
"Peringatan untuk seluruh Hunter, kita sedang berada di wilayah keras Blood Drive, area K-5 bukan main-main" berdiri di depan Valkyrja.
"Brengsek" bisikku keringat dingin.
Karena terlambat bangun jadinya tim Alpha meninggalkan aku, saat kuhubungi ketua, dia hanya berkata"Sungguh enak nasibmu", sambil menangis. Aku baru tahu apa yang dia katakan sebenarnya setelah mengalami, ternyata benar. Aku diangkut ke Warve Valkyrja yang isinya perempuan semua, mana wajah mereka cantik-cantik banget dan pakaian hunter yang mereka gunakan, terbilang terbuka bagiku. Tak sengaja hidungku mimisan, anggota dari Valkyrja seorang anak kecil itu menatapku dengan tatapan kejam.
"Cihhhh(dasar laki-laki mesum)"
"Ada apa Celicia?" tanya Senia diam-diam melirik Yohan penuh gairah.
"Apa kamu benar dia anak setan, kulihat dia hanya pria mesum" bisik Celicia ke Senia.
"Benar dia, ahh(sudah kutunggu-tunggu pahlawanku akhirnya datang)" membayangkan sampai kemana-mana.
"(Alpha-1, Alpha-2, selamatkanlah adikmu ini!!!)" kataku dalam hati mencoba tidak melihat ke arah Celicia dan Senia.
Pelatih Valkyrja memang ganas, pakaiannya berwarna merah darah seperti mengeluarkan aura yang begitu kejam dan berbahaya. Sebentar aku melirik dirinya, dia menatapku begitu lama dan terlihat menjelaskan begitu jelas kepadaku. Aku sudah tidak tahan lagi, aku mandi keringat dingin. Tiba-tiba seorang Valkyrja mendatangiku, dia melempar kain putih bersih kearahku. Tanpa menghadap kearahku dan hanya sibuk dengan teknologi Warve yang ada. Dengan gugup aku berkata terima kasih.
"Basuhlah wajahmu, terlihat menjijikan" kata Anika.
"T..Terima kasih(ahhh bodoh, aku terlihat bodoh di depan para Valkyrja, sekarang aku tidak mempunyai harga diri lagi sebagai hunter terkuat)" tidak menyadari dirinya menangis.
"Wahhh, ternyata setan bisa menangis juga" kata Senia terkejut melihat Yohan menangis.
Seketika semua orang terbeku, Senia tahu atau tidak dia hanya celingak-calinguk kebingungan ke arah teman lainnya yang terbeku. Dia bertanya ke Celicia yang duduk di sebelahnya.
"Ada apa Celicia? Kenapa semua terbeku?" tanya Senia terlihat begitu polos.
__ADS_1
"Aku pergi ke ruang istirahat dulu, jika mau lihat laki-lakimu dulu" menunjuk ke arah Yohan setelah itu pergi.
"Ehh(ke-kenapa begini?)" terkejut sampai mengangkat kedua kakinya.
"Ahh, Celicia aku bantu ya. Senia bisa jaga dia kok" alasan Valkyrja-5.
"Valiss..." wajah memelas Senia.
"Oh ketua, akan aku laksanakan" pergi begitu saja.
"Sejak kapan aku mendapatkan gelar setan di belakang?" tanyaku menundukkan kepala.
"Apa?!! Kau tidak tahu toh? Padahal aksimu sungguh di luar nalar, apa kamu tidah merasa?" kata Senia terkejut.
"(Tidak, harus dirahasiakan)Aku hanya manusia biasa, semua orang juga bisa melakukannya" jawabku mencoba menghindar.
Aku sungguh terkejut, kertas-kertas ini berisi tentang informasiku sejak kecil, mulai dari orang tua sampai teman-temanku. Misi-misiku yang dijelaskan mulai dari senjata, caraku bergerak, bahkan semua, semua ditulis. Kulirik perempuan itu, dia tersenyum, senyuman yang berbeda dari keinginan yang tersirat.
"Darimana kau mendapatkannya?" tanyaku memegang erat kertas.
"Hehe, informasi. Kami bekerja sama dengan persatuan Foxy, hanya tim kami, jadi saat ini kamu dibawa, adalah perintah langsung dari persatuan Foxy" jawabnya.
"Orang tua itu, tertarik dengan perempuan seperti kalian sudah pasti(dasar, kalian pasti menggodanya. Tapi untuk apa mereka mengorek masa laluku?)" melemparkan kembali kertas ke Senia.
Suara Blood Driver terdengar dari segala penjuru, aku mengamati dari atas Warve, saat kubuka pintu, begitu terkejurnya diriku. Ribuan Blood Driver mengepung kami, kulihat di depan Warve Alpha dan Delta. Tiba-tiba seseorang menarikku masuk ke dalam, aku turun dan dilemparkan alat komunikasi ke diriku. Kuangkat dan dengarkan, ternyata Alpha-1.
"Yohan, ganti posisi dengan Delta, Warve Alpha akan mengalihkan posisi" kata Alpha-1 serius.
__ADS_1
"Tidak, ini misi bunuh diri namanya(aku tidak akan membiarkannya pasti ada jalan lain)kalau begitu, suruh seluruh Alpha melompat ke Warve Delta, seterusnya aku akan menuju ke Warve Alpha"
"Ini perintah!! Biarkan aku saja, seluruh Alpha, segera meninggalkan Warve!!" teriak Alpha-1.
"Masa bodoh, aku akan tetap ke sana!!" membanting alat ke lantai.
Dengan penuh amarah aku langsung keluar dari Warve Valkyrja tanpa ada persiapan apapun. Anggota Valkyrja sempat memergokiku, kubalas perkataan mereka.
"Kalian para pengecut diamlah jika tidak membantu" tatapan kejam.
Udara sekitar entah kenapa semakin memanas, jalan yang berbatu juga menjadi rintangan. Dengan cepat aku melompat langsung dari Warve Valkyrja ke Beta dan Alpha. Aku masuk ke dalam Warve Alpha, kuperintahkan semua untuk segera keluar dari Warve.
"Jaga dirimu baik-baik, Alpha-6" kata Alpha-2 menepuk pundak Yohan kemudian pergi ke atas.
Segera aku menuju ke setir, kulihat wajah Alpha-1 yang penuh keringat. Kutarik dirinya untuk segera pergi, tapi dia tetap bersikeras. Dengan kata-katanya dia membuatku yakin.
"Aku sudah tidak memiliki keluarga maupun harapan, setiap hari hanya membunuh, tapi kamu Yohan, kamu masih ada harapan. Pimpinlah mereka" kata Alpha-1 menendangku keluar dari setir dan mengunci pintu.
"Tidak!! Kita semua keluarga, kita akan tetap bersama(kenapa, kenapa harus seperti ini? Tidak!! Aku tidak akan menyia-nyiakan pengorbananmu Alpha-1)" aku berdiri dari keterpurukan dan segera menuju ke atas.
Kulihat Alpha-3 hanya berdiri, kedua kakinya bergetar ketakutan. Langsung kubopong dirinya, dirinya sempat terkejut. Kuterik tangannya untuk mengunci di leherku.
"Pegangan yang kuat!!" menggertakkan gigi.
Segera kulompat, saat mendarat kakiku sempat terpeleset. Kami terjatuh menuju ke belakang Warve Delta. Kulemparkan Alpha-3 ke atas kepalaku, segera aku berbalik badan. Untungnya tanganku dengan sigap memegang besi di Warve, kakiku mengimbangi dengan berpijak di badan Warve. Kutarik diriku ke atas, kupandangi Warve Alpha yang melepaskan diri dari barisan dan melepaskan kabut, dengan segera Blood Driver mengikuti Warve Alpha. Air mataku mengalir, kulihati liontin yang diberikan Alpha-1, kubuka, sebuah foto laki-laki tersenyum, terlihat jelas kebahagiaan di wajahnya walau hidupnya rusak, tertindas.
"Alpha-1, kenapa? Kenapa kau begitu?!!! Ahhh!!!(akan kubalaskan dendammu Alpha-1, aku berjanji)" memakai liontin di lehernya.
__ADS_1
"Yohan? Aku telah menemukan dirimu(orang persatuan yang menculikku dan membunuh adikmu akan kusiksa dia dengan siksa yang sepedih-pedinya)" kata pelatih Valkyrja, mengerutkan dahi, aura balas dendamnya terlihat jelas.