Z World

Z World
Z episode: Guardian dan Gresina.


__ADS_3

"Aku tahu dia mencintai orang Gresina, tapi ini mampu membahayakan Guardian, kamu tahu kan, dia Guardian terkuat, hahhh" menghela napas panjang.


"Kamu tenang saja, Guardian tidak akan dikalahkan semudah itu. Kita masih memiliki kuncinya jika dia berkhianat" menyilangkan kaki, mengambil secangkir susu di meja, meminumnya pelan-pelan.


"Oh, kau benar. Haha, pandai juga kamu" tertawa memujinya.


"Kamu tahu kan pintarku darimana" menikmati secangkir susu.


"Oh...Oke(lebih baik aku pergi sebelum dia mabuk susu lagi)terima kasih, Kakak tertua" beranjak pergi dari kursi.


Dirinya berjalan menuju ruang komando, akhir-akhir ini Guardian sedang dilanda masalah besar. Dia berhenti di depan jendela, melihati langit yang dominan dengan warna hitam berhiaskan batu-batuan besar. Tiba-tiba terdengar suara alarm, dirinya bergegas menuju ruang informasi, saat tangannya membuka pintu, sungguh terkejutnya dirinya. Tatapannya terbeku, giginya menggertak, tatapannya bercampur sedih dan marah, dia mengepalkan tangan sekuat-kuatnya, berbalik arah menuju ke Kakak tertua. Marahnya meluap-luap, dia lampiaskan amarahnya ke kursi besi.


"Aku sudah tahu Aslan, panggil tetua lainnya untuk merencanakan pembalasan" berdiri melempar cangkir ke tanah.


Dirinya terlihat santai, tapi Aslan tahu marahnya sudah tidak tertahan lagi. Salamandana, tetua Guardian ke-3 sudah berada di tempat(ruang rapat). Segera para Guardian lainnya menuju ke ruang rapat. Kuteliti tubuh Guardian ini, terlihat aneh apalagi ada simbol 3 segitiga tepat di dadanya. Semua Guardian yang terbunuh, semuanya mempunyai simbol ini. Kututup seluruh badan mereka dengan kain putih bersama dengan perasaan sedihku.


"Semoga kalian bahagia di dunia sana(Kakak, kenapa kau berbuat demikian?)" beberapa tetes air mata mengalir.


"Hei dimana Yohan itu? Rapat sudah dimulai dari tadi" gumam seseorang berjalan mendekati ruang pemeriksaan.


Sudah kuduga 2 perempuan kakak adik itu sedang menggumam di belakangku. Dulunya, sekitar 7 tahun lalu, mereka selalu mengerjaiku karena aku murid ter-polos, tapi sekarang aku sudah menjadi peneliti tingkat G1.


"Hai Yohan, para tetua memanggilmu untuk menghadap. Aduh, walau sudah menjadi orang besar jangan lupakan juga kami" pusing, memegangi kepalanya.

__ADS_1


"Tunggulah Filial dan Alice, tubuh korban aneh. Tubuhnya seperti membeku dan organ-organnya langsung mati terutama otak, ini aneh, padahal tubuh Guardian akan langsung hangus setelah mati dan reinkarnasi, hemm... Eh, apa-apaan ini?" terkejut, kedua tangannya terkunci.


"Cepatlah payah, tetua menunggu" kata Alice menggendong tubuh Yohan yang lumpuh.


"Uhhh, rasanya sudah lama kalian tidak mengajari tubuh ini. Filial, sudahlah, aku bisa jalan sendiri" kataku mengantuk.


"Tidak Yohan, nanti kamu kabur. Sulit untuk menangkap kelinci yang lincah" ejek Filial.


"Hahhh, mengantuknya..." aku mencoba menahan kantuk.


Tubuhku dilempar di kursi, kulihat seluruh Guardian melihati diriku, Filial dan Alice hanya berdiri di pinggirku. Aku kebingungan, penuh takut aku melihat ke arah Kakak tertua.


"Tetua, apa maksudnya ini?" tanyaku ke Kakak tertua.


"Tapi, itu tidak mudah. Dirinya yang sekarang sudah tergila-gila dengan perempuan itu, bahkan dia tidak menganggap aku sebagai adiknya sendiri" kataku putus asa menundukkan kepala.


"Akhir-akhir ini kami mendapatkan informasi dari orang dalam, mereka mengatakan Gresina sedang menambang planet mereka. Tidak main-main juga, jaraknya 4 bintang dari Bumi. Bagaimana saudara-sadara kalian... Mau menyerang?" bujuk Aslan berdiri dari kursi.


"Serang!!!" seruan Guardian-Guardian yang menggetarkan kapal.


"Bagaimana Yohan, mau ikut. Kami juga butuh dukunganmu" bujuk Salamandana.


"Baik, tapi singkirkan Gresina-Gresina bodoh yang mengganggu, aku ingin menyegel inkarnasi Kakakku sendiri!!" marahku mengepalkan tangan.

__ADS_1


"Filial, Alice, tetap bersama Yohan. Jangan biarkan ada yang mengganggu nya saat penyegelan, kami akan berusaha" senyum Salamandana.


Guardian memanggil ribuan anak buah mereka, tak kurang dari 2 hari, ribuan kapal tempur sudah mengerubungi kapal induk Guardian. Rencana pun sudah disiapkan matang-matang, rencana kali ini pasti berhasil, orang dalam yang dijajah pun juga ikut tutup mulut, jika bukan karena kami yang selalu membantu mereka dan pendirian mereka, lebih baik mati daripada menjadi sampah. Kapal mulai bergerak, langit kian bergetar, ribuan kapal perang siap menyerbu Gresina yang bagaikan debu.


"Jarak antara kapal induk dengan target sekitar lima ratus juta kilometer"


"Siapkan kapal Sonic. Kerahkan serangan laser untuk membuat mereka terpojok saat kapal terdepan melihat kapal musuh"


Aku hanya merenung di tempat gelap, aku berharap tuhan memberkatiku kali ini, menyelamatkan masa depan Guardian bersama-sama. Selama hari-hari itu, aku tidak makan maupun minum, bergerak pun tidak. Aku terus terdiam di tempat gelap, serasa tubuhku semakin kuat. Aura kuat yang kental mengelilingi diriku. Tak lama suara tembakan terdengar begitu keras, kapal induk Guardian melepaskan serangan pamungkasnya. Membuat planet dan seisinya hancur lebur.


Perang pun terjadi, Gresina yang belum siap terdorong begitu jauh. Tiba-tiba ratusan cacing angkasa datang, mengeluarkan ribuan anak mereka menyerang kami, keadaan menjadi berbalik. Ribuan kapal perang Guardian hancur begitu pula dari pihak Gresina. Tak lama, keluar kilatan cahaya biru dari kapal induk menjauhi perang, ya benar, Guardian. Mereka menjauh ke medan perang memblokir jalan Gresina yang kabur. Kuterima pesan dari Kakak tertua, dia memanggilku untuk peluncuran ke medan tempur, dia mengatakan pasukan Guardian telah memblokir Gresina dan memintaku untuk mengurus Kakakku.


Segera kubergegas menuju tempat peluncuran, Filial dan Alice berjalan di sampingku. Ku hela napas panjang, pintu pun terbuka, kulepaskan cahaya hitan menyusuri langit yang hitam pula. Kulihat cahaya biru dan merah saling menyerang. Tiba-tiba serasa terpental, cahaya putih menghantam medan tempur, cahaya-cahaya itu terpaku mundur beberapa meter darinya. Segera aku menuju ke sana, ternyata dia, pengkhianat Guardian.


"Kakak, apa kamu tidak mengenaliku lagi?" tanyaku.


"Demi istriku, akan kuhabisi kalian Guardian!!!" menghiraukan Yohan dan berteriak sekencang-kencangnya.


Tubuhnya mengeluarkan cahaya yang terang benderang. Otaknya sudah tumpul, entah apa yang istrinya berikan, tapi akan kuhapus dirimu dari peradaban.


"COBA SAJA!!!!" terbang menerjang Kakaknya.


Kutabrak dirinya, sebesar ledakan bintang, kulepaskan segelnya. Tanganku tidak kuat menahan segelnya dan akhirnya terlepas kemana-mana, Guardian maupun Gresina terkena imbasnya. Ke-empat ketua secepatnya teleportasi ke pengasingan. Beruntungnya, diriku terbunuh dalam kejadian itu, tubuhku berubah menjadi batu-batu angkasa yang jumlahnya tidak terkira, tersebar kemana-mana dan akhirnya, beberapa batu menghantam Bumi yang mengeluarkan aura. Sebenarnya itu bukan diriku, tapi seorang Guardian yang mempunyai kemampuan spesial, pecahan diri.

__ADS_1


Tolong beri like. Karena author-mu ini sangat butuh dukunganmu.


__ADS_2