Z World

Z World
Episode 1:Serentina


__ADS_3

"Dasar tidak tahu diuntung, sebaiknya kau tidak pernah dilahirkan saja!!!" Menampar pipi anaknya.


"kenapa? hik-hik, kenapa ayah membenciku?" Menangis.


"Diam anak ****!! Mati saja kau!!!" Melihat sinis.


Sena, penyihir terkuat sepanjang masa. Waktu kecil, saat umurnya 7 tahun, dia tidak perlu merapalkan sihir. Orang-orang kagum dengan kekuatannya, tapi ada juga yang takut dengannya. Semua sihir mulai dari kelas rendah sampai menengah berhasil dipelajarinya dalam sekali coba.


"Dasar orang tua ****, mati saja sana!!!" Menatap kejam Ayahnya.


"Aakkkhh, to...long.." tercekik.


Tubuh Sena dipenuhi energi Mana, rambutnya mengambang. Tatapan kejam itu, telah membunuh Ayahnya. Terlahir di keluarga kaya, paling disegani dan dihormati diseluruh kerajaan, tak disangka Ayahnya terbunuh dengan tragis ditangan anaknya.


10 tahun kemudian.


"Raja kita diserang" Memberi hormat.


"Ada apa pasukan. Jika informasinya tidak penting, kupenggal kepalamu" Menatap malas.


"Pe-Penyihir legenda, dia kembali. Kerajaan Selatan, Utara, Timur, Barat diserang bersamaan. Menurut informasi, penyihir legenda bekerja sama dengan Raja Iblis, dan sedang bergerak menuju kemari".


Tiba-tiba suara terompet berbunyi tiga kali, dentuman kehancuran sudah tiba, teriakan orang-orang terdengar jelas. Tubuh raja bergetar ketakutan.

__ADS_1


Duarrr....


Pintu depan istana hancur, samar-samar penyihir itu muncul dari balik kabut asap, dibelakangnya tergambar jelas penderitaan dan kebencian mendalam. Raja berlari ke arahnya, beesujud dihadapannya.


"Sena, maafkanlah aku. Akan kukabulkan apapun permintaanmu" Mencium kaki Sena.


"Cih...." menendang wajah Raja.


"Tidak ada kesempatan kedua, lagipula bukan aku yang akan menyiksamu. Tapi, dia" Menunjuk ke sudut gelap.


Sayap merahnya merebak, bau darah korbannya menyeruak ke seluruh ruangan. Secarik kertas jatuh dari tangannya, air mata membanjiri wajahnya, kelopak mawar merah segar berjatuhan.


"Ahhh, setelah menguasai kerajaan ini apalagi ya? Ahh iya,(tunggu, aku merasakan retakan dimensi)hahhh, cecunguk itu ya?"


Di dalam hutan yang lebat, seorang Putri lari membopong seorang Maid. Tanpa tujuan, dia terus berlari sampai kakinya keram. Punggungnya terkena banyak darah.


"Tidak!! Aku tidak akan meninggalkanmu!!" kembali membopongnya.


Singg...


Seketika dihadapannya, penyihir itu datang dengan tatapan kejam. Dari senyum terpampang seringai. Maid itu melempar Putri kebelakang, dari balik punggungnya muncul sabit.


"Putri, lari!!" teriak Maid.

__ADS_1


"Aduh, sudah sekarat masih saja. Bagaimana jika kuberitahu kemana aku akan menyerang, bukankah lebih mudah untukmu?" tawar penyihir.


"Omong kosong!!"


Penyihir menfhindari semua serangannya. Hanya dengan tersenyum, Maid itu terasa tercekik.


"AHAHAHAHAHA"


"Benarkah ceritamu?" tanyaku.


"Diam dulu, biarkan aku bercerita" kesal wanita itu.


Entah darimana, sebuah retakan dimensi muncul dibelakang Putri. Penyihir itu lengah, sehingga Maid berhasil terlepas dari sihirnya. Maid berlari ke arah Putri, memeluk tubuhnya masuk kedalam retakan dimensi.


"Ohhh, begitu. Terus, kau menjadi kalung yang diberikan kepadaku. Setelah kau menjadi milikku, kau berniat untuk kembali karena aku legenda yang dikatakan dalam dinding istanamu dan blablabla" mengejek tak percaya.


"Hemmm..." cemberut.


"Iya-iya, aku hanya bercanda. Tapi, ceritamu tidak bisa dipercayai seluruhnya karena aku belum mengalaminya" menatap serius.


Ceritanya tidak bisa kuterima seluruhnya, mungkin saja dia kalung permata itu. Malam itu.


Tikk...Tikk...Tikk..

__ADS_1


Tepat tengah malam, aku bermimpi seorang wanita memelukku, seketika tubuhku tertimpa sesuatu. Aku terbangun, kulihat seorang wanita cantik berambut hijau menghadap wajahku.


"Cihhh...." kata wanita itu.


__ADS_2