Z World

Z World
Episode 20: New Life.


__ADS_3

"Apa kau tidak mau menjadi penjaga Charlotte?" mengerutkan dahi, mengacungkan pedang ke wajah Yohan.


"Tenang Kakak, Kakak tahu kan aku tidak bisa melakukan apa-apa. Menyelamatkan Charlotte waktu itu adalah kebetulan saja, singanya agak cacat jadi aku bisa memukul matanya" berkata terbata-bata.


"Hoo, benarkah? Kalau begitu kau menjadi. orang ke 100 yang akan mati terpenggal di alun-alun kota karena menolak penawaran ini" senyum curiga.


"Tolong jangan bunuh aku!! Aku masih ingin hidup, aku belum membahagiakan orang tuaku, aku masih ingin melihat adikku tumbuh. Akan kukatakan semuanya, aku seorang penyihir, aku menyelamatkan Charlotte karena dia dalam ambang kematian....... Eh?" bertekuk lutut.


"Hehe, sudah jelas sekarang. Besok ikut aku! Penyihir" pegi ke arah sebaliknya, menatap Yohan dengan tatapan sadis.


"(GAWAT!!)" memukul-mukul kepala.


Aku berdiri penuh kekhawatiran, Grimoire adalah tunangan Kakak Charlotte. Bahkan, aku tidak menyangka Charlotte adalah keluarga kerajaan, hatiku serasa bertingkah seperti hewan melakukannya seperti rakyat biasa. Kuberjalan menuju ke kamar dimana aku bangun, cahaya menyinari tasku, disana juga ada setumpuk uang di dalamnya. Kubuka, jumlahnya sekitar 200 juta, tapi entah kenapa aku masih tidak merasa senang.


"Jika kau tidak kembali, keluargamu akan khawatir" kata Charlotte menyilangkan tangan bersender di pintu.


"Putri, maafkan aku atas semua yang telah aku lakukan, aku memang orang mesum. Tapi, jika kamu ingin membunuhku karena tingkahku yang tidak pantas untuk, bunuh saja aku sekarang" menangis, menahan sakit hati.


"Kau cengeng. Cepatlah pergi" nada kesal, memalingkan wajah.


Kucangklong tasku, sekejap kulihat dirinya yang bodoh. Aku berjalan menunduk melewatinya, menuju ke rumah dimana keamanan itu kudapatkan. Jalanku terhenti, kuberhenti di depan gerbang, melihat ke arah langit. Entah kenapa, hatiku serasa sakit meninggalkan dirinya, diriku bahkan tidak pantas untuknya, umur kami yang selisih 5 tahun, kekuatanku yang begitu-gitu saja, apa yang membuatku berani mempermainkan putri.


"Berhati-hatilah Yohan, aku percaya akan menemukanmu Kakak" menahan tangis.


"Guild? Apa ini?" masuk ke dalam.


Aku baru melihat tempat berkumpul para pahlawan, mereka menggunakan beragam zirah yang warna-warni dan senjata mereka dari kualitas tinggi maupun rendah. Aku berjalan menuju ke meja pendaftaran, kulihat sekitar. Sesampainya di meja pendaftaran, sedihku hilang hanya melihat wajahnya, rambut pirang panjang yang bersinar, mata hijau yang segar, wajah cantik tak tertandingi. Beberapa detik aku melamun melihat wajahnya.


"Tuan, anda mendaftar. Silahkan isi biodata-nya" menyerahkan secarik kertas dengan suara lembut.

__ADS_1


"Oh, baiklah.(tipe, mungkin aku harus mengambil tipe Warrior saja. Bahkan disini tidak ada tipe Mage, aku percaya Charlotte tidak membeberkan diriku bahwa aku penyihir) ini" menyerahkan biodata.


"Terima kasih, Tuannn...Yohan. Eh, kenapa Tuan tidak memilih tipe?" tanyanya bingung.


"Aku masih bingung, tipe yang kuinginkan tidak ada" mencoba tenang.


"Jika boleh tahu, Tuan ingin tipe apa?" tanyanya lagi.


"Aku bisa mengambil semua tipe, aku hanya ingin menyelesaikan misi saja" pergi dengan gaya.


Orang-orang melihatiku, mungkin mereka mendengar apa yang aku bicarakan. Kulirik sekumpulan pria di pojokan, tatapan dari salah seorang mereka sangat mengganggu, tatapan yang mengancam. Kucoba tidak memedulikannya, kulihat-lihat papan misi.


"Hai, kau lihat anak itu. Tasnya tidak asing penuh dengan uang" kata orang yang barusan menatap Yohan.


"Dia pahlawan baru, mungkin kita bisa memberikannya sopan santun di Guild" berdiri.


"Hai anak baru, beri kami beberapa unagmu. Sepertinya kamu anak konglomerat ya?!" menatap mengamcam.


"Apa layanan yang kau inginkan? Kematian?" kataku percaya diri.


(marah, mengerutkan dahi).


Tiba-tiba perempuan yang melayani pendatang itu melerai perkelahian kami, dia mendorong aku kebelakangnya. Orang-orang hanya melihati kami, mereka berbisik-bisik antar satu sama lain. Aku mengetahui keadaan ini, segera kuambil kertas dari papan misi, memberikannya ke perempuan itu.


"Kak, aku ambil misi ini" memberikan kertas.


"Dik, jangan ambil misi ini. Ini tingkat Emas, tingkatmu masih Perunggu, aku tidak mengijinkanmu. Lebih baik cari misi lain yang tingkat Perunggu" katanya khawatir.


"Bocah ini berlagak ya, ingin jadi pahlawan. Pamer uang, konglomerat" mengejek dengan mata mengancam.

__ADS_1


Aku tidak peduli apa yang mereka katakan. Kuberjalan menuju keluar, kuhentikan langkahku di depan pintu. Sedikit melirik mereka, perasaanku malah menjadi tidak senang sekarang.


"Mulai hari ini, kalian para b*nci akan menjadi musuh bebuyutanku" menatap tajam.


Kubeli beberapa perlengkapan untuk penyihir, tapi setelah beberapa lama mencari tidak ada satupun peralatan penyihir ada, bahkan para pandai besi tidak pernah membuat satupun peralatan. Kulihat lagi kertas misi yang betada di kantung, misinya untuk membunuh 2 ogre yang bersembunyi di hutan utara. Jika dilihat dari misinya, menghadapi 1 ogre aku mungkin bisa, tapi jika 2. Tiba-tiba karunia Tuhan datang begitu saja dihadapanku.


"Bocah mesum, kenapa kau belum juga pulang?" kata Grimoire dengan wajah kesal.


"Kak Grimoire, tolong bantu aku. Bunuh saja satu ogre dan satunya akan kulawan, hasilnya akan dibagi dua" tawarku agak membujuk.


"75-25, aku mendapatkan bagian paling besar. Tidak ada tawar menawar lagi" tersenyum senang.


"(Memang, tawar-menawar dengan iblis bukan hal yang tepat, tapi untuk bisa tetap hidup) Terima kasih Kak Grimoire" membungkuk terima kasih.


Mereka berdua berjalan untuk menyelesaikan sebuah misi. Tapi, Grimoire dan Yohan terlalu meremehkan apa yang belum mereka hadapi, seharusnya 2 ogre masih tergolong tingkat besi, itulah kenapa ini berada di tingkat emas, karena mereka kuat.


"(Cih, kenapa ogre ini begitu kuat?!!) Yohan lari dari sini!!" teriak Grimoire.


"Kenapa?.... Aku ketakutan" bergetar tak bergerak.


Aku hanya melihat pohonnya mengebaskan tubuhku cukup kuat. Kilatan cahaya kulijat di belakangnya, seseorang dibalik layar hitam menggerakkan ini semua. Grimoire yang kwalahan melahan satu ogre segera melarikan diri, membawa tubuh Yohan yang terkapar tak sadar.


"Bagaimana keadaan Yohan Grimoire?" tanya Charlotte khawatir.


"Bagaimana kutahu?!! Ogre itu, mempunyai kekuatan yang tidak biasa. Kami dikalahkan begitu saja" menunduk malu.


"Tapi, Yohan tidak sadar selama 5 hari. Keluarganya pasti khawatir" menyentak Grimoire.


"AKU TAHU PAYAH!! Jika saja Kakakmu masih ada, kejadian ini tidak akan terulang kembali. Dialah penyihir terakhir yang diceritakan legenda, jika dia mati sekarang kita, tidak, kehancuran umat manusia sudah ada di depan mata" menatap kejam Charlotte.

__ADS_1


__ADS_2