
Mama tahu Laura sudah berhasil menyimpulkannya sendiri.
“Ya. Kau lahir ketika mama berpisah dengan papamu.”
“Kenapa mama berpisah dengannya?” Laura ingin tahu.
“Karena dia tidak mencintai mama.” Mama mengenang sedih.
“Kau tentu tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tidak mencintaimu.” Laura mengangguk. Ia tahu betul bagaimana rasanya.
“Mama menikahi Charles setahun setelah kematian Anna, istrinya,” mama mulai menjelaskan. “Sebelumnya, mama adalah pengasuh Luki. Setelah kematian istrinya, Charles berusaha memberikan seluruh kasih sayangnya pada Luki, buah hatinya dengan Anna. Hal tersebut membuat mama dan Charles menjadi dekat. Charles melihat betapa mama sangat menyayangi Luki dan berpendapat di usia Luki yang masih muda waktu itu, sekitar enam tahun, Luki sebaiknya memiliki seorang ibu lagi. Dan Charles memilih mama. Awalnya mama sempat menolak, tapi lama kelamaan mama tertarik dengan Charles, dan akhirnya mencintainya. Mama tahu Charles tidak pernah berhenti mencintai istrinya. Jadi kami sepakat menikah hanya supaya Luki bisa mendapat kasih sayang seorang ibu yang tidak akan dia rasakan lagi dari ibu kandungnya.”
“Setelah itu apa yang terjadi?” Laura menatap mama penuh rasa ingin tahu.
“Luki tidak mau menerima mama menjadi ibu barunya.” Mama menatap Laura dengan sedih. “Luki bilang mama tidak bisa menggantikan mamanya. Mama tahu itu. Tapi... mama benarbenar menyayangi Luki. Luki tidak mau menerima sedikitpun penjelasan mama.
“Suatu hari Luki kabur dari rumah. Charles dan mama benar-benar panik. Setelah semalaman mencarinya, akhirnya seorang wanita menemukannya tergeletak pingsan di pinggir jalan. Mama berusaha merawat Luki, tapi Luki menatap mama dengan dingin. Dia bilang mama pasti senang seandainya dia tidak ada. Saat itu, tatapan Luki sudah berubah. Tatapan polos seorang anak di matanya hilang. Luki benar-benar membenci mama karena mama telah menikahi ayahnya. Dia juga berkata dia akan terus melarikan diri dari rumah.
“Charles berusaha membujuk Luki, bahkan memarahinya, tapi Luki malah balas memarahi papanya karena papanya telah berkhianat pada mamanya. Keesokan harinya, mama bertanya pada Luki apa yang harus mama lakukan supaya dia berhenti melakukan hal konyol tersebut.
Luki memberi mama dua pilihan. Mama yang pergi atau dia yang pergi. Tapi masa depan Luki pasti hancur. Mama tidak ingin Charles harus memilih antara mama dan putranya. Jadi mama memutuskan untuk meninggalkannya. Mama menandatangani surat cerai dan meminta Charles tidak mencari mama. Lagi pula, mama tahu Charles tidak pernah mencintai mama. Bersama dengan orang yang tidak mencintaimu bukanlah hal yang bisa kau tahan seumur hidupmu. Tapi, mama tidak menyangka saat itu mama sedang mengandung dirimu.”
“Mama tidak pernah menghubungi om Charles setelah aku lahir?” Laura menatap mama yang tengah bersedih.
Mama menggeleng. “Maaf, sayang. Mama takut kalau Charles tahu kau putrinya, dia akan mengambilmu dari mama. Mama tidak bisa kehilanganmu. Mama tahu mama egois, tapi mama bisa bertahan hidup karenamu.”
Laura memeluk mama yang mulai menangis. “Tidak apa-apa ma. Aku tidak peduli kalau Charles Rafael adalah ayahku. Aku tetap akan memilih berada disamping mama sampai kapanpun.”
__ADS_1
Mama memeluk putrinya sambil menangis. Laura menyentuh punggung mama perlahan. Laura kemudian berpikir,(“kalau aku putri Charles Rafael, berarti Luki kakak tiriku”). Laura mendesah perlahan. Sewaktu kecil, Laura pernah berandai-andai memiliki saudara, tapi Luki jauh sekali dari harapannya.
Dua jam kemudian, seseorang mengetuk pintu rumah Laura. Laura membuka pintu dan melihat Charles Rafael berdiri dihadapannya. Laura memandang pria dihadapannya dengan tatapan berbeda.
“Laura,” kata Charles perlahan. “Boleh aku bertemu ibumu?”
“Mama sudah menceritakan semuanya,” kata Laura terus terang. “Sebaiknya om pulang saja. Mama tidak siap berbicara dengan Om sekarang. “Laura baru saja menemani mama beristirahat sejam sebelumnya.”
“Kau benar-benar putri Helen.” Charles menatap Laura dengan seksama. “Seharusnya aku sudah menyangka. Kau benar-benar mirip dengannya.”
Laura keluar dan menutup pintu rumahnya perlahan. Ia tidak ingin mama terbangun. “Saya juga putri anda.” Laura memutuskan untuk berterus terang.
“Aku tahu.” Charles Rafael mamandang Laura dengan mata cerdasnya. “Aku sudah menyuruh salah seorang tim legalku mencari informasi tentang dirimu dan mamamu. Kau lahir delapan bulan setelah mamamu meninggalkanku.”
Laura tahu orang kaya bisa mendapatkan informasi tentang siapa saja dengan cepat. “Sebaiknya om pergi saja. Om bisa berbicara dengan mama kalau mama sudah siap.”
“Aku mencari mamamu kemana-mana.” Charles Rafael menolak pergi. “Bekas bosnya, agensinya, teman-temannya. Tapi tidak ada yang tahu mamamu pergi kemana. Mamamu menghilang tanpa jejak.”
Charles Rafael menatap Laura dengan sedih. “Aku mencintai Anna istriku. Tapi Anna sudah tiada. Awalnya aku memang tidak mencintai mamamu, tetapi setelah Helen meninggalkanku, aku baru menyadari bahwa aku mencintainya dan merindukannya.”
Laura sedikit kaget dengan pengakuan Charles. Perkataannya benar-benar terdengar tulus. Dia mengatakan yang sebenarnya. “Tapi, mama bilang dia sudah menandatangani surat cerai.”
“Aku tidak pernah menandatangani surat itu,” kata Charles jujur. “Mamamu masih istriku. Aku benar-benar ingin menemuinya. Aku berkata yang sejujurnya, Laura. Tolong percayalah padaku.”
“Besok,” kata Laura perlahan. “Om bisa menemuinya besok pagi. Saat ini mama sedang istirahat.”
Charles Rafael mengangkat tangannya ingin menyentuh putrinya, tapi tidak jadi. “Bisakah kau memanggilku papa?”
__ADS_1
“Saya akan memanggil om dengan sebutan papa, kalau mama sudah bisa menerima om kembali. Selamat malam, om.”
Charles Rafael tersenyum. “Aku tidak akan menyerah, Laura.”
Esok paginya, Charles Rafael mengetuk pintu rumah Laura. Laura mempersilahkan masuk. Mama duduk di kursi ruang tamu. “Kalian berdua perlu bicara.” Laura mengambil jaketnya dan pergi keluar rumah.
“Helen....,”ucap Charles perlahan.
Mama menarik napas perlahan. “Charles...”
“Aku rasa Laura sudah menyampaikan yang kukatakan kemarin malam?” Charles menatap Helen dengan lembut.
“Ya,”jawab Helen. Ia memikirkan kenangannya bersama Charles bertahun-tahun silam, dan menyimpulkan bahwa sampai saat ini ia tetap mencintai Charles.
“Aku mencintaimu Helen,” kata Charles perlahan. “Percayalah padaku. Aku berusaha mencarimu selama ini.”
“Maaf.” Helen gemetar melihat pria yang tetap dicintainya hingga kini.
“Tidak apa-apa. Aku sudah menemukanmu sekarang.” Charles tersenyum. “Maukah kau dan Laura tinggal bersamaku?”
Helen menggeleng. “Aku tidak bisa melakukannya kalau Luki tidak setuju.”
Charles mendesah kesal. “Kau tidak perlu memikirkan pendapat Luki. Dia sudah dewasa sekarang. Kalau dia tidak suka dengan keputusanku, itu urusannya.”
“Aku ingin Luki menerimaku,” kata Helen perlahan.
“Anak itu benar-benar keras kepala,” Charles mengeluh. “Dia tetap saja membencimu walaupun sudah lebih dari dua puluh tahun. Kalau harus menunggu persetujuannya, kita tidak akan bisa bersatu.”
__ADS_1
Fb@ardhy ansyah
Ig@ardhy_ansyah123