti mati kita semua, Warve rilisan hari ini dan paling terkuat diantara Warve lainnya. Kalianlah yang pertama kali mencoba. Semua!! Segera masuk ke Warve dan menuju ke persatuan Gnome!!" memerintahkan tim Valkyrja.
Dengan cepat, para Valkyrja langsung masuk ke dalam Warve, mesin yang tenang, roda-roda kuat nan cepat, memang dambaan semua Hunter. Segera Warve-UW lepas landas, pelatih itu melompat tinggi ke atas Warve-UW, dia menekuk lututnya, mengeluarkan sesuatu dari sakunya, sebuah masker. Yap, bukan peringkat pertama namanya jika tidak bar-bar, dia memakai maskernya, bukan masker biasa, terlihat seperti topeng dan mampu berubah warna sesuai lingkungan sekitar. Pintu pun terbuka, akhirnya seekor badak keluar dari kandangnya, siap menghantam rintangan yang menghalangi.
Sementara itu di perjalanan menuju persatuan Gnome, aku menjadi pengamat, memantau keadaan sekitar Warve dengan kaca atau cermin khusus, ada kamera, tapi tidak kugunakan, tidak lain untuk menghemat energi Warve ini, Warve-EX angkatan 01, Warve terkuat dengan baja ultra, Warve yang bagaikan tameng tak dapat ditembus oleh ribuan pedang, mengeluarkan bau busuk untuk menarik perhatian perhatian Blood Driver, dan mempunyai kemampuan tahan peluru, saat badan tertembak peluru, akan ada medan yang langsung melindungi, bukannya menghilangkan peluru tersebut, tapi malah menyatukannya ke dirinya, membuat tameng semakin tebal. Walaupun begitu kuat, Warve-EX tidak dilengkapi senjata, karena dirancang khusus sebagai tameng, sebagai kendaraan perang garis depan.
"Alpha-6, ada pergerakan?" tanya Alpha-2 sibuk mengemudi.
"Terlihat, segerombolan Blood Driver di depan, arah jam sebelas. Menunggu perintah untuk, rekomendasi melemparkan asap bangkai ke arah jam 10" saranku ke Alpha-1.
"Diijinkan, Alpha-4 siap untuk menembak saat jarak cukup dekat" setuju Alpha-1 memberikan ijin.
Segera Alpha-4 menuju ke penyimpanan senjata, dia mengambil bom asap bangkai. Dirinya membuka atap Warve, tiba-tiba Alpha-3 datang memakaikan helm. Alpha-4 berterima kasih memberikan senyuman, tanpa basa-basi lagi, setengah tubuhnya keluar, mengambil ancang-ancang untuk melempar. Seketika muncul lensa yang keluar dari helm, terpampang berapa jarak antara Warve dengan Blood Drive itu. Teknologi canggih yang mengandalkan bau khusus yang dikeluarkan Blood Drive, setelah bau milik Blood Drive tertangkap, secara otomatis helm akan memunculkan lensa didepan mata kanan dan mengukur jarak antara Blood Drive dengan pengguna, juga mampu mengukur denyut jantung, perasaan pengguna, dan tingkat bahaya yang dihadapinya.
__ADS_1
"Tingkat bahaya? Aman? Apa? Diijinkan menembak?" terkejut melihat gambar di lensa.
Tanpa perintah Alpha-1, Alpha-4 melempar bom asap bangkai, Alpha-1 yang mengetahui hal tersebut terkejut dan marah kepada Alpha-4.
"Alpha-4 apa yang kau lakukan?!! Aku belum mengijinkanmu menembak!!" marah Alpha-1.
"Loh, kok aneh, di lensa jelas-jelas mengijinkan aku untuk menembak" jawab Alpha-4 kebingungan.
"Apa? Tunggu! Alpha-4 berhasil besar mengalihkan perhatian target" kataku terkejut.
"Apa?" Alpha-1 terbeku.
Alpha-3 yang membawa helm yang sama menepuk pundakku, aku melirik ke arahnya dan turun dari kursi. Kuambil helm yang dia tawarkan, kulihst-lihat bentuknya sama saja seperti helm hunter tingkat-3. Kucoba memakainya, tiba-tiba semacam gelombang seperti masuk ke dalam kepalaku, tak lama turunlah lensa di depan mata kananku. Apa alat ini baru rilis atau memang rusak, terlihat jarak antara Blood Drive dan pengguna 0 meter.
"Alpha-3, apa alatmu ini rusak?" tantaku mengetuk-ngetuk helm.
"Tidak, alat itu sudah aku cek tadi dan baik-baik saja" jawab Alpha-3.
"Hah, mungkin pikiranku saja" kataku dengan wajah lesu.
"Ada apa Alpha-6?" tanya Alpha-3 wajah khawatir, tanganku bimbang ingin memegang atau tidak.
"Tidak perlu, aku hanya merasa sedikit tidak enak badan. Hah, aku akan tidur sebentar. Alpha-1, meminta ijin untuk tidur sebentar" jawabku dingin, melirik ke arah Alpha-1.
"Oh, gunakan saja, lagian jarak persatuan Gnome tinggal 4 kilometer(ada apa dengan wajahnya?)" kata Alpha-1 menatap wajah Alpha-6.
__ADS_1
Kuberjalan menuju ke ruang istirahat, di kasur gantung aku tertidur, kubayangkan kejadian yang menimpa Mina. Kukepalkan tanganku, rasa sakitku masih saja seperti pertama kali kehilangan dirinya, kutersenyum, terpikirkan hal lainnya, mungkin nanti aku bisa membalaskan dendamnya.
"Dan, Cut!"