1000 Musim Mengejar Bintang

1000 Musim Mengejar Bintang
BAB 36


__ADS_3

“Kalau begitu, aku tidak akan tinggal bersamamu,” komentar Helen singkat.


Charles tidak bisa menerima jawaban Helen. “Kenapa kau bersikeras meminta persetujuan Luki?”


“Charles.....,sebelum aku mencintaimu, aku sudah terlebih dahulu menyayangi Luki. Bagaimana mungkin kita bisa menjadi satu keluarga kalau salah seorang dari kita tidak menginginkannya?”


Charles terdiam. “Baiklah, aku akan membicarakan hal ini dengan Luki.” “Terima kasih,” kata Helen.


“Tapi aku tidak mau berhenti mengunjungimu,” kata Charles tiba-tiba.


Helen tertawa. “Tentu saja. Kau boleh datang kesini kapan saja. Bagaimanapun, kau adalah ayah Laura. Kau pasti ingin mengenalnya.”


“Aku tidak akan menerima wanita itu.” Luki menatap papanya dengan kesal. “Mungkin saja dia berbohong. Laura bukan putri papa. Apakah papa tidak curiga?”


Charles manatap putranya dengan marah. “Aku tahu dia tidak berbohong. Kenapa kau sangat membencinya? Dia selalu bersikap baik padamu.”


Luki tersenyum kecut. “Dia Cuma ingin uangmu, pa?”


“Tuduhanmu tidak benar Luki,” kata papa geram. “Dia bahkan bilang dia tidak akan tinggal dengan papa kalau kau tidak setuju.”


Luki tersenyum. “Baguslah. Aku tidak akan menyetujuinya sampai kapanpun.” “LUKI.....!” Teriak Charles, tapi Luki sudah keluar dari kantor.


“Ada seseorang yang ingin menemuimu,” kata Maya pada Laura yang sedang bekerja di dapur.


Laura meminta salah seorang asisten menggantikannya lalu keluar dari dapur. Ia melihat Luki duduk di salah satu meja di sudut restoran. Laura datang menghampirinya.


“Duduklah,” kata Luki tanpa memandang mata Laura.


Laura duduk di depan Luki. “Kenapa kau kemari?”

__ADS_1


“Ibumu mengatakan pada ayahku bahwa kau putrinya,” kata Luki tanpa basa-basi. “Aku tidak memercayainya.”


Laura menatap Luki dengan sedih. “Kenapa kau sangat membenci ibuku?”


Luki membalas dengan kesal. “Apakah kau pernah kehilangan seorang ibu?”


Laura menggeleng. “Tidak.”


“Kalau begitu kau tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya.” Luki mengenggam jemarinya sampai memutih. “Ibumu memiliki cara hebat untuk membuat ayahku menikahinya.”


“Ibuku mencintai ayahmu,” kata Laura.


“Aku tidak percaya pada cintanya.” Luki tertawa pendek. “Itu hanya alasan yang dibuat ibumu.”


Laura mengerti sekarang. “Kau tidak pernah mencintai seseorang bukan?”


“Ya. Aku tahu itu,” kata Laura. “Tapi dia sudah meninggal. Setelah itu kau tidak pernah mencintai siapa-siapa lagi, bukan? Hidupmu pasti terasa hampa.”


Luki mendengus pelan. “Kau berani menguliahiku tentang hidupku? Kau tidak tahu apa-apa tentang hidupku. Aku datang kesini untuk menawarimu uang.” “Hah?” Laura binggung.


“Berapa uang yang kau mau supaya kau dan mamamu tidak pernah menemui ayahku lagi?” Luki mengeluarkan selembar cek dari sakunya.


Laura tidak percaya Luki mengajukan tawaran seperti itu. “Kalau kau bukan kakakku, aku pasti sudah membencimu saat ini juga. Aku tidak mau uangmu.”


“Oh....kau mau uang yang lebih banyak? Tidak masalah.” Luki mulai menulis sejumlah uang pada cek nya.


“Kau benar-benar menghinaku, Luki!” Laura menatap kakaknya dengan sedih. “Tidak ada uang sebanyak apapun di dunia ini yang bisa mengantikan hubungan keluarga. Aku tidak akan pergi. Aku ingin mengenal ayahku. Aku ingin mengenalmu juga.”


Luki tercengang, tapi kemudian bertepuk tangan. “Bravo! Perkataanmu benar-benar membuatku tersentuh.” Dia tidak memercayai satu pun perkataan yang keluar dari mulut Laura.

__ADS_1


Laura tahu dia tidak bisa meyakinkan Luki. Akhirnya dia berkata perlahan. “Kau menganggap semuanya bisa diselesaikan dengan uang. Hubungan seorang putri dengan ayahnya tidak bisa dibeli dengan uang, Luki. Tapi, baiklah, kau ingin tahu berapa uang yang ku inginkan? Aku ingin setengah dari uang yang kau punya.”


Luki merobek cek di tangannya. “Kau benar-benar serakah.”


“Kalau aku benar-benar serakah, aku sudah meminta uang saat pertama aku tahu aku putri Charles Rafael. Sebelum kau menawarkanya padaku. Pikirkanlah, Luki. Aku percaya pada ibuku. Lakukanlah tes DNA kalau kau tidak percaya aku putri ayahmu. Aku tidak akan menolaknya.”


“Bagus. Aku akan melakukannya,” kata Luki. “Aku tidak ingin papa tertipu. Kau akan dihubungi oleh pengacaraku.”


“Aku akan menantikannya.” Laura balas menatap tantangan di mata Luki.


SUASANA bising di pub tidak bisa menyaingi kegalauan di hati Luki. Dalam beberapa hari ini, hidupnya berubah kacau. Semua gara-gara kehadiran ibu tirinya dan Laura. Luki melihat orangorang disekitarnya yang terlena oleh musik dan minuman keras. Pikirannya kembali pada masamasa dia bermain bersama ibunya ditaman. Sampai sekarang, di usianya yang sudah dewasa, Luki masih belum bisa menerima bahwa ibu kandungnya telah tiada. Mamanya adalah wanita pertama yang paling dia cintai. Karena papa selalu sibuk di kantor, Luki selalu di tinggal berdua dengan mama.


Luki masih mengingat kelembutan tangan mama ketika menyentuh keningnya, pelukan hangatnya, dan senyumannya. Dia juga ingat ketika wajah mama menjadi pucat karena penyakitnya. Walaupun kebanyakan anak di bawah lima tahun jarang yang bisa mengingat dengan jelas, kenangan akan mama tidak pernah hilang sampai sekarang dari benak Luki.


Luki tidak pernah mencintai wanita lain setelah itu. Masa kuliahnya di AmErika dihabiskan dengan berpesta dan berganti-ganti pasangan. Tidak pernah ada wanita yang berhasil bertahan dengannya lebih dari tiga bulan. Dia beberapa kali drop out dari universitas bukan karena tidak mengikuti pelajaran, tapi lebih untuk membuat ayahnya kesal, sebagai hukuman karena saat mama meninggal papa sedang berada di luar negeri. Dan setahun kemudian, tiba-tiba papa menikahi pengasuhnya, hati Luki hancur. Luki berhasil mengusir ibu tirinya, tetapi papa malah mencoba mencari ibu tirinya. Sejak saat itu hubungan mereka tidak pernah harmonis.


Ketika papa memintanya kembali kerumah, Luki tidak pernah mengindahkannya. Saking marahnya, papa menyebut Luki sebagai anak tidak berguna yang tidak memiliki sebuah gelar pun. Luki menantang balik papa dengan masuk sekolah bisnis di Harvard dan lulus dengan predikat memuaskan hanya untuk menunjukkan bahwa dia bisa mendapatkan gelar apa pun yang dia inginkan. Sayangnya Luki tidak akan menggunakan gelarnya untuk membantu perusahaan papa. Hal itu membuat papa senewen. Berbagai macam cara dicoba papa untuk memaksa Luki pulang, tapi tidak berhasil. Akhirnya setelah serangan jantung yang membuat papa berbaring tidak berdaya dirumah sakit, Luki baru menyadari dia tidak tega melihat papa sendirian dan langsung pulang secepatnya.


Luki memutuskan untuk berdamai sementara dengan papa dan bekerja di perusahaan dengan syarat hanya untuk satu tahun. Setelah satu tahun, papa tidak akan memaksanya untuk bekerja lagi. Kini,baru enam bulan, ada dua wanita yang masuk untuk mengacaukan kehidupannya.


selamat membaca dan menikmati novel ini,walapun mungikin masih ada kekuranagan dari cara saya menulis dalam membuat novel ini semoga para pembaca dapat terhibur dengan adanya novel ini,saya sebagai author sangat berterima kasih kepada para pembaca atas aspirasinya agar kedepannya novel ini menjadi lebih menarik lagi dan tentunya membuat para pembaca puas


salam hangat dari author


ardhy ansyah


Fb@ardhy ansyah


Ig@ardhy_ansyah123

__ADS_1


__ADS_2