Z World

Z World
Episode 14: Lepasnya Virus Z.


__ADS_3

Venom berjalan menuju ke mobilnya. Tanpa sepengetahuannya, tiba-tiba bola api menghantam mobilnya. Wajahnya sempat terlihat sedikit sedih, api yang membakar dan meledak kemana-mana. Seketika pertarungan yang tak diinginkan datang begitu saja menghampirinya. Api itu berubah perawakannya, menjadi iblis, sayap merah bercakar, rambut merah berapi. Venom meletakkan Kitty di belakang dirinya. Dia melempar botol penuh virus ke tanah. Dengan segera virus menginfeksi udara.


"Iblis, tingkat 5 ya?(aku harus berhati-hati, baru pertama kalinya melawan iblis berbahaya)" menggertakkan gigi.


Tanpa aba-aba, sayapnya mengembang. Dari balik sayap keluar aura iblis jahat. Aura itu serasa menggotahkan mental. Venom hanya tersenyum, udara sekitarnya seketika berubah menjadi ungu, berkumpul mengitari tubuh Venom.


"Huh, munculkan, golem Z" mengarahkan tangan ke tanah.


asap ungu bersatu, bergerombol memadatkan diri. Tinggi sekitar 5 meter, kekuatan setara 10 ton, siap untuk menghancurkan iblis itu. Mata Venom tak berkedip, dia mundur beberapa langkah, terkejut melihat golemnya hancur hanya sekali tebas. Venom yang lengah, menjadi kesempatan iblis untuk menyerang, secepat kilat dia bergerak siap mengakhiri pertarungan.


Tangg....


Tangannya terpental, langsung dia meloncat mundur menghindari serangan. Penampakan tak asing, bau amis daging yang sering dia makan.


"Kitty?" kata Venom tak bergeming.


"Akhirnya, dia menggunakan halusinasi kepadamu" menengok ke belakang.


"Apa? Ahh, itulah kenapa kepalaku pusing" memegang kepalanya.


"Venom, munculkan sebanyak yang kau bisa. Selama iblis itu tidak terlalu dekat denganmu, kau aman-aman saja" mengeluarkan cakar.

__ADS_1


Iblis yang berdiri di atas pucuk besi mengendurkan dirinya. Asap putih keluar dari dirinya, tubuhnya yang kekar mengecil, sayap merahnya berubah warna menjadi biru agak putih. Venom yang terfokus dengan pengeluaran golemnya, tak menyadari virusnya sudah mencapai batas. Pertarungan telah berakhir, duri panjang nan besar menusuk perut keduanya, lemah tak berdaya terhisap kekuatannya. Asap ungu berlarian kesana-kemari tak terkendali, detik demi detik jumlah asap ungu itu tak terhitung.


Teriakan orang-orang kesakitan terdengar menyeramkan. Suara gemetar orang berlari yang melewati dirinya yang sudah mati.


"Kenapaaa?" Venom menahan rasa sakit.


Dia berbalik badan melihati langit dengan senyum lembut. Penglihatannya mulai kabur, diiringi suara geraman manusia-manusia yanf sudah terinfeksi.


"Inikah akhirnya? Hahh, tidak mengapa. Yang penting kartunya selamat" menghembuskan nafas terakhir.


Pemimpin perkumpulan yang bernama Narzik, wajahnya sangat khawatir, berlari menerjang arus mayat hidup. Entah kemana dia menuju, tapi tangannya sudah penuh darah manusia terinfeksi. Tiba di sebuah rumah, kakinya mendobrak pintu kayu sampai hancur perawakannya. Dengan terinfeksi yang mengikutinya dari belakang, segera dia menuju ke kamar. Gagang pintu tertetes darah, di kasur tergeletak seorang wanita dewasa memeluk seorang anak kecil. Dia hanya termenung, air matanya mengalir. Dia mencoba menahan sakitnya. Dia mengangkat mayat anak kecil itu, berjalan kembali ke arus infeksi itu.


"Kau juga, tapi misiku untuk membunuhmu"Shadow tergeletak tak berkata.


"Lari!!!" kata Tee-chan


Aku berhasil membunuh keparat di depanku, tapi tenagaku sudah terkuras habis. Sudah 666 tahun tidak digunakan, sudah berkarat saja kekuatan ini. Tubuhku terjatuh, seluruh kesadaranku menghilang begitu saja.


"Terima kasih Yohan. Sekarang aku sudah segar kembali" tersenyum kepada Yohan.


"Sebenarnya siapa kamu? Ainyu" mengerutkan dahi.

__ADS_1


Aku kembali ke tempat kosong ini lagi, perawakan Ainyu sudah mulai terlihat. Perempuan cantik bergaun putih, berambut abu-abu dengan wajah yang memikat. Banyak sekali yang ingin kutanyakan dari, kekuatan yang belum bangkit 666 tahun itu sebenarnya apa? Siapa dirinya sebenarnya? Kukumpulkan keberanianku.


"Tidak enak kan, berbicara sambil berdiri" menjentikkan jari.


Di depan kami seketika muncul meja dan dua kursi. Lumayan nyaman saat kududuk, lama-kelamaan aku terbiasa dengan hidup seperti ini.


"Akan kujawab pertanyaanmu. Dahulu kala, saat dirimu belum lahir. Aku sudah lahir terlebih dulu, memerangkap jiwamu yang lahir" kata Ainyu nada datar.


"Ha? Apa maksudmu? Aku tidak paham" bingungku.


"Hah, kuceritakan saja. Aku adalah kekasihmu dari dunia Mensit. Dunia dimana semua belum dibentuk, dunia dimana kita adalah pencipta. Bukan kita, tapi kita hanya makhluk" kata Ainyu.


"Konyol. Jadi kau dari dunia Mensit atau disebut juga dunia pembentukan" mengambil kesimpulan.


"Aku berbohong payah, aku dari dunia Mensit. Dulu aku adalah kekasihmu, tapi tidak terlihat seperti sepasang kekasih. Tapi, seseorang cemburu kepadaku dan akhirnya menyegel kekuatanku selama 666 tahun. Dia berubah menjadi diriku, agar kau tidak curiga bahwa aku telah disegel olehnya. Sampai akhir hayatnya dia tidak mempunyai anak, karena perempuan itu mandul" jelas Ainyu agak tersenyum.


"Ahahaha, mandul. Sebenarnya siapa wanita itu? Ahahaha, mandul. Ahahahaha, hah-hah, sudah. Huhh, mandul. Ahahahaha" tawaku.


"Dia sebenarnya telah lahir kembali, dan tujuannya sama. Untuk memisahkan kita" kata Ainyu memukul meja.


Tawaku yang tak bisa berhenti, seketika aku terpikirkan suatu tempat. Rumah.

__ADS_1


__ADS_2