
Tanpa pikir panjang, teman-2 Niko mengambil kue-2 yg ada dipiring sambil memuji Laura sesudah memakannya. ''Kue buatanmu enak sekali'', kata salah satu teman Niko. ''Adikku suka bereksperimen dgn kue, boleh aku minta resep kuenya?''
Laura mengangguk, ''Tentu saja. Aku akan memberikan resepnya di kelas nanti''.
Teman Niko tersenyum. ''Thanks.”
Tiba-2 seseorang menabrak Laura dr belakang sehingga piring yg dibawanya terjatuh dan kue-2 nya berceceran di tanah. ''Oh....maafkan aku'', kata Erika, yg jelas sengaja menabrak Laura. ''Aku tdk sengaja.”
''Erika'', omel Niko, ''kenapa kau bisa seceroboh ini?''
''Aku benar-2 minta maaf, Laura''. Erika memandangi Laura sambil tersenyum.
Laura tdk tahu apakah Erika sengaja atau tdk menabraknya, tetapi ia sedih melihat hasil karyanya berakhir di lapangan. ''Tdk apa-2'', sahutnya kemudian.
Erika tersenyum lebar, ''Aku benar-2 tdk sengaja,'' katanya lagi, lalu tatapannya beralih pd Niko. ''Niko, sebentar lg grup marching band ku akan tampil di aula. Ayo ikut kesana.'' Erika menarik tangan Niko utk mengikutinya.
__ADS_1
Tapi sebelum pergi, Niko berbicara pd Laura, ''Maafkan Erika, ya.''
Laura mengangguk. ''Tdk apa-2''.
Setelah memandangi punggung Niko yg menghilang di balik aula, Laura mengumpulkan kue-2 yg berserakan dilapangan dan menempatkanya kembali dipiring. Ia berjalan perlahan, kemudian membuang semua kue itu. Saat semua kuenya sudah berpindah ketempat sampah, hatinya merana sedih.
Dalam perjalanan pulang hari itu, Laura termenung lama. Mungkin sebaiknya ia berhenti berteman dgn Niko. Dan keinginan ini ia utarakan pd mama.
''Apakah sebaiknya aku berhenti berteman dgn nya, ma?'' tanyanya saat mereka mencuci piring di dapur.
Laura menggeleng.
''Laura'', ujar mama sambil menutup keran air, ''kenapa kau tdk berterus terang pd cowok ini kalau kau menyukainya?'
''Dia tdk menyukaiku,'' jawab Laura memberi penjelasan.
__ADS_1
''Bukankah lebih baik kau mengatakan isi hatimu pd nya. Lalu setelah kau mengetahui dia tdk menyukaimu, kau bisa mulai menghentikan perasaanmu pd nya dan memulai hubungan yg baru.''
''aku tahu, tapi... rasanya sulit sekali melepaskannya. Apalagi sekarang kami sudah berteman.'' ''Kau ingin jd pacarnya?'' tanya mama lagi.
Laura menatap mama dgn sedih. ''Itu harapan yg tdk mungkin, Ma. Dia menyukai pacarnya yg sekarang. Tapi, apakah perasaanku menyukainya salah,ma?''
Mama menggeleng. ''Cinta memang tdk sederhana. Kau tdk salah menyukainya. Hanya saja kau menyukai orang yg salah di waktu yg salah''.
Laura mendesah. ''Beri aku waktu sampai kelulusan SMA. Saat itu, aku akan memutuskan utk melepaskannya. Lagi pula, kami tentu akan berpisah jg. Dia pasti kuliah di tempat yg berbeda dgn ku. Aku sudah mengejarnya selama satu tahu setengah. Kelulusan sekolah tinggal 7 bulan lagi. Biarkan aku memiliki waktu ini utk menyukainya.''
Mama memeluk putrinya, ''Oke. Cuma sampai kelulusan, ya. Setelah itu kau harus melepaskannya. Percayalah pd mama, cepat atau lambat, waktu akan menyembuhkan luka di hatimu.''
''Thanks, Ma'', balas Laura sambil memeluk dan menghirup aroma wewangian tubuh mama. Laura tersenyum, pelukan mama selalu mambuatnya merasa lebih baik.
Laura berusaha menjauhi Niko semenjak hari ulang tahunnya, tetapi nasib mendekatkan mereka kembali. Pak Bambang, sang wali kelas, menujuk Laura dan Niko menjadi panitia bazar ulang tahun sekolah utk kios makanan kelas 3 IPA 1. Dalam bazar sekolah nanti masing-2 kelas akan membuka kios makanan dan berlomba menjadi yg terbaik. Pemenangnya ditentukan oleh jumlah pendapatan penjualan kios hari tersebut.
__ADS_1