Z World

Z World
Episode 21: Aku atau Legenda?


__ADS_3

"Apa kau akan tidur terus?"


"Siapa kau? Dan dimana aku?" tanyaku bingung.


"Kau, ahahaha. Buruk juga sapaanmu, tapi langsung saja keintinya. Kau harus memuaskan perasaanya dan setelah itu ambil hati kristal-nya. Setelah kau memilikinya, bawakan kepadaku"


"Siapa kau? Kenala aja belum, sudah sana pergi. Aku bukan pembunuh" mengusir dengan kesal.


Aku terbangun kembali di kasur yang sama. Aku mengenali apa yang kulihat ini. Boneka yang selalu berada di pojokan, bantal yang setengah usang dan sepatu bot yang biasa aku pakai. Sungguh terkejutnya diriku, aku terbangun di kasurku sendiri. Tiba-tiba seorang wanita datang membawakanku minuman, perawakannya tidak asing lagi.


"Cha-Chaelotte!!" kagetku.


"Minumlah terlebih dulu, baca pesan ini" memberika cangkir dan kertas.


Tanpa pikir panjang, kuminum jamu pahit ini tanpa tersisa setetes pun. Kubaca kertas yang dia berikan.


Anakku Yohan, tak menyangka Ayah dan Ibumu akan sebangga ini. Kakekmu yang sudah tua tolong dijaga, kami akan isitrahat sebentar pergi ke negeri seberang. Ayah tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata lagi, semoga langgeng. Ayah dan Ibumu menerima pernikahan ini, salam hangat Ayah. Jangan lupa beri Ayah cucu.


"Cha-Charlotte, apa kau yang membujuk Ayahku?!!" menatap Charlotte menahan amarah.


"Kenapa sayang, apa sayang tidak suka?" wajah menggoda.


"Berhenti menunjukkan wajah bodoh itu lagi. Dimana Kakek dan Venus?" beranjak dari tempat tidur.


"Dia ada di luar, sedang bermain dengan Grimoire" jawab Charlotte.


"Apa?!! Kau tidak bisa menyatukan iblis ke dalam keluargaku!!" berlari menuju ke luar.


Kulihat mereka sedang berkebun bersama, kulihat senyum yang membuat hatiku senang. Perasaanku merasa lebih tenang melihat Venus tumbuh dewasa terbalik daripadaku, aku tidak mau dia menanggung sakit selama ini. Aku duduk, memandangi mereka yang sedang bersenang-senang menyiram dan membajak kebun.


"Hahhh, tak kusangka aku bisa melihat hal seperti ini. Charlotte, kenapa kau bisa menyatakan cinta begitu saja kepadaku, apa kau tidak curiga aku mempunyai keinginan untuk menjatuhkanmu" tundukku merenungi.


"Tidak, karena aku tahu di dalam hatimu kau adalah orang baik, tidak kebanyakan mempunyai hati suci sepertimu. Dilihat dari pandanganmu kepada mereka, kau sangat senang melihat keluargamu bahagia walaupun mereka belum tahu kau adalah penyihir" duduk di sebelah Yohan.


"Grimoire.." kataku.


"Kenapa?" tanya Charlotte melihat wajah Yohan.


"Dia juga, ingin melindungimu. Walau dia agak tomboi, tapi hatinya suci, jika saat itu dia tidak menyelamatkanku, mungkin aku tidak ada disini" jawabku.

__ADS_1


Venus melirik Kakaknya, dia tersenyum ke Kakaknya. Anak yang masih berumur 5 tahun itu berlari ke pelukan Kakaknya, baju dan celana yang kotor terkena tanah mengotori baju Kakaknya. Venus duduk dipangkuan Kakaknya, memandangi Kakeknya. Kadang-kadang Kakek memandangi kami, kebahagiaan terpancar dari wajahnya, Grimoire, secara tak sadar wajahnya tersenyum. Dia melepas topinya, mengelap keringat bagaikan malaikat. Aku terpesona mengetahui wajahnya sangat cantik.


"Kakak, jangan selingkuhi Ibu!!" Venus menutup mata Yohan.


"Venus, ahahaha, Kakak tidak selingkuh*melirik Charlotte*" memegang kedua tangan Venus.


"Hai Venus, menurutmu yang lebih cantik Kak Grimoire atau Charlotte?" bisikku.


"Tentu saja Ibu, Kakak ingin selingkuh bersama Kak Grimoire" jawab Venus meloncat ke pelukan Charlotte.


"Ohh, jadi kamu selingkuh yaa. Belum menjalani pacaran lebih dari satu jam kau sudah melirik wanita lain!!" marah Charlotte


"(Tuhan, mohon berkahmu untuk melewati sarang iblis ini)Ahh, Kakek aku bantu ya" berlari menuju ladang.


Segera kupakai sepatu, topi ladangku. Aku membantu Kakek untuk lepas dari siksaan iblis, kucangkul berkali-kali dengan semangat, menanamnya dengan kasih sayang, berharap saat waktu panen tiba, mereka menghasilkan banyak bagi keluarga kami. Keluarga kami mempunyai banyak ladang, ladang yang sedang kami garap luasnya kurang lebih 1 hektar, berukuran persegi.


Matahari sudah menerik di atas kepala, semuanya beristirahat, minum-minuman dingin. Kakek menepuk pundakku mengajak untuk bergabung, tapi aku menolaknya dengan senyuman. Kulanjutkan pekerjaanku lagi, masih banyak tanah yang belum dibajak, keringat mengalir deras di bajuku, lelah kurasa, tapi ini merupakan pekerjaanku sehari-hari.


Kulihat mereka sedang bercanda tawa. Tak kusangka keluargaku cocok dengan keluarga Charlotte, walau hanya dia yang masih hidup. Lelah meranjak ke punggungku, ku istirahat sebentar memandangi langit, ku letakkan cangkulku ke tanah. Charlotte terpesona melihat Yohan yang bekerja keras.


"Ehhh, sang putri sekarang menemukan pujaan hatinya" goda Grimoire menyenggol Charlotte.


"Dik Charlotte. Kenapa anda bisa mencintai cucuku itu?" tanya Kakek menyantap kentang bakar.


"Hemmm, tidak ada alasan khusus, dia menyelamatkanku dari kematian. Entah kenapa, saat dia menatapku, hatiku berdebar kencang" jawab Charlotte memandangi Yohan dengan wajah memerah.


"Ahh, cinta muda. Aku ingat saat dulu, aku masih sangat muda" kata Kakek.


Seorang anak kecil payah, yang selalu membuat masalah. Tapi, tiba-tiba dia datang, menyelamatkannya dari kerumunan cemooh orang-orang. Dia melihat wajahnya yang penuh bekas pukulan, mendekatinya mengolesinya dengan sapu tangan basah yang dia bawa. Untuk pertama kalinya bertemu, cinta pada pandangan pertama.


"Hahhh, lelah juga(aku sudah lama tidak menetralisir sihirku, mungkin aku harus meningkatkan sihir tameng dan sihir penguatanku)" Yohan menuju ke teras.


Kubasuh cangkulku yang penuh tanah, kakiku pun juga tidak lupa. Saat aku ingin mengambil sepotong kentang bakar, tiba-tiba Grimoire melemparku kentang bakarnya, tidak terlalu besar sebesar kelikir. Kulirik dirinya.


"Mandi dululah, lihat dirimu yang kotor itu, mungkin ada parasit yang menempel pada dirimu setelah mengurus ladang" kata Grimoire mengambil kentang bakar lagi.


"Apa?!! Kau bahkan langsung menyantap kentang, Kakek juga"


(Kakek mengedipkan mata kearahku).

__ADS_1


Segera aku menuju ke kamar mandi. Melepas semua pakaianku, merasakan dinginnya air yang mengalir ke tubuhku. Peristiwa-peristiwa kucoba untuk mengingatnya lagi dan meresapi apa yang harus kucoba lakukan. Ternyata ada satu masalah, aku lupa membawa handuk.


"Yohan, ada surat untukmu" membuka pintu kamar mandi.


"Eh?..(bodoh)" kakuku.


Kakek mengajak Venus pergi keluar bermain bersama, Kakek mempersilahkan kami untuk rapat penting dan rahasia. Kami duduk di meja bundar, wajah Grimoire dan Charlotte tidak pernah kulihat seserius ini. Tiba-tiba Grimoire melemparkan sebuah buku ke arahku, dengan sigap kutangkap buku yang dilemparnya. Kubuka dan kubaca, kuresapi kata demi kata.


Kian menit sudah berlalu, kututup bukuku. Kami hanya terpaku saling memandangi satu sama lain. Kubuka surat yang diberikan Yuna tadi, wajahku seketika berubah. Hawa ini belum pernah kurasakan.


"Ini, bukankah 2 ogre yang kita serang waktu itu" nada sedikit takut melihat ke arah Grimoire.


"Benar, tidak mungkin ogre memakai zirah dan senjata gada besar. Pasti ada dalang dibalik ini semua. Yohan apa kau melihat sesuatu saat bertarung melawan mereka?" tanya Grimoire serius.


"Aku, melihat seseorang dari balik bayangan, tak jauh dari ogre yang kulawan. Dia mengarahkan tangannya ke arahku, seketika ogre yang kuhadapi menggila, ototnya menguat, matanya memerah bersinar seperti mengakatan aku akan membunuhmu. Tak salah lagi, orang dibalik layar itulah yang melakukan ini" jawabku memutar otak.


"Dan sekarang kedua ogre itu datang tidak dengan sendiri, mereka datang bersama lainnya. Tapi, seseorang di balik layar kemungkinan besar mengincarmu" menunjuk tangan ke arah Yohan.


"Legenda mengatakan, Yohan. Seorang Putri harus mencintai seorang wadah kegelapan dan itu adalah kamu, Yohan. Saat bulan darah, kekuatanmu akan bangkit, dan saat itulah perperangan dimulai" kata Charlotte mengambil buku dari tangan Yohan.


"Tapi, aku hanya mengetahui sihir dasar. Mungkin dia bisa membunuhku, tapi dia tak akan bisa menyentuh keluargaku!! Charlotte ikut aku sebentar" memukul meja, pergi menarik tangan Charlotte.


Langkahku sangat tergesa-gesa. Charlotte yang tersendat-sendat terus menanyai ku, aku hanya terdiam dan terus saja berjalan cepat. Di depan hamparan bunga, kuberhenti melihati bunga di depanku.


"Charlotte, aku punya satu pertanyaan untukmu. Tolong jawab dengan jujur" mengepalkan tangan.


"Apa? Kau hanya membawaku untuk ini?" gertak Charlotte dengan nada marah.


"Cintamu. Alasanmu mencintaiku hanya karena legenda kan? Jika legenda itu tidak ada apakah kau tetap mencintaiku?" tanyaku tenang.


"Kenapa? Kenapa kau bertanya begitu? Ahh, Grimoire memanggil!" berpura-pura meninggalkan Yohan.


"Jawab!!! Sudah kuduga, cintamu itu hanya palsu. Tidak perlu mengorbankan dirimu untukku, biarkan aku menanggung semua ini" berbalik mendekati Charlotte.


"Sebaiknya kau tidak mendekati keluargaku lagi atau kau akan menyesal" berbisik di telinga Charlotte, pergi begitu saja.


Charlotte terhenti, melihati Yohan yang pergi meninggalkan kebingungan dan ancaman. Charlotte menyilangkan kaki, bersendehan di pohon. Air matanya mulai keluar mengalir, dia mengambil sesuatu dari kantongnya. Selembar foto, dengan kasih dia melihati foto itu. Air mata menetes membasahi foto, dia mengelus-elus wajah yang selalu ada di sampingnya.


"Kakak...Hik. Kenapa kau membenciku? Apakah aku kurang cantik?" menangis tersengal-sengal.

__ADS_1


Be like and favorit.


__ADS_2