Z World

Z World
Episode 3: Rantai(2)


__ADS_3

"Tee-chan, kita telah dijebak. Para bandit ini hanya boneka mereka saja" melihat sekitar.


"Apa?!! Cepat pergi dari sana. Aku akan meng-covermu" beranjak pergi.


Tak kusangka ini hanya jebakan, terminal bekas ini hanya menjadi tempat pertemuan saja. Hal-hal aneh mulai terjadi, bayangan-bayangan hitam itu mengitariku membuat ruangan tertutup. Sudah terlambat bagiku untuk mundur, hanya bisa mengandalkan keberuntungan.


"Yuna, tolong bantuannya" mengangkat pedang.


"Oke" berubah menjadi manusia.


"Yohan!! Yohan!! Cih, kehilangan jejak. Yolanda, ikuti aku" berbalik arah.


Kututup mataku, kupeluk erat Yuna, anak kecil yang mengubah hidupku. Kekuatan yang hangat terpancar diantara kami, formasi bayangan itu mulai terpecah. Sebagian dari mereka tetap sejalan, tapi tidak sedikit yang kabur. Cahaya hangatnya hati, aku merasakannya, hangat, emosi, semua berkumpul disini. Ingatan kami saling bertukar, masa kecil Yuna.


"Ah, dimana aku?" memegang kepala.


Kulihat taman bunga seluas jagat sedang menghadapku. Aku sungguh terkejut melihat pakaianku, memakai gaun yang biasa dipakai Putri kerajaan. Dari belakang kudengar suara bahagia memanggilku.


"Tuan Yuna, Tuan Yuna"

__ADS_1


"Si-Siapa kau?" berbalik badan.


"Tuan Yuna bercanda ya? aku pelayan setiamu, Holanda" memberi hormat.


Saat dia berdiri tatapannya berubah drastis, tempat tenang dan menyenangkan berubah menjadi mimpi buruk. Tatapan Holanda, dan pedang yang menembus perut dari belakangnya. Holanda mengucap dengan terbata-bata, darah dari perutnya terus menetes keluar, kakiku tak bisa kugerakkan. Rasa takut sekali melahapku, ini hanya mimpi buruk kan? Pasti tidak mengapa aku membantu Holanda dan membawanya pergi.


"Tu..an Putri..hah..per..gi" sekarat Holanda.


Ingin aku mengucap kata, tapi tak bisa. Kuberjalan maju, tanganku bergetar ketakutan menggapai tangan kanan Holanda.


Dingggg...


Suara apa itu? Tidak tahu, tapi aku bisa menggerakkan tubuhku. Kutarik tangan Holanda, membopongnya pergi entah kemana, aku sangat takut. Monster itu masih mengejarku dari belakang.


Aku berhenti, menghadap kebawah. Tidak mungkin, sepatu dan rok yang asing bagiku, tapi entah mengapa aku mengenalnya. Hanya sepatah kata yang bisa kuucap.


"Se...na.." ucapku ketakutan.


"Dimana aku? Hai, Tee-chan" kaget menutup mulutnya.

__ADS_1


Wanita kecil itu berlari kearahnya, dengan senyum bahagia. Ia melihatnya, ia benar-benar melihatnya. Rumahnya terbakar, ia hanya bisa terdiam didepannya dan melihat pemandangan mengerikan ini. Ia mencoba menggapai tanganb perempuan itu, yang menangis histeris menangisi mayat kedua orang tuanya.


"Tee-chan, mari kita pulang" katanya dingin.


"Ayah, hik-hik. Ibu, hik, aku kesepian!!! AAAAAAA, kenapa kalian meninggalkanku? kenapa? Jangan tinggalkan aku!!!"


"Tee-chan, jangan menangis. Akan kubalaskan dendam orang tuamu, pasti Tee-chan. Pasti akan kubalaskan" menatap tajam tangan yang ia kepalkan kuat-kuat.


Catatan:


- Seorang manusia Bumi dengan manusia Serentina atau Zastan yang telah membuat kontrak, bisa saling tukar-menukar kekuatan.


-Hubungan Tuan dan Pelayan dibatasi anatar dimensi, Tuan berdasarkan manusia yang tinggal di dunianya sendiri.


-Hubungan kontrak Tuan dan Pelayan akan hangus jika Tuan pergi kedunia Pelayan jika Tuan berpindah dunia bersama Pelayan dan mampu membuat kontrak baru.


-Rantai antara Tuan dan Pelayan memiliki kekuatan yang berbeda-beda sesuai dengan bahan apa mereka membangun. Semakin kuat bahannya, semakin kuat dan sulit pula rantai dihancurkan.


-Jika Tuan atau Pelayan mati, maka yang membuat kontrak dengannya 90% akan mati. Persenan kematian semakin kecil jika hubungan Tuan dan Pelayan semakin memudar, berbanding terbalik dengan bahan membangun rantai Tuan dan Pelayan.

__ADS_1


-Semakin kuat Pelayan semakin kuat pula Tuan-nya, semakin kuat Tuan secara fisik semakin kuat mental Pelayan dan melemahkan fisik Pelayan, dan berbanding terbalik.


"Hemm, Putri Yuna. Akan kudapatkan kau, pasti...".


__ADS_2